Lini Tengah Bermasalah

4 June 2013 GRESIK (GM) - Kekalahan Persib Bandung atas tuan rumah Persegres Gresik United 1-2 di Stadion Tri Dharma, Gresik, Senin (3/6), meninggalkan pekerjaan rumah sangat besar. Terutama jika Persib masih berharap bisa bersaing di papan atas Liga Super Indonesia (LSI) 2012-2013.

Pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi yakni sektor tengah yang dalam pertandingan kemarin, tampak menjadi lini paling lemah. Absennya Firman Utina akibat sanksi kartu merah yang diterimanya ketika Persib kalah atas Arema Indonesia 0-1, serta akumulasi kartu kuning yang dialami Hariono berdampak fatal.

Mbida Messi yang diharapkan bisa menjalankan fungsi playmaker seperti tugas Firman, jauh dari harapan. Begitu pun dengan tugas Asri Akbar sebagai pemotong alur serangan Gresik tidak berjalan dengan baik. Akibatnya, lini tengah Persib seperti mati kutu.

Maka sangat wajar jika pelatih Djadjang Nurdjaman menilai permainan yang diperlihatkan Persib, terutama sektor gelandang merupakan yang terburuk sepanjang musim ini.

"Lini tengah kita tidak bisa memainkan bola dengan baik, sehingga membuat permainan kita tidak jalan. Absennya Hariono berdampak paling besar," ujar Djadjang Nurdjaman dalam konferensi pers usai pertandingan, Senin (3/6).

Jika melihat permainan yang diterapkan Persib kemarin, sepertinya Djadjang harus mulai berani menerapkan pola baru sebagai alternatif jika menghadapi kendala serupa. Apalagi ciri khas permainan yang diperlihatkan Hariono sangat memungkinkan pemain asal Sidoarjo ini sering absen. Sebagai referensi, hingga kini Hariono menjadi kolektor terbanyak kartu kuning yang mencapai 5 kartu, yang mengakibatkan ia sudah absen dua kali sepanjang musim.

Selain itu, peran Mbida Messi yang dalam beberapa pertandingan mendapat tugas sebagai playmaker juga belum ada yang berjalan mulus.

Pola alternatif

Salah satu cara tentu saja Djadjang harus mengantisipasinya dengan mempersiapkan pola alternatif dalam menyusun komposisi tim. Hingga saat ini, Djadjang belum mencoba menempatkan Atep sebagai playmaker. Padahal di musim sebelumnya, Atep kerap kali mengisi posisi penting tersebut.

Atau bahkan bisa mengoptimalkan Tony Sucipto menjadi gelandang bertahan yang juga pernah dilakukannya bersama Sriwijaya FC dan Persijatim Solo FC. Seperti halnya Atep, di musim sebelumnya, Tony kerap kali menggantikan posisi Hariono. Sebagai pemain serbabisa, Tony beberapa kali memperlihatkan permainan maksimal di sektor gelandang bertahan.

Sementara untuk posisi sektor bek sayap yang ditinggalkan Tony, Persib bisa mempercayakannya pada Jajang Sukmara yang tidak bisa diremehkan pengalamannya.

Sumber: Galamedia
By: Khansa

0 comments:

Post a Comment

 
 
 
 
Copyright © Persib Online
Powered by Blogger