SOREANG,(GM)-
Gol melalui titik penalti yang dieksekusi Miljan Radovic di akhir pertandingan, menyelamatkan Persib dari kekalahan saat ditahan imbang Persela Lamongan 1-1, di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kab. Bandung, Minggu (11/3).
Hasil ini semakin mempersulit Persib untuk bersaing di papan atas klasemen sementara Liga Super Indonesia (LSI). Kini Persib hanya memiliki nilai 22 dari 14 kali laga yang dijalaninya. Sedangkan Persela tetap mampu bersaing di papan atas dengan nilai 25 dari 14 kali laga.
Atas hasil ini, pelatih Persib menyebut Persela lebih banyak dinaungi dewi fortuna. Pasalnya Persib lebih banyak memiliki peluang.
"Persela hanya memiliki satu peluang dan menjadi gol. Sedangkan kita memiliki peluang sekitar 13 kali tetapi hanya satu yang menjadi gol. Dalam sebuah pertandingan, keberuntungan memang hanya berpihak pada satu tim," kata Drago, usai laga kemarin.
Diungkapkan, Persib sebenarnya mampu bermain dengan baik. Namun kali ini Persela merusaknya dengan melakukan beberapa kali delay atau menunda permainan.
Beberapa kali pemain Persela tampak cedera. Bahkan pelatih Persela, Miroslav Janu pun melakukan hal serupa. "Kita memang dirusak delay mereka," kata Drago.
Sementara itu, pelatih Persela Lamongan, Miroslav Janu mengatakan, cukup puas dengan hasil ini. Meski sebelumnya tiga poin sudah berada di depan mata.
"Ini hasil yang cukup fair. Meski sebenarnya kita bisa meraih tiga angka jika Gustavo Lopez bisa bermain di laga ini," katanya.
Menurutnya, sepanjang 45 menit pertama Persela mampu bermain baik. Bahkan mampu mencetak gol. Di babak kedua, Janu memang telah memperkirakan Persib akan memasukkan beberapa pemain untuk menambah daya serang.
"Tetapi saya sudah katakan kepada anak-anak, tidak perlu takut kepada nama besar pemain timnas Indonesia yang dimiliki Persib. Dan ternyata kita bisa meraih poin di Bandung," ujar mantan pelatih Arema Indonesia ini.
Kecolongan
Bertindak sebagai tuan rumah, Persib lebih banyak didikte oleh tamunya. Persela lebih banyak menguasai jalannya pertandingan. Bahkan "Laskar Joko Tinggir" lebih banyak memiliki peluang. Sebaliknya Persib nyaris tanpa peluang yang membahayakan gawang Persela.
Ditekan secara beruntun, Persib tak mampu memberikan reaksi. Persib masih terus gagal menciptakan ancaman ke gawang Persela.
Di akhir babak pertama, tepatnya di menit ke-42 Persela memberikan kejutan. Menerima umpan mendatar dari Taufik Kasrun, Mario Costas mampu melepaskan tembakan ke gawang Persib. Tak terduga, tendangan Costas tak bisa dihalau Jendry.
Di babak kedua, Persib lebih banyak menguasai jalannya pertandingan. Diawali dengan peluang Tony Sucipto di menit 52, Persib langsung memberondong dengan peluang lainnya melalui M. Ilham, Miljan Radovic, Rabbie Gaspar, dan Hariono.
Sayang peluang tersebut selalu gagal berbuah hasil. Hingga akhirnya di menit 86, M. Ilham yang tengah melakukan penetrasi diganjal Suroso di kotak penalti. Tanpa menyia-nyiakan peluang, Miljan yang menjadi algojo membuat kedudukan menjadi imbang, 1-1.
Kedudukan ini bertahan hingga wasit Adi Rianto meniupkan peluit panjang.
Atas hasil ini, pelatih Persib menyebut Persela lebih banyak dinaungi dewi fortuna. Pasalnya Persib lebih banyak memiliki peluang.
"Persela hanya memiliki satu peluang dan menjadi gol. Sedangkan kita memiliki peluang sekitar 13 kali tetapi hanya satu yang menjadi gol. Dalam sebuah pertandingan, keberuntungan memang hanya berpihak pada satu tim," kata Drago, usai laga kemarin.
Diungkapkan, Persib sebenarnya mampu bermain dengan baik. Namun kali ini Persela merusaknya dengan melakukan beberapa kali delay atau menunda permainan.
Beberapa kali pemain Persela tampak cedera. Bahkan pelatih Persela, Miroslav Janu pun melakukan hal serupa. "Kita memang dirusak delay mereka," kata Drago.
Sementara itu, pelatih Persela Lamongan, Miroslav Janu mengatakan, cukup puas dengan hasil ini. Meski sebelumnya tiga poin sudah berada di depan mata.
"Ini hasil yang cukup fair. Meski sebenarnya kita bisa meraih tiga angka jika Gustavo Lopez bisa bermain di laga ini," katanya.
Menurutnya, sepanjang 45 menit pertama Persela mampu bermain baik. Bahkan mampu mencetak gol. Di babak kedua, Janu memang telah memperkirakan Persib akan memasukkan beberapa pemain untuk menambah daya serang.
"Tetapi saya sudah katakan kepada anak-anak, tidak perlu takut kepada nama besar pemain timnas Indonesia yang dimiliki Persib. Dan ternyata kita bisa meraih poin di Bandung," ujar mantan pelatih Arema Indonesia ini.
Kecolongan
Bertindak sebagai tuan rumah, Persib lebih banyak didikte oleh tamunya. Persela lebih banyak menguasai jalannya pertandingan. Bahkan "Laskar Joko Tinggir" lebih banyak memiliki peluang. Sebaliknya Persib nyaris tanpa peluang yang membahayakan gawang Persela.
Ditekan secara beruntun, Persib tak mampu memberikan reaksi. Persib masih terus gagal menciptakan ancaman ke gawang Persela.
Di akhir babak pertama, tepatnya di menit ke-42 Persela memberikan kejutan. Menerima umpan mendatar dari Taufik Kasrun, Mario Costas mampu melepaskan tembakan ke gawang Persib. Tak terduga, tendangan Costas tak bisa dihalau Jendry.
Di babak kedua, Persib lebih banyak menguasai jalannya pertandingan. Diawali dengan peluang Tony Sucipto di menit 52, Persib langsung memberondong dengan peluang lainnya melalui M. Ilham, Miljan Radovic, Rabbie Gaspar, dan Hariono.
Sayang peluang tersebut selalu gagal berbuah hasil. Hingga akhirnya di menit 86, M. Ilham yang tengah melakukan penetrasi diganjal Suroso di kotak penalti. Tanpa menyia-nyiakan peluang, Miljan yang menjadi algojo membuat kedudukan menjadi imbang, 1-1.
Kedudukan ini bertahan hingga wasit Adi Rianto meniupkan peluit panjang.
Sumber: Galamedia
By: BP

0 comments:
Post a Comment