Lawan New Radiant, Gol Terbanyak Persib di Kompetisi Asia

26 February 2015
Empat gol yang dicetak ke gawang New Radiant SC pada laga pembuka Grup H Piala AFC 2015 di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (25/2/2015) menjadi jumlah gol terbanyak yang dibuat  Persib dalam satu pertandingan di kompetisi Asia. Jumlah itu memecahkan rekor jumlah gol kemenangan Persib 3-1 atas Pasay City di Piala Champions Asia 1995/1996.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

Main 12 Menit, Gelandang Persib Belum 100 Persen

Firman Utina come back. Setelah dibekap cedera pada pertandingan final Inter Island Cup (IIC) 2014 lalu, Firman dimainkan pada saat Persib menghadapi New Radiant di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (25/2/2015).

Bagi Firman, meskipun belum dapat tampil 100 persen karena masih tahap pemulihan, perkembangan kesehatannya tetap disyukurinya. Apalagi ia ingin terus memberikan penampilan terbaik dalam setiap laganya.

"Main 12 menit tetap berusaha semaksimal mungkin memberikan yang terbaik dan menjawab kepercayaan pelatih. Tapi saya akui penampilan tadi belum 100 persen karena masih tahap pemulihan cedera," beber Firman di laman resmi Persib, Kamis (26/2/2015).

Menanggapi kemenangan 4-1 yang diraih timnya, pemain yang sering menyandang ban kapten Timnas Indonesia ini berharap keberhasilan tersebut tidak membuat jemawa timnya. Namun tetap melakukan evaluasi sekalipun meraih kemenangan.

"Saya kira untuk apa dan seperti apa permainan pelatih yang lebih berwenang. Tapi akan selalu ada hal yang harus dievaluasi. Jadi saya berharap kemenangan ini tidak membuat kita berpikir kita sudah sempurna," ungkapnya.

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

Mika Lonnstrom Akui Telat Ubah Taktik

Pelatih New Radiant Mika Lonnstrom mengakui kesalahannya telat mengubah taktik permainan ketika digasak Persib Bandung 4-1 dalam pertandingan perdana Grup H Piala AFC 2015 di Stadion Si Jalak Harupat kemarin.
Lonnstrom mengatakan, dirinya kecewa dengan hasil yang didapat tim asuhannya. Menurut arsitek asal Finlandia ini, performa yang ditampilkan para pemain masih sangat buruk, dan tidak sesuai dengan rencana.
“Tentu kita kecewa dengan hasil ini. Performa kita di babak pertama sangat buruk, taktik kita tidak sesuai rencana. Di babak kedua kita lakukan dua sampai tiga perubahan, dan kita punya permainan bagus selama 15 menit. Tapi sepakbola itu 90 menit, dan hasilnya kita kalah. Kita kemasukan tiga gol dengan begitu mudah,” jelas Mika usai laga.
Lebih lanjut Lonnstrom menilai gol cepat yang dilesakkan pemain Persib mengubah pola permainan mereka. Selain itu, kecepatan pemain sayap Maung Bandung pun dirasa membuat lini pertahanannya kewalahan, dan dirinya mengakui terlambat mengubah taktik.
“Saya katakan pertahanan mulai kacau ketika Persib mencetak gol cepat. Itu mengubah gaya permainan. Kita tidak bertahan, dan ketika kita kemasukan tiga gol baru sadar untuk mengubah taktik. Kita kewalahan, seharusnya kita menekan Persib ketika mereka sudah masuk ke sepertiga permainan kita, bukan sejak dua per tiga lapangan,” tambahnya.
Meski harus pulang dengan tangan hampa, pelatih jangkung itu berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah menerimanya dengan baik selama berada di kota Bandung. Dirinya berharap suatu saat nanti bisa meraih kemenangan di hadapan Bobotoh.
“Saya ucapkan terima kasih, karena diterima di sini dengan baik. Sekarang saya akui kita sedang kecewa, semoga di kemudian hari kita yang senang, dan kalian yang tidak senang,” tutup Mika seraya tertawa.

Sumber: Goal
By: Fikri
Read more >>

Tawa Pelatih Nyentrik New Radiant Usai Dibantai Persib

Tawa Pelatih Nyentrik New Radiant Usai Dibantai Persib

VIVA.co.id - New Radiant memang gagal memetik poin di laga perdana babak penyisihan Grup H, AFC Cup, Rabu, 25 Februari 2015. Bertandang ke markas Persib Bandung, Stadion si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, tim asal Maladewa itu dibantai tanpa ampun 1-4.


Meski demikian, Pelatih New Radiant, Mika Lonnstrom, mampu mencuri perhatian. Penampilannya yang terbilang 'nyentrik' telah menyedot perhatian penonton yang hadir langsung di stadion maupun yang menyaksikan aksinya lewat layar kaca.

Gaya berpakaian pria asal Finlandia itu memang terlihat mencolok dengan stelan jas berwarna merah dan kemeja putih plus dasi. Meski setelan atasnya cukup 'maskulin', tapi Mika justru memadukannya dengan celana pendek merah dan sepatu kets. Sosok Mika semakin terlihat 'aneh' dengan dandanan rambut gondrong yang dikuncir rapi.
Mika Lonnstrom
Gaya berpakaian ini memang jarang terlihat pada pelatih-pelatih profesional lainnya. Namun itulah Mika. Gaya eksentriknya bukanlah hal yang baru. Saat masih menangani tim asal Thailand, Police United, Mike juga kerap mengenakan busana yang sama.

Di balik gaya berpakaian yang terkesan 'nyeleneh', Mika merupakan sosok pelatih yang bersahabat. Gaya berpakaian yang dikenakannya seolah menyiratkan kepribadiannya yang cukup easy going dan mudah bergaul. Tak mengherankan jika skuat New Radiant tampak cukup 'menikmati' arahan dan instruksi yang diberikannya.
Mika Lonnstrom
Penampilan Mika yang sangat mencolok itu pun tak luput dari pertanyaan awak media untuk menjawab rasa penasaran publik yang ingin tahu alasan di balik busana aneh tersebut. Namun, ketika awak media menanyakan soal caranya berpakaian yang unik, Mika hanya terkekeh tanpa mengeluarkan komentar.

Mika merupakan pelatih kelahiran Porvoo, Finlandia, 24 Mei 1974. Di negara asalnya, sepakbola bukanlah olahraga favorit. Penduduk di sana lebih senang menyaksikan pertandingan hoki es maupun balapan Formula 1.

Namun situasi ini tidak menyurutkan minat Mika untuk menjadi pelatih sepakbola. Bahkan di usia 18 tahun dia sudah menangani tim muda  FC Futura. Awalnya Mika hanya menjadi staf pelatih sampai akhirnya dia menerima Lisensi A UEFA, tahun 1998.

Dengan lisensi yang lebih mentereng, dia mulai menjadi pelatih dan direktur pelatih untuk beberapa klub. Setelah mengantongi lisensi UEFA Pro, Mika kembali menangani sejumlah klub dan sempat berlabuh di tim Divisi II, Thailand Police United, 2013-14. Dia merupakan pelatih asal Finlandia pertama yang menangani klub dari benua Asia.

Sukses membawa Police United menjuarai Liga Thailand Divisi II 2013, Mika secara mengejutkan memutuskan untuk mengundurkan diri. Pada Agustus 2014 lalu, dia lalu bergabung dengan tim tersukses di Maladewa, New Radiant.

By: Fikri
Read more >>

Langkah Mantap 2 Wakil Indonesia di Pembukaan AFC Cup

VIVA.co.id - Langkah meyakinkan ditunjukan dua wakil Indonesia, Persipura Jayapura dan Persib Bandung, pada laga perdana mereka di ajang AFC Cup 2015 usai sama-sama berhasil meraih kemenangan besar tengah pekan ini.

Kedua finalis Indonesia Super League (ISL) musim lalu ini menjadi wakil di kompetisi kasta kedua antar klub Asia tersebut. Meski belum menjalani kompetisi lokal, ternyata baik Persipura maupun Persib mampu tampil dengan trengginas.

Persipura lebih dulu tampil pada laga hari Selasa kemarin, 24 Februari 2015, saat bertandang ke Jalan Besar Stadium untuk menghadapi juara Liga Singapura, Warriors FC.

Meski tampil di hadapan pendukung lawan, tim asuhan Oswaldo Lessa itu sukses menang besar 3-1 atas klub tersukses S-League tersebut. Gol Lancine Kone, Boaz Solossa, dan Nelson Alom membuat Warriors tak berkutik.

Gol Boaz bisa dibilang sangat fantastis. Sambil membelakangi lawan, kapten Persipura itu melepaskan tendangan voli menyambut bola pantul. Tendangan kerasnya mengejutkan kiper lawan.

Usai pertandingan, Asisten Pelatih Persipura, Mettu Dwaramury, mengungkapkan kunci sukses timnya menekuk Warriors. Menurut dia, dalam laga tersebut, Boaz Solossa dan kawan-kawan diminta untuk mengeksplorasi kelemahan sisi pertahanan tim tuan rumah.

"(Marin) Vidosevic tidak memiliki kecepatan, meski berpostur tinggi dan empat bek mereka bermain datar. Kami juga tahu bagaimana klub Singapura cenderung bermain," ujar Mettu dalam situs resmi AFC.

"Sehingga, dengan mudah kami bermain melewati mereka untuk mengekspose pertahanan lemah mereka," katanya.

Kemenangan ini menjadi modal penting buat Persipura yang berambisi merebut prestasi lebih tinggi dibandingkan musim kemarin, saat hanya bisa menembus semifinal sebelum kalah dari Al Qadsia, yang keluar menjadi juara AFC Cup 2014.

Tiga poin yang direbut di Singapura menempatkan tim berkostum merah-hitam itu ke puncak klasemen sementara Grup E. "Teman-teman semua bermain dengan baik jadi kami bisa menang," tutur Alom seperti dikutip situs resmi PSSI.

"Kalau diberikan kepercayaan oleh pelatih, saya terus berusaha untuk tampil maksimal di setiap pertandingan," kata pemain yang berhasil mencetak satu gol ke gawang Warriors tersebut.

By: Fikri
Read more >>

Manajer Persib Sebut BOPI Cuma Cari Masalah

VIVA.co.id - Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, bereaksi atas pernyataan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), yang menilai Maung Bandung di bawah standar kualifikasi klub yang layak berkompetisi secara profesional. Umuh menyebut sikap dan penilaian BOPI 'aneh' dan cuma mencari masalah.

Sebelumnya BOPI menyampaikan pernyataan yang membuat panas kuping seluruh klub kontestan Indonesia Super League (ISL), tak terkecuali Persib. BOPI menyebut Persib belum memenuhi standar kelayakan meski sudah dinyatakan lolos verifikasi oleh PSSI dan PT Liga Indonesia, dua lembaga yang secara sah diakui oleh FIFA sebagai yang berhak melakukan verifikasi.

"Ah aneh saja, sekarang muncul lagi masalah. Mereka sepertinya memang sengaja cari-cari masalah. Bikin masalah yang seharusnya tak perlu jadi masalah. Sekarang balikin aja pertanyaannya, apakah mereka (BOPI dan Menpora) punya hak untuk melakukan verifikasi?" kata Umuh kepada wartawan, Rabu 25 Februari 2015.

Dalam versinya, BOPI memasukkan Maung Bandung sebagai klub yang belum lolos verifikasi. Di mata BOPI, Persib belum memenuhi sejumlah persyaratan seperti penyerahan laporan keuangan dan pajak, laporan kontrak pemain, hingga kegiatan yang sifatnya tanggung jawab sosial kemasyarakatan.

Soal itu, Umuh menegaskan Persib sudah memenuhi semua persyaratan termasuk soal laporan dan pembayaran pajak. "Soal pajak kita haruslah bayar dan saya yakin semuanya sudah dibayar. Yang jelas kita sudah memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan dan itu mengacu pada aturan PSSI sama PT Liga, bukan yang lain," tegasnya.

Menurut Umuh, apa yang dilakukan BOPI dan Menpora selama ini hanya mengacaukan tanpa memberikan solusi nyata jika memang kedua lembaga tersebut melihat ada masalah. "Kalau memang ada masalah ya bantulah karena yang saya lihat BOPI dan Menpora ini sebenarnya cukup bisa untuk membantu dan membenahi sepak bola Indonesia," terang Umuh.

"Jangan malah jadinya menghancurkan, karena penundaan ini sepak bola Indonesia jadi terancam di-banned sama FIFA. Kemarin sebenarnya kompetisi masih bisa jalan sambil membenahi segala kekurangan yang ada di klub," ujar dia.

By: Fikri
Read more >>

Dua Rival Persib di Grup H Piala AFC Bermain Imbang

25 February 2015
Dua rival Persib di Grup H Piala AFC 2015, Lao FC dan Ayeyawady United bermain imbang 2-2 di Stadion Sports Complex Viantiane, Rabu (25/2/2015). Dalam pertandingan ini, tuan rumah sempat tertinggal 2-0 terlebih dahulu.

Dilaporkan laman resmi AFC, Ayeyawady United membuka keunggulan pada menit 21 melalui Riste Naumov. Pada menit 57, striker asal Makedonia itu menggandakan keunggulan Ayeyawady.

Namun, tuan rumah berhasil bangkit dan mencetak dua gol balasan dalam rentang waktu dua menit melalui Sitthideth Khanthavong pada menit 63 dan Phatthana Syvilay di menit 65.

Dengan hasil itu, Persib memimpin klasemen dengan mengumpulkan nilai 3.

Klasemen Sementara Grup H

1. Persib        1    1    0    0    4-1    3
2. Ayeyawady United    1    0    1    0    2-2    1
3. Lao FC        1    0    1    0    2-2    1
4. New Radiant SC    1    0    0    1    1-4    0

Sumber: Galamedia
By: Khansa
Read more >>

New Radiant Dilumat Persib, Ini Komentar Pelatih Nyentrik

VIVA.co.id - Klub asal Maladewa, New Radiant, gagal memetik poin, saat bertandang ke markas Persib Bandung, Rabu 24 Februari 2015. Bertanding di Stadion si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, tim besutan Mika Lonnstrom tersebut kalah telak 1-4.
Kedua tim bertarung pada babak penyisihan Grup H AFC Cup 2015. Sepanjang pertandingan, New Radiant tertekan dan hanya mampu membalas lewat serangan balasan dan beberapa kali mengancam lewat tendangan-tendangan jarak jauh.

"Performa tim kami di babak pertama sangat buruk. Taktik yang kami jalankan tidak sesuai dengan rencana. Makanya, kami lakukan dua sampai tiga perubahan dan kami punya permainan bagus selama 15 menit. Tetapi, sepakbola itu 90 menit dan hasilnya kami kalah," kata Lonnstrom kepada wartawan usai pertandingan.

Persib memang tampil mendominasi permainan melawan New Radiant sore tadi. Di babak pertama, tiga gol sudah berhasil disarangkan Maung Bandung ke gawang tim tamu. Gol pembuka ruan rumah, dicetak oleh Achmad Jufrianto pada menit ke-14.

Pada menit ke-42, giliran Makan Konate yang sukses  mencatatkan namanya di papan skor. Pemain asal Mali itu melepaskan sepakan keras dari dalam kotak penalti usai menerima umpan silang Toni Sucipto. Sedangkan gol ketiga dicetak Atep Rizal.

Di babak kedua, Persib sempat lengah dan kecolongan lewat gol Ashad Ali. Namun Persib kembali memperlebar jarak menjadi 4-1 lewat gol Yandi Sofyan. Skor ini bertahan hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan.

"Kami butuh analisis mendalam. Pemain kami begitu frustasi dengan gol-gol yang diciptakan Persib. Saya akui, pertahanan kami mulai kacau, ketika Persib mencetak gol cepat. Kami kewalahan, seharusnya kita menekan Persib, ketika mereka masuk ke sepertiga permainan kita. Tetapi, kami tetap kalah," beber pelatih asal Finlandia itu.

Meski timnya kalah, namun kehadiran Lonnstrom di pinggir lapangan cukup menghibur. Penampilannya yang nyentrik dengan memadukan jas merah dengan celana selutut, membuat sosoknya sangat menyolok di pinggir lapangan.  Apalagi, mantan pelatih Police United ini selalu berdiri nyaris sepanjang pertandingan.

By: Fikri
Read more >>

Dedi Kusnandar Ingatkan Rekannya Tak Lengah di Laga AFC Lainnya

BANDUNG, TRIBUN - Kemenangan 4-1 Persib Bandung atas New Radiant SC tak membuat Dedi Kusnandar besar kepala.
Ia justru mengingatkan, lawan-lawan Persib selanjutnya di AFC tak mudah.
"Hasil ini harus disyukuri namun tak berarti lengah di pertandingan berikut karena lawan-lawan sulit dikalahkan," ujarnya seusai laga Rabu (25/2).
Menurut gelandang bertahan itu jalan Persib masih panjang untuk mencapai target minimal babak semifinal. Persib masih punya lima laga di penyisian.
"Target kita adalah lolos dulu di babak ini dan tentu bakal berusaha kembali, kerja keras," katanya. Pemilik nomor punggung 11 mengharapkan timnya mampu mengulang kemenangan. Ini pun dinilai sebagai kebangkitan.
"Saya tentu senang karena menang di pertandingan perdana AFC. Ini hasil positif apalagi sempat kalah di ajang LCA beberapa waktu lalu. Semoga ke depan kembali meraih hasil bagus," kata Dedi.

By: Khansa
Read more >>
 
 
 
 
Copyright © Persib Online
Powered by Blogger