Sikap Persib Bandung kembali goyah. Persib kembali berpaling ke Liga Super Indonesia (LSI) untuk mengarungi kompetisi musim 2011-2012 mendatang. Persib pun akhirnya meninggalkan Liga Prima Indonesia (LPI), karena PSSI tidak kunjung bisa menyelesaikan masalah 6 klub yang dianggap memperoleh "tiket gratis" berlaga di kompetisi level I.
"Sampai tadi Persib masih berkoordinasi dengan PSSI. Dan ternyata PSSI belum bisa menyelesaikan masalah tentang keikutsertaan 6 tim tersebut. Persib sebenarnya masih menunggu PSSI agar bisa menyelesaikan masalah ini sebelum liga kembali bergulir. Tetapi dengan waktu yang sudah sangat mepet, Persib dipastikan akan mengikuti liga yang dihadiri Pak Risha (Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, red) kemarin," ujar Komisaris PT PBB, Kuswara S. Taryono kepada wartawan di Cafe Persib, Senin (21/11).
Seperti diketahui, Sabtu (19/11) lalu, Persib yang diwakili Risha Adi Widjaya telah mengikuti pertemuan yang digelar PT Liga Indonesia sebagai pengelola LSI.
Diungkapkan Kuswara, Persib memang menginginkan liga bisa diikuti 18 klub. Namun peserta liga tetap harus berdasarkan aturan yang sesuai koridor promosi dan degradasi yang berlaku.
"Persib sebenarnya sudah mendorong agar hal itu bisa dipenuhi oleh PSSI, yakni agar kompetisi bisa dinikmati masyarakat dengan atmosfer yang baik," katanya.
Disinggung tentang ancaman sanksi yang sering dilontarkan PSSI jika klub mengikuti liga yang dianggap ilegal, Kuswara mengatakan, saat ini Persib hanya fokus agar kompetisi bisa segera bergulir. Karena Persib memiliki kewajiban memajukan persepakbolaan Indonesia. Salah satu caranya dengan kompetisi yang baik. "Soal legal atau ilegal, kami tidak memiliki kompetensi untuk menilai dapur orang. Hal yang terpenting adalah bagaimana kompetisi bisa segera digulirkan," katanya.
Jika bergabung bersama LSI maka Persib akan berhadapan dengan 17 klub lainnya, yaitu Sriwijaya FC, PSPS Pekanbaru, Persija Jakarta, Pelita Jaya, Persela Lamongan, Arema Indonesia, Deltras Sidoarjo, Persiba Balikpapan, Persisam Samarinda, Mitra Kukar, Persipura Jayapura, Persiwa Wamena, Persidafon Dafonsoro, Gresik United, Persiram Raja Ampat, PSMS Medan, dan PSAP Sigli.
Empat tim terakhir yang disebut menggantikan Persiraja Banda Aceh, Persiba Bantul, Semen Padang, dan Persijap Jepara yang memilih ikut Liga Prima Indonesia (LPI) di bawah pengelolaan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS).
Sementara itu, Direktur PT PBB, Risha Adi Widjaya mengungkapkan, pada pertemuan yang digelar di Jakarta, Sabtu (19/11), PT Liga Indonesia memang tidak membahas tentang jaminan yang akan diberikan kepada klub jika ikut LSI. Namun pertemuan tersebut telah diikuti oleh 18 klub. Sedangkan saat pertemuan dengan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS) sebagai pengelola LPI, hanya diikuti 15 klub.
"Saat pertemuan dengan PT LI hanya dibahas tentang teknis penyelenggaraan liga," katanya.
Masalah batas akhir pendaftaran LSI pada 24 November mendatang, Risha mengatakan, hal itu bukan masalah. "Pemain kita sudah diverifikasi oleh mereka (PT LI)," katanya.
Risha mengungkapkan, jika Persib berlaga di LSI juga tidak ada masalah dengan sejumlah sponsor yang selama ini telah mendukung. Sebab hal itu memang telah diantisipasi sebelumnya oleh PT PBB.
"Kita sudah memperkirakan akan terjadi dualisme liga di Indonesia. Ini sudah diungkapkan jauh sebelum ada LPI dan LSI. Kita membuka peluang memberikan fleksibilitas yang bisa mengatur hal itu. Oleh karenanya, Persib bisa leluasa untuk menyikapi sponsor," terang Risha.
Sumber: Galamedia
By: BP

0 comments:
Post a Comment