26 November 2011
STD. SILIWANGI,(GM)-
Drago Mamic mengaku tidak peduli terhadap kemungkinan dijatuhkannya saksi dari PSSI yang dialamatkan padanya. Sanksi ini karena Persib berlaga di Liga Super Indonesia yang dianggap ilegal oleh PSSI.
Ancaman dan sanksi sebenarnya pernah diberikan PSSI kepada para pelatih dan pemain Liga Primer Indonesia (LPI) yang juga dianggap ilegal oleh PSSI era Nurdin Halid.
"Kenapa saya dihukum? Saya dikontrak klub, bukan oleh federasi (PSSI, red)," tegas Drago usai memimpin latihan di Stadion Siliwangi, Jumat (25/11).
Sebagai pelatih profesional yang dikontrak klub, Drago mengaku harus siap dengan tugas yang diberikan. Ia pun sangat menghormati kontrak yang telah ditandatangani bersama Persib. "Di mana klub bermain, saya harus ikut. Itu kebijakan klub. Jadi kenapa harus mengikuti aturan mereka," katanya.
Drago pun memastikan hal yang sama harus dilakukan para pemain Persib. Karena sudah menjadi kewajiban pemain dan pelatih untuk tunduk pada kebijakan yang telah dikeluarkan klub.
Drago mengaku tidak ingin berbicara banyak tentang keumungkinan sanksi yang akan dijatuhkan PSSI. "Lebih baik kita tidak membicarakan hal itu. Kita tidak usah membesar-besarkannya. Ini sudah ada asap, jangan lagi diberi gas," ujarnya.
Di era Nurdin Halid, seluruh pelatih dan aisten pelatih yang menangani tim Liga Primer Indonesia dijatuhi sanksi. Jumlahnya mencapai 29 orang, termasuk sejumlah pelatih asing. Di antaranya Timo Schieneman (Persema Malang), Jose Basualdo (Real Mataram), Jorg Steinebruner (Minagkabau FC), dan Willy Scheepers (Bali Devata).
Sedangkan 19 pemain asing juga dikenai sanksi oleh PSSI. Salah satunya Robbie Gaspar yang ketika itu bergabung bersama Persema Malang. Selain Gaspar, pemain lainnya, Antonio Adriano Teles Yunir, Fernando Ribeiro de Andrade, Oscar Aravena Loncon, Amarildo Luiz de Souza, Marquire Joshua James, Jong Kyung Kim, Byungyul Na, Yetna Mouha Felix, Eugene Dadi, Carlos Eduardo Bizzaro, Li Zhi Xing, Semme Pierre Patrick, Cuy Bertrand Ngon A. Mamoun, Mitrovic Srecko, Goran Subara, Marwan Sayedeh, Njanka Beyaka Pierre, dan Javier Roca Sepulveda.
Sumber: Galamedia
By: BP
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment