INILAH.COM, Bandung – Munculnya pernyataan pelatih Persib Bandung Drago Mamic yang merasa diintervensi dengan datangnya regulasi anyar yang dikeluarkan pengelola Indonesia Premier League (IPL), membuat gerah mantan pemain Persib.
Sikap Mamic yang tidak setuju terhadap regulasi anyar tersebut tampaknya dinilai banyak kalangan kurang mendukung terhadap perkembangan serta kemajuan persepakbolaan Bandung dan Jawa Barat. Pasalnya, Mamic tampak kurang percaya dengan para penggawa muda Persib saat ini yang notabene polesan Persib junior.
”Pelatih tidak perlu khawatir dengan kualitas para pemain muda yang ada sekarang. Justru akan lebih baik kalau pelatih berani memasang para pemain muda di kompetisi nanti,” kata mantan pemain Persib era 90-an Ajat Sudrajat, Jumat (18/11).
Seperti diketahui, Persib kini memiliki lima penggawa muda berusia 21 tahun, yakni Sigit Hermawan, Aldi Rinaldi, Anggi Indra Perman, Budiawan, dan Rizky Bagja. Ajat menilai, kelima penggawa Maung Ngora --julukan pemain muda Persib-- memiliki kemampuan mumpuni untuk bersaing di kancah sepak bola level satu.
”Saya kira mereka punya kemampuan yang bagus. Seperti Budiawan, dia memiliki kualitas bagus, dan siap bersaing di IPL. Kalau tidak dari sekarang, kapan lagi. Jangan sampai mereka kembali jadi pelengkap di bangku cadangan lagi, seperti musim-musim sebelumnya,” tukasnya.
Sebelumnya, Pelatih Drago Mamic mengungkapkan kekecewaannya pada regulasi anyar yang dikeluarkan PT LPIS selaku pengelola kompetisi sah yang ditunjuk PSSI. Sebagai pelatih Mamic merasa diintervensi, padahal sambung dia, kompetisi profesional tidak mengenal kata intervensi dari pihak manapun.
Karena kompetisi yang bakal diarungi timnya nanti bukan sembarang kompetisi. Praktis Mamic kudu meracik setiap timnya dengan optimal. Memasang pemain yang dinilainya memiliki kualitas mumpuni.
”Yang kita hadapi itu kompetisi besar. Kompetisi elit. Jadi yang harus main adalah mereka yang memiliki kualitas terbaik. Tak ada junior dan tak ada senior,” tegas pria berkebangsaan Kroasia itu. [ddy}

0 comments:
Post a Comment