"Memang muncul rasa percaya diri karena bisa menyelesaikan latihan dengan baik, dan bisa menjadi yang tercepat. Saya jadi semakin siap untk bersaing dengan yang lain," kata Aang di Mess Persib Jln. Ahmad Yani, Selasa (17/9).
Untuk memperoleh kondisi prima, memang tidak diperoleh secara instan oleh Aang. Pemain kelahiran 21 September 1984 ini mengaku selalu berusaha menjaga kondisi fisiknya. Baik di saat kompetisi tengah berjalan maupun saat kompetisi sedang libur. Jika kopetisi tengah libur, Aang mengaku selalu melakukan jogging. Minimal selama 35 menit setelah ia melaksanakan salat subuh.
Selain itu, jika ia tengah berada di kampung halamannya di Garut, ia juga tetap menyempatkan untuk melakukan hal serupa. "Kalau di Garut, jogging itu memang seperti cross country. Jadi memang sudah terbiasa jika melakukan cross country," katanya.
Di tiga kali cross country, Aang memang selalu bersaing dengan Atep. Keduanya merupakan pemain Persib yang mampu melahap cross country dengan waktu tercepat.
Seperti halnya Atep, Aang juga memiliki Vo2Max yang berada di atas rata-rata pemain Persib. Saat masih berseragam Persibo Bojonegoro, Aang mengaku memiliki Vo2Max (konsumsi oksigen maksimal, red) sebesar 57 ml/kg/ menit. Setelah bergabung bersama Persib, Aang mengaku masih berusaha untuk meningkatkan Vo2Maxnya.
"Kalau bisa lebih dari itu. Karena Vo2Max menjadi modal agar pemain bisa tampil prima di kompetisi yang cukup panjang," katanya.
Namun, Aang mengakui, kelebihan yang dimilikinya dari sisi fisik tidak serta merta menjadikannya pilihan utama. Pelatih tentu memiliki pertimbangan lain selain faktor fisik. Namun ia akan berusaha untuk selalu menunjukkan penampilan maksimalnya di sepanjang proses latihan.
"Pelatih tentu akan melihat selama proses latihan. Main atau tidak, itu kebijakan pelatih. Tetapi saya akan berusaha untuk menjadi pemain inti," tuturnya.
Oke Aang. Jaga terus kondisi fisik. Pemain Bandung harus mampu bersaing dengan pemain asing.
Sumber: Galamedia
By: Khansa

0 comments:
Post a Comment