INILAH.COM, Bandung - Inilah keputusan gambling. Persib Bandung akhirnya memilih mengikuti kompetisi Indonesia Super League (ISL), dan meninggalkan kesempatan menuju Liga Champions Asia (LCA).
Jelas bukan keputusan gampang bagi Persib Bandung. Ada beberapa impian klub kesayangan warga Jawa Barat ini yang harus rela dilepas. Di antaranya gelar juara agar bisa berlaga di pentas internasional, Liga Champions Asia (LCA). Itu disebabkan kompetisi yang bakal diarungi tim besutan Drago Mamic ini dinyatakan legal oleh PSSI.
Selain itu, Persib pun kemungkinan besar bakal terancam sanksi Komisi Disiplin PSSI karena tidak mengikuti salah satu program kompetisi yang dianggap resmi oleh PSSI sebagai organisasi tertinggi sepak bola Tanah Air yakni Indonesia Premier League (IPL) garapan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS).
Namun demikian, PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) tampaknya tidak terlalu mengkhawatirkan kemungkinan buruk yang bakal menimpa kubu Persib nantinya. Sebab, PT PBB yakin bahwa keputusan yang diambil berdasarkan misi yang jelas yakni ikut memajukan persepakbolaan Indonesia.
”Kita sudah mempertimbangkan dan mengkaji dengan matang. Dan kita juga sudah mengkaji dari segala aspek di antaranya legalitas, olahraga, dinamika masyarakat, bisnis atau sponsor,” ungkap Kuswara dalam keterangan persnya di Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Senin (21/11).
Bahkan, kata Kuswara, meski sudah memutuskan untuk bergabung di kompetisi yang dianggap ilegal PSSI, Persib tetap mendorong PSSI untuk memperbaiki seluruh aspek yang bersangkutan dengan kemajuan sepak bola Indonesia. Salah satunya terus mendesak PSSI menyelesaikan kompetisi yang hingga kini masih semrawut.
”Kompetisi itu sangat penting untuk kemajuan sepak bola kita. Jadi kita tetap mendorong PSSI untuk menyelesaikan masalah yang ada agar sepak bola Indonesia ini semakin maju. Mau ikut IPL atau ISL kita yakin semua klub itu ingin memajukan perepakbolaan Indonesia,” terang pria yang menjabat sebagai Komisaris PT PBB ini.
Sementara itu, salah seorang anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Toni Apriliani membeberkan, jika melihat pada hasil kongres PSSI di Bali pada Januari 2011 lalu, jelas yang diakui dan harus dilaksanakan PSSI yaitu kompetisi ISL yang dikelola oleh PT Liga Indonesia (LI).
”Hasil kongres itu belum diubah. Berarti kompetisi yang harus digelar yaitu LSI. Adapun kongres yang diselenggarakan di Solo pada 9 Juli 2011 itu hanya membahas soal pemilihan ketua umum saja. Dan soal program sama sekali tidak dibahas,” ungkap Tony kepada INILAH.COM, tadi malam.
Namun Tony mengakui, PSSI sudah mengetuk palu bahwa kompetisi yang dianggap resmi yaitu IPL. ”Itu hasil keputusan Exco. Tapi saya sudah memberitahukan bahwa itu tidak sah. Kalau sudah diputuskan, ya tidak apa-apa. Biarkan saja dua kompetisi ini berjalan dan saling mendukung untuk kemajuan sepak bola Tanah Air,” tukasnya. [ddy]

0 comments:
Post a Comment