Persib Takkan Uji Coba Lawan Tim LSI

31 December 2012
A. YANI (GM) - Khawatir kekuatan tim akan terbaca lawan, kubu Persib Bandung memastikan tidak akan menggelar uji coba melawan sesama kontestan Liga Super Indonesia (LSI) 2013. Bahkan secara tegas, Pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman menyatakan timnya tidak tertarik melakukan uji coba melawan Persiram Raja Ampat yang sempat dikabarkan menjadi sparing partner Pelita Bandung Raya (PBR).

Selain kekhawatiran terbongkarnya strategi permainan, Djanur, sapaan akrabnya, pertimbangannya adalah karena empat laga awal Persib akan menghadapi tim asal Papua. Di partai pembuka pada 13 Januari 2013 mendatang, Persib menjamu Persipura Jayapura, selang tiga hari berikutnya, meladeni Persiwa Wamena, dan dua pekan berikutnya bertandang ke Persidafon Dafonsoro dan Persiram Raja Ampat.

Sebelumnya Djanur sempat menyatakan kalau anak asuhnya masih membutuhkan satu kali uji coba melawan tim selevel. "Memang saya dengar Persiram mau datang ke Bandung. Tapi kalau diajak untuk pertandingan ujicoba kayanya tidak bagus. Soalnya pertandingan sebenarnya di LSI waktunya tidak terlalu jauh. Memang tidak ada aturannya, tapi terlalu berisiko," jelas Djanur kepada wartawan saat ditemui di Mes Persib Bandung, belum lama ini.

Dengan pertandingan di Celebes Cup, Inter Island Cup (IIC), dan beberapa pertandingan uji coba beberapa waktu lalu, menurutnya sudah bisa mempersiapkan mental para pemain. Apalagi Djanur akan mengupayakan satu lagi pertandingan uji coba di waktu yang tersisa sebelum kompetisi LSI.

"Kita tidak terlalu memaksakan untuk uji coba. Tapi memang satu lagi pertandingan uji coba itu sangat penting. Soalnya menjalani uji coba melawan enam tim juga sudah lumayan," katanya.

Sedangkan mengenai Persikab Kab. Bandung yang menjadi incaran uji coba terakhir, karena tim tersebut sudah terbentuk. Dan tidak terlalu sulit membangun komunikasi. Selain itu pertandingan bisa dilakukan cepat dan tempat yang tersedia.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

Mabes Polri Ancam Tak Beri Izin ISL dan IPL

29 December 2012
BANDUNG, TRIBUN - Mabes Polri mengancam tak akan memberi izin penyelenggaraan dua kompetisi sepak bola di Indonesia yakni Indonesia Super League (ISL)dan Liga Primer Indonesia (LPI) musim ini. Ancaman itu dikatakan langsung kepada petinggi PT Liga Indonesia (LI) Joko Driyono. 

Joko mendapat panggilan dari Mabes Polri, Sabtu (29/12) siang. "Saya dapat kabar dari Pak Joko yang baru menghadap Mabes Polri bahwa izin pelaksanaan IPL dan ISL belum bisa keluar," ujar Manajer Persib H Umuh Muchtar saat menghadiri acara #HijiOgeMaung di Tennis Indoor Bikasoga, Sabtu (29/12) sore.

Ketika ditanya soal izin yang tidak diberikan polisi, Umuh menuturkan sampai kemarin dirinya belum mendapat penjelasan yang lengkap. "Ini juga atas gagasan siapa, masih belum ada klarifikasi kenapa harus tak diizinkan," ucapnya.

Ia menuturkan, kejelasan soal izin baru akan keluar di awal tahun depan. "Kabarnya, sebelum tanggal 2 Januari, keputusannya akan keluar," ucap Umuh.

Sumber: Tribun
By: Khansa
Read more >>

Persib Diasah dengan Game Internal

CIMAHI (GM) - Sebagai ganti tidak melakukan pertandingan uji coba, Persib Bandung lakukan game internal saat latihan kemarin di Lapangan Brigif 15 Kujang II, Cimahi, Sabtu (29/12). Hasil dari game internal tersebut, dinilai pelatih cukup memuaskan.

Dengan game internal, pelatih yang akrab disapa Djanur ini mengatakan, apa yang diharapkannya dalam perseiapan menuju kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2012-2013, lebih baik. Dibandingkan harus melakukan pertandingan uji coba melawan yang levelnya di bawah Persib.

"Menurut saya, apa yang kami cari sudah bisa didapat, dibandingkan dipertemukan dengan lawan yang (kualitasnya jauh, red) di bawah," kata Djanur kepada wartawan usai melakukan latihan game internal.

Menurutnya, kedua tim yakni tim biru dan tim rompi merah tampil sesuai skema permainan yang ingin ditampilkan. Meskipun gol yang tercipta cukup banyak dari kedua tim tersebut.

Di laga ini, tim biru dihuni oleh pemain-pemain yang sering menjadi starter. Di belakang ada Supardi, Jajang Sukmara, Aang Suparman dan Naser Al Sebai. Kemudian di tengah dipasang M Ridwan, Atep, Hariono serta Mbida Messi. Lalu di depan ada Herman Dzumafo Epandi dan Kenji Adachihara.

Di babak kedua, Djanur merotasi beberapa pemain. Jajang Sukmara misalnya digantikan oleh Tony Sucipto yang semula memperkuat tim merah. Lalu Hariono diganti Asri Akbar. Meski mencetak banyak gol, Djanur mencatat ada satu dua kesalahan yang dilakukan para pemainnya.

"Lubang-lubang atau celah masih ada. Ada kejadian atau situasi yang membahayakan pertahanan," katanya.

Melihat hal itu, Djanur pun langsung memberikan koreksi, dan mengingatkan para penggawa Maung Bandung agar hal serupa tak terulang lagi.

"Tadi ada beberapa momen counter attack yang membahayakan. Kemudian Airlangga hampir bikin gol," ucapnya.

Karenanya, dinilanya permainan Persib masih belum sempurna.

"Kami masih punya waktu untuk memperbaiki ini. Jangan sampai kesalahan yang sama, terulang lagi," katanya.

Meskipun begitu, Djanur juga melihat perkembangan yang signifikan dari performa para pemain Persib yang memperkuat tim biru. Menurutya, mereka masih menguasai jalannya pertandingan. Di tim biru, beberapa pemain seperti Dzumafo dan Supardi bisa mencetak gol.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

"Pemain Harus Punya Rasa Memiliki Terhadap Persib"

BANDUNG – Pelatih Persib Bandung Jajang Nurjaman menyatakan kendati dominasi skuadnya bukan pemain asli Bandung, namun tetap ditanamkan harus mempunyai rasa memiliki klub berjuluk Maung Bandung ini.

“Dari awal saya sudah mengetuk hati mereka, di Persib harus punya rasa memiliki yang tinggi. Kalau sudah punya rasa itu, akan terbawa ke penampilan di lapangan,” ungkap Jajang, Jumat (28/12/2012).

Jajang mengharapkan setiap pemainnya tidak hanya mengejar materi serta bermain sepenuh hati di setiap pertandingan. Setelah menyampaikan hal itu di hadapan skuadnya, Janur (Sapaan Jajang) menyebut pemainnya menanggapi dengan positif.

“Main tidak dengan hati atau hanya mengejar materi, hal-hal seperti itu juga sudah saya sampaikan kepada pemain untuk tidak seperti itu. Dan tanggapan pemain positif. Karena mungkin sekarang banyak pemain yang tidak berasal dari Bandung, tapi bukan berarti pemain yang bukan orang Bandung tidak merasa memiliki Persib,” tuturnya.

Meski tetap mempertahankan pemain lokal asal Jawa Barat seperti Atep dan Jajang Sukmara, tak dipungkiri jika sebagian besar pemain Persib berasal dari daerah lain. Namun, Jajang mengaku di era kepelatihannya, Persib selalu targetnya juara. “Maka saya hanya berusaha mendatangkan pemain terbaik. Dan sekarang sudah eranya kan sudah begitu,” tukasnya.

Menurutnya, para pemain telah menunjukkan kedisiplinan baik di dalam maupun di luar lapangan. “Sampai saat ini tidak punya masalah di latihan. Karena semua pemain, asisten dan ofisial sudah belajar disiplin,” tandasnya.

Sumber: VivaBola
 By: Fikri
Read more >>

Giliran Abanda Bermasalah

JLN. LOMBOK (GM) - Setelah Maman Abdurahman dan Firman Utina yang harus menjalani latihan terpisah karena mengalami cedera, kini satu pemain lainnya, yakni Abanda Herman juga harus menepi. Pemain asal Kamerun tersebut harus berlatih sendiri akibat mengalami infeksi di sela jari kakinya. Akibat sakit yang dirasakannya ketika berjalan, dalam latihan, Jumat (28/12) Abanda memisahkan diri dari rekan-rekannya.

Dokter tim Persib Bandung, Rafi Ghani menjelaskan, infeksi yang dialami salah satu benteng pertahanan skuad "Maung Bandung" itu tidak akan lama.

"Ada infeksi di sela jari kaki kirinya. Nanti rencananya mau dikasih obat antibiotik. Mudah-mudahan cepet sembuh dan enggak membutuhkan waktu lama," kata Rafi kepada wartawan, usai latihan di Lapangan Stadion Siliwangi, Jumat (28/12).

Menurut Rafi, infeksi yang dialami Abanda tidak bisa terlalu lama terkena air dan harus segera dikeringkan. Apabila terkena air maka akan memakan waktu lama dalam penyembuhannya.

"Nanti ada tindakan yang harus dilakukan Abanda. Jadi kalau habis dari air harus cepat dikeringkan dan dikasih obat. Biasanya kalau terus-terusan kena air akan memperlambat kesembuhan," jelasnya.

Karena infeksi yang dideritanya tersebut, Abanda tidak bisa menendang bola. "Jadi kalau pakai sepatu doang masih bisa. Tapi kalau lukanya kena sentuhan atau kena bola terasa nyeri," ujarnya.

Kondisi kurang menguntungkan yang dialami ketiga pemain tersebut sempat membuat khawatir tim pelatih. Jajaran pelatih hanya bisa berharap ketiganya bisa cepat pulih dan bergabung dalam latihan agar siap tempur di laga pertama nanti.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

Tahun Baru, Harapan Baru Dzumafo

A. YANI (GM) - Tahun baru yang segera tiba menjadi harapan baru bagi salah seorang pemain asing Persib Bandung, Herman Dzumafo Epandi sebagai pemain sepak bola profesional. Di tahun 2013, Dzumafo berharap memberikan yang terbaik bagi Persib, yaitu mengangkat trofi Liga Super Indonesia (LSI).

"Harapan di 2013, mudah-mudahan saya bisa lebih baik dari tahun lalu. Mudah-mudahan bisa lebih sukses dan saya bisa bawa apa yang mereka (manajemen, red) mau, yaitu jadi juara," ujarnya kepada wartawan di Mes Persib, Jumat (28/12).

Dzumafo juga akan berusaha agar gol terus mengalir sepanjang musim dari kakinya. "Target gol pasti ada. Saya selalu ingin mencetak gol sebanyak-banyaknya untuk membantu tim saya. Mudah-mudahan di tahun 2013 ini, banyak gol yang bisa saya berikan untuk Persib," kata pemain yang dibesarkan PSPS Pekanbaru tersebut.

Berharap pulang

Mengenai rencana liburan tahun baru, Dzumafo mengatakan, jika memungkinkan, dirinya berencana pulang ke Pekanbaru, Riau untuk berkumpul bersama keluarga.

"Kalau libur, saya rencananya mau pulang. Buat acara sama keluarga. Tergantung liburnya. Kalau dikasih, saya akan tahun baru bersama keluarga," ungkapnya.

Namun sepertinya keinginan Dzumafo berkumpul bersama keluarga sulit terlaksana, karena pelatih Djadjang Nurdjaman hanya memberi libur pada tanggal 1 saja. Para pemain akan kembali berlatih, Rabu (3/1) mendatang.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

Persib Berharap Si Jalak Harupat

A. YANI (GM) - Kubu Persib Bandung akan berupaya agar partai pembuka di Kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2013 melawan Persipura Jayapura pada 13 Januari 2013 bisa dihelat di Stadion Si Jalak Harupat. Menurut Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman, banyak manfaat yang bisa didapat bila pertandingan digelar di homebase Pelita Bandung Raya tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada LSI musim ini, Persib memilih Stadion Siliwangi Bandung sebagai tempat menggelar laga. Walaupun pihak manajemen "Maung Bandung" tetap akan mengupayakan Stadion Si Jalak Harupat sebagai homebase kedua setelah Stadion Siliwangi. Namun, hingga kini masih belum disetujui pihak pengelola Stadion Si Jalak Harupat, karena sudah terlebih dahulu dihuni saudara barunya, PBR.

"Pertandingan pertama diupayakan dilaksanakan di Stadion Si Jalak Harupat. Sekarang lagi proses. Kepastiannya sih belum ada. Tapi mudah-mudahan saja bisa di sana," katanya pelatih yang akrab disapa Djanur ini saat ditemui di Mes Persib Bandung, Sabtu (28/12).

Menurut Djanur, apabila pertandingan dapat digelar di Stadion Si Jalak Harupat, otomatis permainan tim jauh lebih berkembang karena kualitas lapangan yang baik.

"Banyak keuntungan yang kita dapat di sana. Atmosfer pertandingan dapat. Lapangan dengan kualitas rumput yang baik. Bisa diprediksi, jika kita main di situ lawan Persipura, pertandingan akan berjalani lebih menarik," jelasnya.

Easy going

Sementara itu, mengenai jeda waktu yang cukup panjang menuju putaran kedua kompetisi ISL, Djanur mengaku tidak mau ambil pusing mengenai hal tersebut. Meski banyak jeda waktu antarpertandingan yang cukup panjang pada putaran II, serta beberapa pertandingan lain yang jadwalnya sangat mepet, dinilai Djanur hal itu bukan masalah.

"Tidak masalah soal jadwal. Easy going saja. Saya tahu, yang menyusun jadwal juga pusing," kata Djanur.

Dia mengatakan, ada strategi khusus untuk menghadapi jadwal tersebut, agar timnya bisa tetap bermain stabil hingga kompetisi berakhir.

"Pasti ada strategi tersendiri untuk menghadapi jeda pertandingan seperti itu. Saya sudah punya gambaran, apa yang akan kita lakukan untuk menghadapi jadwal pertandingan yang padat dan pertandingan yang jadwalnya jauh," tegasnya.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

Pemain Muda Persib Sulit Bersaing

28 December 2012
JLN. AMBON (GM) - Pemain muda binaan Persib Bandung dinilai lebih baik mencari pengalaman bersama klub lain sebelum bergabung dengan Persib senior. Bahkan beberapa pemain Persib junior atau Persib U-21 yang kini tergabung bersama para seniornya, dianggap masih kalah bersaing dan sulit menembus tim inti Persib untuk Liga Super Indonesia (LSI) 2013.

Apa yang dilakukan Dedy Kusnandar bersama Pelita Jaya (kini Arema Indonesia, red), Ferdinand Sinaga, Dias Angga, Wildansyah (Persisam Samarinda), dan Ana Supriatna (Barito Putra) adalah langkah yang tepat. Buktinya para pemain tersebut bisa mengasah taji dan dipercaya klubnya masing-masing karena jam terbangnya semakin tinggi.

"Seharusnya pemain muda terlebih dulu memperbanyak pengalaman di luar Persib bersama klub lain," kata penasihat tim Persib, Indra Thohir kepada "GM" saat ditemui di Jln. Ambon, Kamis (27/12).

Thohir menjelaskan, pemain muda membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk membentuk kemampuan sepak bolanya sehingga bisa memperkuat tim besar seperti Persib.

Setiap klub sepak bola memiliki banyak perbedaan yang mampu mempertajam kemampuan skill masing-masing pemain. Pengalaman itu adalah bekal saat memilih salah satu klub yang menjadi pelabuhan terakhir.

"Seharusnya jangan ujug-ujug masuk klub besar seperti Persib. Karena mereka butuh proses supaya menjadi pemain yang sukses," jelasnya.

Mantan pelatih Persib tahun 1994-1995 ini menegaskan, para pemain muda seharusnya bisa menyadari waktu mereka masih panjang untuk mencari pengalaman. Selain itu, menurutnya, mereka juga masih membutuhkan proses untuk menjadi pemain bintang.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

Atep Tunggu Persija

(GM) - Melakoni partai klasik dianggap mendatangkan kepuasan tersendiri bagi para pemain Persib Bandung. Terutama saat menghadapi Persija Jakarta yang selama ini menjadi seteru abadi Persib di kancah sepak bola nasional.

Begitu pun bagi kapten tim Persib, Atep. Melawan Persija baginya menjadi laga yang sangat ditunggu-tunggu. Walaupun pernah berbaju "Macan Kemayoran", ia tetap menomorsatukan Persib. Atep juga bertekad merebut kemenangan pada laga klasik yang akan digelar pada perhelatan Liga Super Indonesia (LSI) 2013 nanti.

Atep merasakan atmosfer pertandingan melawan Persija selalu terasa lain dibanding dengan tim lainnya. Untuk itu partai yang sangat ditunggu adalah melawan tim berkostum oranye tersebut. "Tentu Persija lawan yang ditunggu. Beda atmosfernya. Bukan karena bobotohnya, tapi setiap melawan Persija selalu terasa beda," katanya saat ditemui di Mes Persib, Jln. A. Yani, Kamis (27/12).

Bahkan Atep mengaku gol paling berkesan yang dibuatnya selama menjadi pemain profesional adalah ke gawang Persija. "Waktu lawan Persija, itu sangat berkesan. Karena keinginan untuk mencetak gol ke Persija juga sangat besar. Hal yang sama dirasakan pemain lain. Dan itu gol yang sangat berbeda dengan gol ke tim lainnya," ungkapnya.

Melihat komposisi tim saat ini, Atep mengaku Persib sangat berpeluang mengalahkan tim asal Ibu Kota tersebut. "Kekompakan tim musim ini sangat terasa. Disiplinnya tinggi dan pemain bintang selalu mengkuti arahan pelatih. Saya rasa ini tim paling kompak dibanding musim sebelumnya," katanya.

Dengan segala kelebihan yang dimiliki Persib saat ini, Atep menginginkan pencapaian yang terbaik untuk musim ini. "Tentu musim ini saya ingin lebih memberikan kontribusi kepada tim. Saya ingin mencetak gol dan memberikan penampilan terbaik karena penting untuk ke depannya," katanya.

Menuju internasional

Sementara itu, pemain Persib lainnya, Naser Al Sebai berharap pasukan "Maung Bandung" bisa tampil di kompetisi internasional. Tentu saja menjadi juara LSI menjadi jembatan yang harus dipijak.

"Jika klub tempat saya bermain nanti juara, tidak terbayangkan betapa membanggakannya. Terutama jika nama saya disebut dalam laga internasional bersama klub yang menjadi juara liga," kata pemain asing asal Suriah tersebut.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

Naser Boyongan

27 December 2012
A. YANI (GM) - Pemain asing Persib Bandung, Naser Al Sebai mengkhawatirkan keluarganya yang masih berada di Suriah. Pasalnya perang saudara di sana semakin memanas. Naser pun berencana membawa keluarganya ke Bandung.

Menurut pemain bernomor punggung 4 itu, perang saudara telah merenggut ketenangan dan kebebasan warga sipil. Perebutan kekuasaan, menurut Naser, hanya membuat ribuan warga sipil, termasuk anak-anak menderita.

Meski tidak berada di Suriah, namun Naser mengaku dirinya tidak lebih tenang dan sering mengkhawatirkan keluarganya.

Ia bahkan berencana memboyong keluarganya ke Indonesia saat konflik di Suriah mulai mereda.

"Bandung merupakan tempat yang baik, orang-orangnya menyenangkan. Hal ini mengingatkan saya pada Suriah dulu yang juga menyenangkan. Tetapi sekarang perang kembali terjadi dan saya sangat mengkhawatirkan keluarga. Mereka manjadi kekhawatiran saya selama ini," katanya kepada wartawan di Mes Persib, Senin (24/12).

Naser sangat berharap kekhawatirannya segera berakhir. Apalagi ia baru saja mendapat kabar pekan depan keluarganya bakal segera tiba di Bandung.

"Insya Allah doakan saja, mudah-mudahan minggu depan keluarga saya tiba di Bandung," tegasnya.

Sumber: Galamedia
 By: Khansa
Read more >>

Abanda, "Ingin Juara Bersama Persib"

26 December 2012
ASIA AFRIKA (GM) - Bergulirnya kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) yang tinggal menghitung hari, menjadi alasan bek Persib Bandung, Abanda Herman tidak merayakan natal bersama keluarga di kampung halamannya di Kamerun.

"Tidak ada waktu untuk pulang (ke Kamerun, red) karena kompetisi mau mulai. Jadi kita harus fokus ke pertandingan pertama lawan Persipura," ujar Abanda kepada wartawan, Selasa (25/12).

Abanda mengatakan akan merayakan Natal dengan berkumpul bersama teman-temannya di rumah Mbida Messi. "Besok paling saya akan kumpul-kumpul dengan teman-teman di rumah Messi. Jadi saya rayakan di sana dengan teman-teman," tambahnya.

Diakui mantan pemain Persija Jakarta itu, setiap Natal, dirinya memang lebih sering merayakan di Indonesia karena waktu libur yang tidak cukup panjang. "Setiap Natal, saya selalu di Indonesia. Paling saat 2011 saya rayakan Natal sekali di Kamerun," ucapnya.

Disinggung harapannya pada kompetisi kali ini, Abanda menginginkan bisa merasakan juara bersama Persib. Apalagi merasakan gelar juara sudah ia idam-idamkan selama berkarir di Indonesia. "Harapannya saya ingin bisa merasakan juara bersama Persib, karena saya belum pernah merasakan juara di liga," ungkapnya singkat.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

Umuh Bangga Pemain Persib Dipanggil Timnas

25 December 2012
BANDUNG, TRIBUN - Tiga penggawa Persib Bandung dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan tim nasional Indonesia yang akan berlaga di Kualifikasi Piala Asia 2015. Manajemen Persib mengaku senang ada pemainnya yang dipanggil untuk memperkuat Indonesia.

Mereka yang dipanggil untuk ikut training center timnas adalah kiper I Made Wirawan, sayap kiri M Ridwan dan sayap kanan Atep. Mereka dijadwalkan ikut pemusatan latihan di awal Bulan Januari.

"Saya sangat senang. Ini berarti Persib masih diperhatikan dan dibutuhkan," kata Manajer Persib H Umuh Muchtar kepada wartawan setelah latihan di sebuah lapangan futsal di Jalan Asia-Afrika.

Ia menambahkan, para pemain Persib dipercaya untuk membantu dan menjaga nama baik timnas Indonesia. "Saya bangga. Kalau bisa, ada enam sampai tujuh pemain (yang dipanggil) juga engga masalah," ujar Umuh.

Sumber: Tribun
By: Khansa
Read more >>

Pemanggilan Timnas Terbentur Jadwal LSI

BANDUNG, TRIBUN - Persib Bandung senang dan bangga ada tiga pemainnya yang dipanggil mengikuti pemusatan latihan tim nasional Indonesia. Tapi, Manajer Persib H Umuh Muchtar belum memutuskan apakah akan melepas tiga pemain tersebut atau tidak.

Apalagi Persib di awal Januari sudah berlaga di Liga Super Indonesia (LSI). Namun lain ceritanya jika ada pengunduran jadwal bagi Persib.
"Kalau (jadwal) kami dipending karena pemain-pemain kami mengikuti TC (timnas) umpamanya, ya saya kasihkan," tutur Umuh.

Pertengahan pekan lalu, Pelatih timnas Indonesia Nil Maizar mengumumkan 43 nama pemain yang akan mengikuti pemusatan latihan sebelum Kualifikasi Piala Asia 2015 dimulai. Indonesia tergabung dalam grup berat di ajang ini.
Di antara 43 pemain tersebut ada juga pemain dari klub LSI yang dipanggil termasuk tiga pemain Persib. Namun klub-klub LSI belum menyatakan sikap terkait pemanggilan ini.

Sumber: Tribun
By: Khansa
Read more >>

Vo2max Pemain Persib Meningkat

BANDUNG, TRIBUN - Meski berlatih di lapangan futsal, Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman melihat ada manfaat yang bisa didapat para pemain. Di antaranya adalah kondisi fisik para pemain yang meningkat.

"Jadi, saya pikir tidak jeblok-jeblok amat," ucap pelatih yang akrab dipanggil Djanur

Dikatakannya, setelah beberapa kali berlatih di lapangan futsal, ada peningkatan di kondisi fisik para pemain. "Dan vo2max-nya juga naik," katanya. Vo2max adalah kemampuan maksimal paru-paru menyerap oksigen.
Karenanya fokus tim pelatih di antaranta adalah menjaga hal tersebut. "Kami tinggal menjaga saja, meski latihan kebanyakan di lapangan futsal," ujar Djanur.

Sumber: Tribun
By: Khansa
Read more >>

Latihan di Lapangan Futsal Bisa Jaga Fisik

BANDUNG, TRIBUN - Kendati mengaku kurang maksmial, latihan di lapangan futsal yang digelar Persib Bandung rupanya bisa meningkatkan fisik pemain. Maung Bandung dalam sepekan terakhir memang kerap berlatih di lapangan futsal lantaran cuaca yang kurang bersahabat dan tak adanya lapangan yang bisa digunakan.

Hal tersebut diutarakan oleh Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman kepada wartawan. "Memang kalau di lapangan futsal tidak maksimal. Ini alternatif latihan dari pada tidak latihan," ujarnya di Mes Persib.

Ia menambahkan, latihan yang digelar di lapangan futsal juga bisa memelihara kondisi fisik Atep dan kawan-kawan. "Kemudian sentuhan bola juga terus terasah," tutur mantan pelatih Pelita Jaya Karawang ini.

Sumber: Tribun
By: Khansa
Read more >>

Problem klasik Persib Bandung

Persib Bandung kembali dihadapkan pada masalah klasik. Seperti beberapa musim terakhir, terutama saat memasuki musim penghujan Maung Bandung kembali kesulitan mencari tempat latihan yang ideal.
Hujan yang terus mengguyur Bandung dan sekitarnya disertai curah hujan yang cukup tinggi, seringkali membuat pelatih Djadjang Nurdjaman mengubah program latihan tim yang idealnya digelar di lapangan normal ke lapangan indoor.
Kondisi ini memang disayangkan sebab program latihan Persib diakui menjadi kurang maksimal. Apalagi Maung Bandung hanya tinggal memiliki waktu sekitar tiga pekan sebelum menjalani laga perdana di Indonesia Super League (ISL) menghadapi Persipura di Bandung, 13 Januari 2013 mendatang.
Minimnya fasilitas tempat latihan yang memadai di Kota Bandung, jadi salah satu faktor penyebab seringkalinya Atep dkk, secara mendadak harus memindahkan tempat latihan ke lapangan indoor. Sejumlah lapangan yang selama ini kerap dijadikan tempat latihan oleh Maung Bandung, tidak bisa digunakan setiap turun hujan. Jika dipaksakan dipakai akan membuat permukaan lapangan menjadi rusak.
“Seringkali kami harus merubah rencana, lebih ke faktor situasional saja. Sebenarnya berlatih di lapangan futsal atau indoor kurang efektif karena faktanya kita bermain di lapangan normal. Tapi karena kita harus tetap menjaga kondisi pemain, maka berlatih di lapangan futsal menjadi pilihan,” terang pelatih yang akrab disapa Djanur tersebut.
Djanur menjelaskan idealnya para pemain menjalani dua kali latihan dalam sehari. Namun, program latihan cenderung lebih efektif dilaksanakan saat latihan pagi digelar karena kondisi cuaca pada pagi hari biasanya cukup mendukung.
“Masalah sering kami hadapi ketika menjalani latihan sore. Sebab hujan seringkali turun dan akhirnya membuat kita harus memindahkan tempat latihan ke lapangan futsal. Walaupun kurang ideal, tapi sudah cukup untuk mendukung program pemeliharaan kondisi fisik. Tinggal programnya saja yang disesuaikan,” tegas Djanur.
Penasihat teknik Persib, Indra Mochamad Tohir sedikit menyayangkan kondisi tersebut. Sebab bagi Tohir, Bandung yang punya sejarah panjang dan memiliki tim sebesar Persib justru tak memiliki lapangan yang cukup memadai untuk digunkan sebagai tempat latihan.
Hal itu jelas Tohir cukup ironi jika melihat pada kenyataan yang terjadi dibandingkan daerah lain seperti Kalimantan yang justru menurut Tohir memiliki banyak lapangan sepak bola yang representatif. “Saat ini di Bandung memang sulit mencari lapangan yang bagus. Ini ironi jika melihat pada sejarah sepak bola Bandung yang memiliki tim sebesar Persib,” ujar Tohir.
“Berbeda dengan banyak daerah di Sumatera, Kalimantan dan Jawa Tengah yang menurut saya memiliki banyak lapangan sepak bola yang menurut saya cukup bagus untuk sekadar digunakan sebagai tempat latihan,” tandasnya

Sumber: BolaIndo
By: Fikri
Read more >>

Persib Masih Bingung Lepas Pemain ke Timnas

BANDUNG, TRIBUN - Manajer Persib Bandung H Umuh Muchtar mengatakan dirinya senang dan bangga dengan tiga pemanggilan pemain Persib untuk mengikuti pemusatan latihan timnas Indonesia. Namun, tambahnya, Persib bingung apakah akan melepas atau tidak melepas tiga pemain tersebut.
Apalagi di awal Januari, Liga Super Indonesia (LSI) akan bergulir.

Maung Bandung bakal mengawali liga pada tanggal 13 Januari dengan menjamu tim asal Papua, Persipura Jayapura.
"Cobalah ini KPSI-nya bagaimana. Apa saya kasihkan saja atau saya harus berunding dulu?" ucap Umuh.

Ia menuturkan, jika Persib melepas tiga pemain tersebut, dan mereka harus absen di awal liga itu merupakan kerugian bagi Persib. "Kalau tidak bisa memperkuat tim di pertandingan, repot juga," ujar Umuh.

Sumber: Tribun
By: Khansa
Read more >>

Umuh Setuju Pemusatan Latihan di Bandung

24 December 2012
BANDUNG, TRIBUN - Alasan tak jadinya pemusatan latihan di Kuningan juga dijelaskan oleh Manajer Persib H Umuh Muchtar. Musim hujan menjadi penyebab mengapa pemusatan latihan jilid dua urung dilakukan di kabupaten yang ada di kaki Gunung Ciremai itu.

"Saya kira riskan, karena sekarang musim hujan," katanya kepada wartawan setelah Persib menjalani latihan di sebuah lapangan futsal di Jalan Asia-Afrika, Senin sore.

Sebagai alternatif, Umuh mengusulkan training center atau TC digelar di Bandung. "Saya juga sudah bilang, di sini saja. Mungkin kami bisa TC di Si Jalak Harupat," ujarnya. Persib bisa mencari tempat menginap di sekitar Si Jalak Harupat jika memang akan TC di daerah Kabupaten Bandung.

Mengenai laga uji coba sebelum Liga Super Indonesia (LSI) bergulir, menurutnya mereka akan mencoba mencari lawan yang seimbang. "Dari pelatih kalau bisa mencari yang seimbang," tambah Umuh.

Ia juga tak ingin jika lawan uji coba Maung Bandung kelasnya terlalu jauh di bawah. "Kalau seperti itu percuma. Kalau bisa yang sepadan," tutur Umuh.

Sumber: Tribun
By: Khansa
Read more >>

Jaga Kondisi Persib Latihan Futsal

JLN A YANI (GM) - Latihan yang selama ini dilakukan oleh tim Persib Bandung di lapangan futsal, dinilai Pelatih Djajang Nurdjaman sangat berbeda. Meskipun berbeda, namun diakuinya latihan tersebut bisa menjaga kondisi fisik para punggawa Maung Bandung.

Oleh karenanya, Djanur mengaku tidak terlalu khawatir apabila skuad asuhannya melakukan latihan di lapangan futsal.

"Kalau di futsal memang ga maksimal, tapi itu kan sebagai alternatf dari pada tidak latihan karena kesulitan mendapat lapangan. Dengan futsal kondisi fisik terjaga," jelasnya kepada wartawan saat ditemui di Mes Persib Jalan Ahmad Yani, Bandung, Senin (24/12/12).

Selain itu menurut Djanur, teknik yang terus dilatih di lapangan futsal selama ini selalu berjalan dengan baik.

"Passing-passing, dan tekinik lainnya masih bisa berjalan sesuai dengan harapan. Kondisi fisik mereka juga malah lebih meningkat waktu kita lihat di VO2 Max," ungkapnya.

Selain itu, peningkatan diakui Djanur mulai terlihat dari finishing touch yang dilakukan oleh Atep dan kawan-kawan.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

TC Persib di Kuningan Dibatalkan

JLN A YANI (GM) - Rencana tim Persib Bandung untuk melakukan Training Center (TC) akhirnya terpaksa dibatalkan. Hal itu menurut Pelatih Persib Bandung, Djajang Nurdjaman, dikarenakan iklim yang sedang tidak mendukung dengan hujan yang terus mengguyur akan menghambat latihan dan tidak efektif.

"Karena memang kelihatannya dimana pun, terutama di jawa Barat sedang deras-derasnya hujan mengguyur. Jadi jika latihan dipaksakan pun tidak akan efektif," jelas pelatih yang akrab di sapa Djanur ini kepada wartawan saat ditemui di Mes Persib Bandung, Jalan Ahmad Yani, Bandung, Senin (24/12/12). Alternatif lain untuk mempersiapkan skuadnya menjelang pertandingan pertama melawan Persipura Jayapura di kompetisi Indonesia Super League (ISL), Djanur akan akan memaksimalkan latihan pagi hari di Bandung. "Jadi di Bandung saja dengan program latihan lebih banyak di pagi hari. Karena kalau sudah sore hujan, dan lapangan tidak ada yang bisa dipakai," tandas Djanur.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

PBR Pakai Dua Stadion

MERDEKA (GM) - Meskipun telah mendapatkan kepastian bahwa Pelita Bandung Raya (PBR) akan menggunakan Stadion Si Jalak Harupat sebagai homebase, namun Dirut PT Kreasi Performa Pasundan (KPP), Ali Fachri yang menaungi PBR masih berharap tetap bisa menggunakan Stadion Siliwangi saat kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) sudah berjalan.

"Kita memang sudah jadikan Stadion Si Jalak Harupat sebagi homebase, tapi bukan berarti tidak bisa pakai Stadion Siliwangi. Bandung 'kan terkenal dengan Stadion Siliwangi, jadi tentu saja kita juga ingin bisa main di stadion kebanggaan Kota Kembang ini," kata Dirut PT KPP, Ali Fachri kepada wartawan ditemui usai launching skuad PBR di Grand Hotel Panghegar, Jumat (21/12) lalu.

Ali memaparkan, keinginannya itu bukan berarti untuk menjadikan Stadion Siliwangi sebagai homebase juga. Tapi, sesekali jika memang memungkinkan pihaknya ingin agar PBR bisa bermain di situ saat menjamu lawannya nanti.

"Jika mungkin nanti situasinya tidak memungkinkan kita untuk menjamu lawan di Jalak Harupat, kenapa tidak kita pakai Stadion Siliwangi untuk menggelar pertandingan. Hal ini mungkin saja terjadi nanti," katanya.

Disinggung tentang jersey PBR berwarna biru tua dan putih dengan polet hitam yang disponsori Joma, disebutkan Ali, keputusan memilih warna didapatkan berdasarkan hasil rapat bersama manajemen.

Menurut Ali, awalnya pihaknya tidak ingin memilih warna biru atau putih untuk jersey. Namun, apa mau dikata hasil rapat memutuskan warna biru tua dan putih sebagi jersey PBR.

"Pertimbangannya juga karena dulu Bandung Raya kostumnya ada yang putih juga. Makanya kita pilih warna jersey yang tidak beda jauh dengan jersey PBR dulu," tegasnya.

Untuk semakin menguatkan jika PBR merupakan tim dari Jawa Barat, kata Ali, pihaknya sengaja menambahkan siluet Gedung Sate pada baru yang dipakai PBR. "Untuk bikin logo maupun desain, kita punya tim sendiri. Kita minta untuk logo ada landmark-nya Bandung, dan kita pilih Gedung Sate. Makanya ada sileut Gedung Sate di logo baru PBR," ujarnya.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

SvD Bisa Beradaptasi

A. YANI (GM) - Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman mengatakan, kendati waktu bagi Sergio van Dijk (SvD) untuk bergabung makin mepet seiring bakal digelarnya kompetisi Indonesian Super League (ISL) Januari mendatang, namun ia yakin pemain berkepala pelontos itu bisa cepat beradaptasi.

Menurut Djadjang, cukup bagi SvD untuk menyesuaikan diri dengan "Maung Bandung", meski baru mulai bergabung pada awal Januari 2013. "Jadi sebenarnya tidak ada masalah bagi dia jika benar-benar jadi bergabung," kata Djadjang kepada wartawan, belum lama ini.

Sebelumnya, media lokal Australia memberitakan bahwa Adelaide United bakal menjual SvD paling cepat pada tanggal 1 Januari 2013. Pemberitaan tersebut semakin memperkuat wacana bahwa SvD segera bergabung dengan Persib.

Djadjang menambahkan, SvD memiliki cukup banyak waktu untuk beradaptasi dengan tim, jika dia jadi bergabung pada awal Januari 2013. Pasalnya Persib baru akan memulai laga perdana di kompetisi pada tanggal 13 Januari.

Ia mengatakan, dengan dua minggu latihan, cukup untuk SvD sedikit beradaptasi dengan para pemain skuad Maung Bandung. "Lebih dari 2 minggu latihan, saya kira cukup untuk beradaptasi dan mengenal sesama teman. Jadi itu tidak masalah kalau akhirnya dia datang," ujarnya.

Sementara itu, ditanya apakah Persib telah mendaftarkan calon striker barunya tersebut kepada pengelola liga, Djadjang menjawab, belum mengetahui hal tersebut. Ia harus memastikan terlebih dulu pada pihak manajemen PT PBB.

"Nah kalau itu saya akan cek dulu ke manajemen," ujarnya.

Seperti diketahui, Komisaris PT PBB Zaenuri Hasyim menyebutkan, anggaran yang disiapkan untuk memboyong SvD sebesar Rp 5 miliar. "Anggaran yang diajukan sekitar Rp 2 miliar. Tapi jika tetap tidak bisa memboyongnya, masih ada sisa Rp 3 miliar. Jadi total yang kami siapkan untuk Sergio sebesar Rp 5 miliar," katanya.

Selain itu, saat launching tim Persib di Pendopo Kota Bandung beberapa waktu lalu, Direktur PT BB Glen Sugita mengatakan, pihaknya tengah mengupayakan satu tambahan pemain untuk Persib. "Satu pemain ini saya pikir akan menjadi pemain termahal di Indonesia," kata Glen.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

Radovic Bermain di Luar Indonesia?

KENDATI kecewa tidak lagi bergabung dengan salah satu klub terbesar di Indonesia, Persib Bandung, Miljan Radovic mengaku mendapat banyak tawaran dari tim sepak bola luar negeri. Klub yang membutuhkan kemampuannya itu di antaranya dari Thailand dan Singapura.

Padahal, Radovic mengaku telanjur mencintai Bandung sebagai rumah keduanya selain di negara asalnya, Montenegro. Beberapa solusi yang ditawarkan untuk mantan gelandang andalan Persib Bandung itu, belum terlalu bagus. Bahkan, pihak PT Liga Indonesia yang menawarkan solusi, menurut Radovic, tidak menguntungkan dirinya.

"Ya saya kecewa setelah tahu tidak lagi bersama Persib. Untuk selanjutnya saya belum tahu. Saya ditawari main di Thailand dan Singapura, tapi saya belum mau. PT Liga juga pernah kasih saran, tapi saran itu belum bagus untuk saya," kata Radovic kepada wartawan belum lama ini.

Namun, pria yang telah meluncurkan buku tentang dirinya selama di Persib ini, masih menunggu tawaran dari klub yang dianggapnya bagus untuk melanjutkan karirnya di dunia sepak bola. Dia menegaskan, kemampuannya itu hanya untuk klub yang bagus dan profesional. "Belum ada klub yang bagus. Saya hanya ingin main untuk klub yang bagus dan profesional," katanya.

Ia menambahkan, apabila selama masa penantiannya tidak ada klub bagus yang merekrutnya, Radovic memilih berhenti bermain sepak bola. "Sampai sekarang saya masih menunggu. Tapi kalau tidak ada klub bagus, lebih baik saya berhenti bermain sepak bola," ujarnya.

Menurutnya, pemain Eropa yang bermain di salah satu klub di Indonesia pasti akan kesulitan beradaptasi. Level sepak bola Indonesia dinilainya masih di bawah Eropa dari segi taktik dan teknik.

"Di Eropa levelnya lebih atas, kalau di sini masih di bawah. Dari mulai taktik, teknik semua beda. Jadi kalau orang dari Eropa main di sini pasti susah. Harus cepat adaptasi untuk bantu main teknik dan taktik. Memang Indonesia punya pontensi, tapi harus banyak belajar lagi," tutupnya.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

Pemain Selalu Pesimistis, Persib Sulit Peroleh Kemenangan di Kandang Lawan

23 December 2012
BANDUNG, (PRLM).- Bek tengah Persib Bandung, Maman Abdurahman menilai salah satu penyebab “Maung Bandung” sulit memeroleh kemenangan di kandang lawan karena para pemainnya selalu pesimistis.
Menurut dia, sebagian besar para punggawa Persib, termasuk dirinya, harus segera mengubah pandangan negatif terhadap kinerja pengadil pertandingan.
“Secara pribadi, saya beranggapan kami harus segera keluar dari pandangan-pandangan yang bisa mengurangi rasa percaya diri. Maksudnya, kalau mau main tandang, kami sering memikirkan kendala nonteknis. Misalnya, curiga wasit akan bertindak tidak adil, Hal itu akan membebani tim,” ujar Maman beberapa waktu lalu.
Pemain berusia 30 tahun itu menegaskan, hingga saat ini kinerja para pengadil lapangan yang dimiliki Indonesia memang masih sering mengeluarkan putusan-putusan kontorversial. Namun, lanjutnya, hal itu bisa dikikis secara perlahan asalkan para punggawa Persib mulai berpikir lebih positif.
Dikatakan Maman, jika faktor yang bisa memengaruhi penurunan mental tersebut sudah hilang, untuk menjuarai Liga Super Indonesia (LSI) akan semakin terbuka lebar.
Menurut dia, selain kekompakan tim dan fisik yang prima, motivasi tinggi untuk memenangi semua pertandingan harus segera terbentuk di tim besutan Djadjang Nurdjaman.
“Menurut saya sih begitu, motivasi tim jadi berkurang saat tampil di kandang lawan karena belum juga pertandingan dimulai pikiran sudah ke mana-mana. Sekarang, secepatnya pandangan itu harus dihilangkan,” ujar pemain yang kini memasuki musim kelimanya membela “Maung Bandung”.

Sumber: PR
By: Fikri
Read more >>

Atep, "Radovic Luar Biasa"

BUKU yang ditulis mantan pemain Persib Bandung asal Montenegro, Miljan Radovic yang berjudul Selangkah Lebih Maju, telah menginspirasi Atep untuk melakukan hal serupa. Menurut pemain asal Cianjur ini, yang dilakukan Radovic merupakan pencapaian istimewa.
Atep merasa terharu dengan Miljan yang bukan warga negara Indonesia, bisa menuliskan kecintaannya terhadap Persib di atas kertas. Selama Persib berdiri, baru satu orang pemain yang juga pemain asing, menulis tentang kiprahnya di skuad "Maung Bandung".

"Saya sangat bangga dengan apa yang telah dibuat Radovic. Saya pikir ini merupakan pencapaian yang luar biasa," kata Atep kepada wartawan, saat ditemui di mess Persib, Sabtu (22/12).

Menurut Atep, buku tersebut lebih banyak bercerita tentang dirinya selama di Persib ketimbang karier di negaranya, Montenegro. "Mudah-mudahan ke depan saya atau yang lainnya bisa mengikuti jejak Radovic. Dibanding karier, Radovic lebih banyak menuliskan rasa cintanya terhadap bobotoh," jelas Atep.

Atep juga mengaku sempat merasa kehilangan sosok Radovic yang murah senyum dan juga sentuhan umpan manisnya di lapangan hijau. Namun, rasa kehilangan itu adalah yang wajar dan pasti dialami setiap pemain yang berada di suatu klub sepak bola.

Kendati demikian, nama Radovic tetap melekat di hati Atep dan juga bobotoh yang sudah kadung jatuh hati pada permainan cantik sang pemain berjuluk "Raja Bola Mati" ini.

"Awalnya memang pernah merasa kehilangan. Tapi kita juga harus memikirkan tim dan tidak bisa terus larut dalam rasa kehilangan yang nantinya bisa membuat permainan kita menurun. Lama-kelamaan sosok Radovic bisa terganti dengan pemain lainnya." paparnya

Dengan diterbitkannya buku ini, lanjut Atep, ia berharap respons bobotoh terhadap buku tersebut juga bagus dan menjadi salah satu bukti sejarah Persib yang terdokumentasi sepanjang masa.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

Messi Lupakan Natal Bersama Keluarga

A. YANI (GM) - Walaupun rindu merayakan Natal bersama keluarga, pemain asing anyar Persib Bandung, Mbida Messi memastikan tidak akan pulang ke negaranya, Kamerun. Untuk mengobati rasa rindu merayakan Natal bersama keluarga, Messi memilih menghabiskan waktu bersama rekannya yang juga asal Kamerun, Abanda Herman.

Alasan Messi untuk tidak menemui keluarganya di Kamerun, karena waktu pelaksanaan Kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) sudah terlalu dekat. Sedangkan untuk mendatangkan keluarganya ke Bandung, menurut pemain bernomor punggung 88 ini juga tidak mungkin, karena memerlukan biaya yang cukup besar.

"Saya pikir terlalu susah untuk istri dan anak saya datang ke sini, karena terlalu mahal. Banyak yang harus dipindahkan dari sana ke Bandung," jelasnya kepada wartawan saat ditemui di Mes Persib Bandung, Sabtu (22/12).

Playmaker andalan skuad "Maung Bandung" itu mengatakan, dirinya lebih memilih mempersiapkan dirinya untuk bertanding melawan Persipura Jayapura dalam pertandingan LSI Januari mendatang.

Sementara satu pemain asing asal Kamerun lainnya, Dzumafo Epandi memilih merayakan Natal bersama keluarganya di Pekanbaru.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

Rencana TC Ngambang

A. YANI (GM) - Rencana Persib melakukan training center (TC) dan pertandingan uji coba di Kuningan pada 26 Desember mendatang, belum diputuskan. Hingga Sabtu (22/12), tim pelatih dan manajemen masih membahas apakah Persib akan meneruskan program tersebut atau menundanya.
Pelatih Persib, Djajang Nurdjaman mengatakan, pihaknya masih belum memastikan jadi atau tidaknya persiapan skuadnya di Kuningan. Menurutnya, salah satu alasan masih belum ada kepastian, karena Persib belum mendapatkan lawan yang seimbang untuk melakukan pertandingan uji coba.

"Untuk TC di Kuningan masih belum pasti. Lawan untuk pertandingan uji coba juga belum ada," jelas pelatih yang akrab disapa Djanur ini, kepada wartawan saat ditemui di Mes Persib Bandung, Sabtu (22/12).

Sebelumnya, Djanur mengatakan, telah melakukan komunikasi dengan pihak tim Persita Tangerang untuk mejadi lawan uji coba nanti. Namun, hingga kini, Persita juga belum memberikan konfirmasi kepada pihak Persib mengenai persetujuan bisa atau tidak menjadi lawan tanding.

Menjelang pertandingan laga pertama Liga Super Indonesia (LSI), melawan Persipura Jayapura, Januari mendatang, Djanur menginginkan lawan uji coba yang seimbang bagi skuad "Maung Bandung". Pasalnya, Persipura hingga saat ini masih menjadi tim terbaik di Indonesia.

"Waktu itu pernah kontak-kontak dengan PSPS Pekanbaru. Tapi mereka juga waktunya sedikit, karena sebentar lagi mulai kompetisi. Tadinya maunya kita yang ke sana (Pekanbaru, red)," ujarnya.

Disinggung alternatif persiapan selain di Kuningan, Djanur mengungkapkan akan memaksimalkan skuadnya latihan di Bandung. "Kalau Kuningan tidak jadi, ya latihan di sini (Bandung, red) terus. Saya lebih memilih game internal saja," sambung Djanur.

Menurut mantan pelatih Persib U-21 ini, dengan dilakukannya internal, lebih banyak hasil yang didapat. Progres positif dari sisi permainan pun kini mulai terlihat.

"Perbaikan dari game internal, lebih dapat. Kesalahan-kesalahan pemain langsung bisa dikoreksi. Hanya saja para pemain konsentrasinya masih lemah," tutup Djanur.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

Persib Siapkan Nomor Istimewa Buat Van Dijk

22 December 2012
VIVAbola – Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman tampak cukup yakin Serginho Van Dijk bakal segera bergabung awal Januari 2013 mendatang. Namun, Djanur tak ingin terlalu berharap pada sosok striker yang kabarnya tinggal selangkah lagi mengantongi status WNI tersebut.

Djanur tak menampik bakal senang jika rencana mendatangkan Van Dijk dari Adelaide United terwujud. Sebab menurutnya Van Dijk bisa memberikan dampak positif terhadap kinerja tim.

“Saya lihat dia bukan sekadar seorang eksekutor. Dia bisa berkerja dan bergerak untuk menjadi penyuplai bola bagi pemain lain,” jelas Djanur usai sesi latihan di lapangan futsal Asia-Afrika, Bandung, Jumat 21 Desember 2012.

Kabar terakhir menyebutkan jika Van Dijk bakal resmi dilepas Adelaide United per 1 Januari 2013 atau sekitar dua pekan sebelum Persib menjalani laga perdana di kompetisi Indonesia Super League (ISL) menghadapi Persipura Jayapura di Bandung, 13 Januari 2013.

Jika jadwal kedatangan Van Dijk sesuai dengan spekulasi yang berkembang. Djanur mengungkapkan optimistis proses adaptasi Van Dijk dengan permainan maupun para penggawa Persib lainnya bakal berjalan lancar.

“Kalau memang deal dan datang pada 1 Januari nanti. Saya kira waktu sekitar dua pekan menuju tanggal 13 Januari, sudah cukup ideal buat dia untuk melakukan adaptasi baik dengan pemain lain maupun skema permainan tim,” jelas Djanur.

Djanur sendiri menyatakan belum mengetahui secara pasti perkembangan transfer Van Dijk ke Persib. “Soal itu, harus di cek dulu ke Manajemen,” ungkapnya.

Terlepas dari itu, kabarnya Persib sudah menyiapkan sambutan buat Van Dijk. Salah satu bentuk sambutan yang bakal dilakukan Persib adalah dengan memberikan nomor punggung 10 buat striker berusia 30 tahun tersebut. Nomor punggung yang kerap dianggap keramat tersebut, di Persib hingga kini masih tak bertuan.

Sumber: VivaBola
By: Fikri
Read more >>

Simon Gembira PBR Akhirnya Diluncurkan

21 December 2012
BANDUNG, TRIBUN - Pelatih Pelita Bandung Raya (PBR) Simon McMenemy mengatakan dirinya sangat senang PBR akhirnya secara resmi diluncurkan. "Setelah empat sampai lima minggu kami latihan, akhirnya kami launching," kata pelatih asal Inggris ini. Ia menuturkan PBR sudah sangat siap untuk mengikuti LSI musim ini.

Ditanya soal pemain yang sudah dikontrak PBR, menurutnya itu sudah cukup. "Kami juga punya pemain-pemain berpengalaman seperti Eka dan Nova. Mereka akan membimbing pemain-pemain muda," tuturnya.

Dengan bimbingan para pemain senior, ia melihat tim ini bisa berkembang. "Tim ini akan semakin kuat," ucap Simon.

Sumber: Tribun
By: Khansa
Read more >>

PBR Kenalkan 26 Pemainnya di Hotel Panghegar

BANDUNG, TRIBUN - Pelita Bandung Raya (PBR) memperkenalkan para pemain dalam lauching yang digelar di Hotel Panghegar malam ini. Ada 26 pemain yang sudah dikontrak oleh PBR.

Mereka adalah kiper, Tema Mursadat, Edi Kurnia, Endang Subrata. Bek Edi Hafid Murtado, Nova Arianto, Syaifudin, Isna Irfansyah, Rama Pratama, Munadi, Mijo dadic, Jajang, Asep mulyana.

Di tengah ada M Arsyad, Riandi Ramadani, Rizky Pellu, Rafid Lestaluhu, Dolly ramdan Gultom, Rendi Saputra, Muhammad Solehudin, Eka Ramdani, Dane Milovanovic, Nemanja Obric, dan Iman faturohman.

Penyerang PBR Adi Sulistya, Gugum Gumilar, serta Gaston Castano.

Sumber: Tribun
By: Khansa
Read more >>

Tiga Pemain Persib Masuk Timnas Piala Asia

JAKARTA, (PRLM).- Manajemen Tim Nasional (timnas) telah mengumumkan 43 nama pemain yang dipanggil untuk menjalani pemusatan latihan untuk persiapan kualifikasi Piala Asia 2015 yang akan berlangsung Februari tahun depan.
Dari ke-43 nama tersebut, pelatih timnas Nil Maizar masih memasukan para pemain Indonesia Super League (ISL) dalam daftar panggil tersebut.
Dari enam pemain ISL yang dipanggil pemusatan, tiga pemain berasal dari Persib Bandung yakni I Made Wirawan, M. Ridwan, dan Atep. Sedangkan tiga nama pemain ISL lainnya yakni Ricardo Salampessy, Boas Solossa, dan Patrick Wanggai.
Nil menuturkan bahwa kekuatan lawan di tingkat Asia jauh lebih tinggi dibandingkan saat AFF Cup lalu, untuk itu dirinya mencoba untuk memanggil pemain-pemain terbaik di Indonesia, termasuk dari ISL.
"Saat ini mereka merupakan pemain terbaik dan yang dibutuhkan oleh tim. Mereka berhak masuk dalam timnas," imbuhnya saat dihubungi wartawan, Jumat (21/12/12).
Secara keseluruhan, menurut dia, tim ini masih didominasi oleh para pemain Piala AFF lalu seperti Endra Prasetya, Tri Wahyu Nugroho, Irfan Bachdim, Andik Vermansyah, Bambang Pamungkas, dan Raphael Maitimo. Namun, diakuinya dirinya juga melakukan beberapa perubahan.
"Dari hasil evaluasi AFF kemarin, ada beberapa pemain yang tidak memberikan kontribusi yang bagus terpaksa tidak dipanggil kembali. Kami memberikan kesempatan untuk para pemain lain untuk mengisi tempat tersebut," katanya.
Beberapa pemain yang terdepak seperti duo naturalisasi Johny Van Beukering dan Tonny Harry Cussel. Sebagai gantinya, Nil memanggil duet naturalisasi asal Arema Indonesia ISL Greg Nwokolo dan Victor Igbonefo.

Sumber: PR
By: Fikri
Read more >>

Persib Ukur Kekuatan di Kuningan Sebelum Hadapi Persipura

VIVAbola – Kekalahan dari Persisam Samarinda di semifinal Inter Island Cup (IIC) 2012 ternyata cukup untuk mendongkrak motivasi pasukan Persib Bandung jelang laga pembuka Indonesia Super League (ISL) 2013 menghadapi Persipura Jayapura di Bandung, 13 Januari 2013.

Demi mematahkan rekor tak pernah menang setiap menghadapi Persipura sejak 2008 silam. Maung Bandung berencana menggelar dua kali uji coba terakhir yang dijadwalkan dilaksanakan di sela-sela program pemusatan latihan di Kabupaten Kuningan, 26 Desember 2012 sampai 3 Januari 2013.

Salah satu lawan yang rencananya akan dihadapi Persib di Kuningan adalah klub promosi, Persita Tangerang yang tampil lumayan di ajang pra musim IIC 2012.

“Rencananya kita akan beruji coba dengan Persita. Secara kualitas Persita merupakan lawan yang sepadan untuk mengukur sejauhmana kesiapan kita jelang kompetisi nanti,” ucap pelatih Djadjang Nurdjaman.

Bagi Djadjang menghadapi tim sekelas Persipura butuh kesiapan ekstra. Statistik membuktikan Maung Bandung tak pernah menang sejak 2008 kala bertemua Persipura baik di Bandung maupun Jayapura. Musim lalu misalnya, Persib dua kali dipermalukan Mutiara Hitam, kalah 0-4 di Jayapura dan menyerah 0-1 di Stadion Siliwangi, Bandung.

“Persipura, mereka tim yang sudah lama terbentuk dan solid. Pastinya awal musim akan terasa cukup berat buat kita. Karena setelah lawan Persipura kita juga seperti diketahui bakal berhadapan dengan Persiwa Wamena (17 Januari 2013). Salah satu yang menonjol dari tim-tim Papua ini adalah kualitas individualnya,” terang pelatih yang kerap disapa Djanur tersebut.

Seusai menghadapi Persipura dan Persiwa. Sesuai jadwal yang sudah dirilis PT Liga Indonesia, Jumat 14 Desember lalu, Maung Bandung akan bertandang ke Persiram Raja Ampat dan Persidafon Dafonsoro.

Sumber: VivaBola
By: Fikri
Read more >>

PBR Dilaunching Hari ini

LEMBANG (GM) - Skuad Pelita Bandung Raya (PBR) rencananya, Jumat (21/ 12) ini, menggelar launching tim di Grand Royal Panghegar, sekitar pukul 18.00-21.00 WIB.

"Besok launching, dan tim kami sudah hampir siap untuk Indonesia Super League (ISL). Hanya tinggal beberapa saja yang akan saya tambah di latihan. Termasuk evaluasi kemarin kami kalah, empat gol itu tiga tendangan bebas dan satu penalti. Jadi saat ini kami hampir siap dan saat kompetisi dimulai tentu sudah benar-benar siap," kata Pelatih sekaligus Manajer PBR, Simon McMenemy kepada wartawan usai latihan futsal di arena futsal Pasar Lembang, Kamis (20/12).

Walaupun harus menelan dua kekalahan dan hanya satu kali menang dalam uji coba dengan tim dari Malaysia, namun Simon menilai, banyak pengalaman yang didapatkan anak asuhnya saat menjajal tiga tim asal Negeri Jiran, Johor Darul Takdzim, Johor FA, dan Johor Milatary Force.

"Bukan tentang hasil uji cobanya, tapi yang terpenting adalah pemain khususnya pemain muda mendapatkan pengalaman banyak dari uji coba kemarin. Pada uji coba itu anak-anak tampil luar biasa, mengingat tim-tim yang mereka lawan merupakan tim selevel. Seperti Johor Darul Takzim yang diperkuat oleh pemain Italia, Simone Del Nero dan Daniel Guiza dari Spanyol, yang pernah menang Piala Eropa dan top scorer La Liga," kata Simon. 

Dijelaskan Simon, buat pemain yang kurang berpengalaman seperti Jajang, Asep, dan pemain muda lainnya, bermain dengan pemain yang sudah berada di atas mereka merupakan pengalaman yang luar biasa. Dampaknya pun langsung terbukti, lanjut Simon, saat kemarin Jajang bermain sangat baik, hingga dia bisa mengawal pemain kelas dunia.

"Hal seperti itulah yang diharapkan dengan uji coba yang kita lakukan. Itu yang kami cari yang tidak bisa diperoleh dari pertandingan lain. Yang saya tekankan di sana adalah bagaimana pemain bisa menerapkan apa yang mereka dapatkan saat latihan di Bandung. Di sana kami memang tidak mencetak banyak gol, tapi saya senang mereka sudah semakin bisa melaksanakan apa yang saya instruksikan," tegasnya.

Melihat hasil permainan kemarin, Simon mengaku, masih ada beberapa yang harus ditambah. Meski demikian, katanya, masih ada waktu untuk membenahinya. Sehingga, saat kompetisi LSI mulai berjalan timnya akan bermain bagus, pertandingan kedua akan main lebih bagus lagi.

"Intinya bagaimana mempertahankan momentum, meningkatnya performa hingga masuk LSI nanti," ungkapnya.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

Miljan Rodovic Luncurkan Selangkah Lebih Maju

MERDEKA (GM) - Buku autobiografi mantan pemain Persib Bandung, Miljan Radovic berjudul Selangkah Lebih Maju yang ditulis oleh istrinya, Jelena Radovic, resmi diluncurkan. Buku tersebut berisi kecintaan Radovic terhadap olahraga sepak bola, Persib Bandung, dan bobotoh yang selalu mendukungnya.

Musim lalu bersama Persib Radovic berhasil mencetak 17 gol dan 20 assist. Namun fakta tersebut tidak cukup membuat manajemen Persib untuk mempertahankan Radovic pada laga musim depan. Dia cukup kecewa dengan keputusan tersebut. Namun apa daya, Radovic harus menerima dengan lapang dada.

"Segera ketika saya membuka mata, pada hari itu saya mendapat kabar bahwa saya tidak lagi bermain untuk Persib. Apa karena usia, itu tidak mungkin. Dalam permainan sepak bola profesional tidak ada pemain tua dan muda, yang ada hanya pemain bagus dan kurang bagus," katanya dalam buku yang dirilis di Atrium Bandung Indah Plaza, Kamis (20/12).

Setelah tidak lagi menjadi bagian dari Persib, Radovic mengaku ingin memberikan sesuatu untuk bobotoh sebagai tanda terima kasih sekaligus agar mereka bisa mengenang dirinya. Untuk itu, ia pun meluncurkan buku yang dipersembahkan untuk para pendukung setianya.

"Sebenarnya banyak yang bertanya kepada saya sampai menangis, setelah saya tidak di Persib lagi," ungkapnya.

Radovic mengatakan, bukunya sengaja dibuat, ketika dirinya telah resmi tidak diperpanjang kontraknya oleh manajemen Persib Bandung.

"Sebelum saya meninggalkan Bandung dan bermain untuk klub lain, saya ingin mempersembahkan buku ini untuk bobotoh. Penghargaan atas mereka yang begitu besar rasa cintanya terhadap Persib dan sepak bola," katanya.

Untuk langkah selanjutnya, Radovic mengaku belum bergabung dengan klub mana pun. Menurutnya, banyak solusi yang ditawarkan sejumlah pihak untuk melanjutkan kariernya dalam dunia sepak bola. Meski begitu, sejauh ini solusi tersebut dinilainya masih belum cukup bagus.

"Ada beberapa klub di ISL dan LPI. Tapi saya belum putuskan. Inginnya di ISL. Jika di ISL, sangat berarti buat saya jika nanti berhadapan dengan Persib. Kalaupun mencetak gol ke gawang Persib, saya tidak akan selebrasi," ujarnya.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

Firman Utina Absen Latihan

ASIA AFRIKA (GM) - Eks pemain Sriwijaya FC yang juga mantan kapten timnas Indonesia, Firman Utina mengalami cedera lutut saat latihan rutin di Lapangan Brigif Cimahi, beberapa waktu lalu. Firman mengalami cedera lutut pada bagian kanan, yang mengharuskan dirinya tidak hadir dalam latihan, Kamis (20/12).

Dokter tim Persib, Rafi Ghani menjelaskan, pada saat latihan Firman yang mendapatkan umpan dari rekan setimnya hendak melakukan tendangan voli, namun karena lapangan licin, tumpuan kaki Firman menjadi tak kokoh sehingga terpeleset. Akibatnya ligamen lutut kaki kanannya cedera.

Meski demikian, Rafi menyatakan, cedera yang dialami Firman diperkirakan tidak terlalu berat. Hanya saja pada saat terjatuh Firman mengaku merasa sangat sakit.

"Mudah-mudahan tidak terlalu berat. Rasa sakit awal memang sangat terasa katanya. Tapi setelah dikompres, sakitnya mulai berkurang," kata Rafi saat ditemui di lapangan futsal di Jln. Asia Afrika, Bandung.

Dia pun belum bisa memperkirakan cedera jenis apa yang melanda Firman. Untuk sementara, lanjutnya, tim dokter terlebih dahulu melakukan observasi dan perawatan selama 24 jam ke depan dengan metode "RICE" (rest, ice, compresed, elevation).

"Perlu observasi dulu sampai besok. Sekarang kita lakukan terapi dan diberi analgetik (penahan rasa sakit) dan terus dikompres," ungkapnya.

Disinggung soal risiko berkepanjangan dari cedera tersebut, Rafi menampik hal itu. Menurutnya, jika hasil observasi besok hasilnya tidak terlalu berat, Firman akan diusahakan ikut berlatih bersama tim.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

Maman Siap Berjibaku

A. YANI (GM) - Pascacedera lutut yang dialaminya saat laga melawan Persidafon Dafonsoro di Inter Island Cup (IIC) 2012, stoper Persib, Maman Abdurahman, mengaku siap berjibaku melawan Persipura Jayapura dalam laga pertama di Kompetisi Indonesia Super Leagur (ISL), Januari mendatang.

Maman mengaku cedera yang dialaminya adalah yang paling parah selama dirinya menggeluti dunia sepak bola. Sebelumnya saat bermain di PSIS Semarang, ia sempat mengalami cedera, namun tidak terlalu parah.

"Ini cedera paling parah. Waktu di PSIS Semarang juga pernah, namun tidak separah sekarang," ungkapnya kepada wartawan saat ditemui di Mes Persib, Kamis (20/12).

Disinggung mengenai kesiapan timnya dalam menghadapi Persipura, Maman mengatakan, kini skuad "Maung Bandung" sudah lebih baik dan kompak dibanding sebelumnya. Walaupun dalam gaya permainan tidak banyak berubah.

"Tim kami sudah berbeda dan lebih bagus dari kemarin, mereka kompak. Secara keseluruhan tim ini tidak banyak berubah. Sejumlah pemain baru Persib juga bagus untuk menutup kekurangan kemarin," ujarnya.

Namun apabila ada kekurangan maka ia berharap bisa menanggulanginya sehingga hasilnya memuaskan.

Ditanya mengenai kesiapan Persib dalam pertandingan tandang, Maman mengatakan, perlu diperbaiki dan faktor nonteknis pun jika bisa dihilangkan. Pasalnya, hal itu mampu mengganggu konsentrasi para pemain.

"Faktor nonteknis harus dihilangkan. Maksudnya belum bermain saja sudah banyak mikirin wasit tidak akan adil. Jadi motivasi bakal berkurang, karena mental sudah kena," ungkapnya.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

Wanggai dan Bonai Sempat Dibidik Djanur

20 December 2012

BANDUNG, (PRLM).- Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman mengaku sempat terpikir untuk menggaet penyerang Patrich Wanggai dan Titus Bonai. Ia menyatakan, talenta yang dimiliki pemain berusia 24 dan 23 tahun itu memang sangat besar untuk menjadi pemain bintang.
“Pada awal bergabung dengan Persib, saya tertarik untuk mendatangkan pemain asal Papua itu. Tapi, setelah dipertimbangkan lagi niat saya diurungkan. Wanggai dan Tibo adalah pemain yang memiliki masa depan bagus,” ujar Djadjang saat ditemui di mes Persib, Jln. Ahmad Yani, Bandung, Kamis (20/12/12).
Ia menuturkan sebagian besar pemain asal Papua memang memiliki rasa kepemilikan yang besar terhadap tim yang berasal dari daerahnya. Dengan demikian, lanjutnya, meski manajemen sempat menghubungi Wanggai, pemain yang pernah mengecap tim nasional Indonesia itu lebih memilih Persipura Jayapura.
“Setiap pemain Papua kalau bermain di klub luar Papua, pasti ujung-ujungnya kembali ke tim asal Papua. Karena, menurut mereka hal itu merupakan suatu kebanggaan,” pungkasnya.
Sumber: PR
By: Fikri
Read more >>

Para Punggawa Persib Kembali Jalani Bleep Test


BANDUNG, (PRLM).- Para punggawa Persib Bandung kembali menjalani bleep test. Bagi sebagian besar pemain, tes kebugaran fisik untuk mengukur VO2Max (volume oksigen maksimal) itu merupakan yang kedua kalinya.
Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman menyatakan, tes tersebut perlu dilakukan untuk memperbarui data kebugaran fisik pemain sebelum tampil di Liga Super Indonesia 2012-2013.
Menurut dia, sisa waktu selama 23 hari sebelum bertarung melawan Persipura Jayapura pada Minggu (13/1) masih cukup untuk pemulihan kebugaran dan pematangan strategi permainan.
Ia meyatakan, program latihan rutin yang dilakukan Atep dkk semuanya sudah mengarah pada persiapan laga pembuka liga.
“Dari hasil tes awal yang dilakukan menunjukan kemajuan yang cukup memuaskan. Tes kebugaran ini kami rasa penting untuk mengtahui perkembangan fisik pemain setelah menjalani serangkain pertandingan beberapa waktu lalu. Sebelum melakukan pemusatan latihan (TC) dan menjalani laga di LSI, saya pikir kebugaran fisik semua pemain harus sudah prima,” ujar Djadjang saat ditemui di Lapangan Futsal Asia Afrika, Bandung, Kamis (20/12).
Ia menegaskan, bleep test tersebut merupakan tes kebugaran fisik terakhir yang dilakukan semua pemainnya. “Cukup sekali lagi ini saja tes nya, tidak akan ada lanjutan. Kecuali pemain yang cedera, semuanya sudah melakukan dengan baik,” ujarnya.
Pelatih kelahiran Bandung itu mengatakan, pemain yang cedera yakni Maman Abdurahman dan Firman Utina akan menjalani tes susulan.
“Messi juga tadi belum siap, dia mengelu pahanya sakit. Mungkin besok dia akan tes. Kalau Maman dan Firman, tunggu mereka benar-benar sembuh saja,” ucapnya.
Disinggung mengenai kebugaran fisik pemain yang sempat tidak mengikuti tes cross country dan bleep test jilib pertama beberapa bulan lalu, Djadjang menilai kebugaran Jajang Sukmara, Supardi, M. Ridwan dan I Made Wirawan cukup memuaskan.
Seperti diketahui, waktu itu mereka tidak mengikuti tes karena sedang menjalani pemusatan latihan bersama tim nasional Indonesia versi KPSI di bawah asuhan Alfred Riedl.
Sementara untuk bek tengah Naser Al Sebai, mantan pemain Tripoli Sporting Club itu memang baru saja bergabung dengan “Maung Bandung”.
“Kebugaran Naser juga sangat bagus. Padahal dia mengaku ini merupakan metode tes yang pertama kali dilakukannya. Di klub lamanya tidak pernah. Tadi menunjukan Aang, Naser dan Atep masih yang paling bugar,” tutur mantan asritek Pelita Jaya itu.
Seperti diberitakan “PRLM” sebelumnya, gelandang serang “Pangeran Biru”, Atep, sementara ini merupakan pemain yang memiliki VO2Max tertinggi. Pada tes fisik yang digelar di Lapangan Armed, Cimahi, Rabu (5/9) lalu, VO2Max yang dimiliki pemain asal Cianjur itu mencapai angka 56 liter per menit.
Menurut pelatih fisik Dino Sefriyanto, torehan tersebut menjadi sangat memuaskan karena rata-rata pemain sepak bola nasional Indonesia memiliki VO2Max 53 liter per menit. Adapun yang paling tinggi mencapai 58 liter per menit.
Dino memastikan para pemain siap untuk mengarungi seluruh laga LSI musim depan. “Ada perkembangan signifikan. Selebihnya tinggal pemeliharaan. Pada intinya, tingkat 'fitness' para pemain kuat untuk menjalani 34 pertandingan dengan jadwal yang rata-rata 2 kali main dalam seminggu,” tuturnya.
Dino juga menyatakan puas dengan perkembangan yang diperlihatkan dua pemain asing asal Kamerun, Mbida Messi dan Herman Dzumafo.
“Untuk Messi, kami sudah mengetahuinya dalam tes sebelumnya dan terlihat ada peningkatan bagus. Begitu juga dengan Dzumafo,” katanya.
Dino belum bisa membeberkan mengenai hasil lengkapnya. Namun, berdasarkan pantauan di lokasi, Aang Suparman menjadi yang terbaik karena mampu berlari mencapai level 13.7 diikuti Atep dan Naser Al Sebai yang sama-sama mencapai level 13.1.
Sumber: PR
By: Fikri
Read more >>
 
 
 
 
Copyright © Persib Online
Powered by Blogger