19 November 2011
Bandung - Persib 1933 siap berlaga di Liga Super Indonesia (LSI) jika ada kesempatan. Jika tidak, Persib 1933 siap merangkak di Divisi III lebih dulu sebelum bisa berlaga di kasta tertinggi sepakbola nasional.
"Intinya kami siap merangkak dari bawah. Kalau ada kesempatan main di LSI, kita ambil. Kalau tidak, kita akan main di Divisi III sebagai langkah kami," mantan pemain Persib era 1980-an kata Bambang Sukowiyono.
Hal itu dikemukakan Suko, sapaan akrabnya, saat ditemui detikbandung di Sekretariat PSSI Jabar, Jalan Lodaya, Jumat (18/11/2011) malam.
Dijelaskannya, saat ini pihaknya tengah mengurus segala persyaratan untuk membentuk klub. Dengan begitu, nantinya Persib 1933 akan punya status yang jelas.
"Kami tahu langkah normatif yang harus ditempuh untuk mendirikan klub. Apakah nantinya main di Divisi III atau LSI, kita siap saja," tegas Suko.
Para mantan pemain Persib Bandung dan sejumlah PS (Persatuan Sepakbola) anggota Persib menggagas pembentukan Persib 1933. Nantinya, klub itu bakal jadi representasi tim yang mewakili Bandung dan Jabar.
Menurut mantan pemain Persib era 1980-an Bambang Sukowiyono, wacana pembentukan Persib 1933 sudah ada sejak sekitar setengah tahun lalu. Namun wacana itu makin menguat sejak dua minggu terakhir.
Dijelaskan Suko, munculnya wacana itu karena para mantan dan PS kecewa dengan PT Persib Bandung Bermartabat (PBB). Persib yang lahir dan dibesarkan 36 PS, justru pada akhirnya 'dimiliki' orang-orang di luar Persib itu sendiri.
Atas dasar itu, mereka kemudian menggagas Persib 1933 yang diharapkan bisa mewadahi para mantan pemain dan PS. Mantan pemain yang setuju wacana pembentukan Persib 1933, Suko menyebut banyak nama di antaranya Ajat Sudrajat, Iwan Sunarya, Encas Tonif, Mustika Hadi, hingga Max Timisela. Sementara untuk PS, ada sekitar 15 dari 36 PS yang menginginkan pembentukan Persib 1933.
Sumber: Detik
By: BP
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment