Bobotoh Jangan Langgar Komitmen

14 October 2011 SOREANG,(GM)-
Pengurus Persib Bandung, Ketua Viking, dan Ketua Bobotoh Maung Bandung Bersatu (Bomber) bertanggung jawab terhadap pelanggaran hukum dan ekses negatif yang dilakukan masing-masing massanya. Pernyataan tersebut merupakan salah satu isi poin kesepakatan dalam rapat koordinasi pengamanan pertandingan perdana Persib melawan Semen Padang, yang akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kab. Bandung, Sabtu (15/10).

Para pengurus bobotoh Persib Bandung, Viking, dan Bomber melakukan kesepakatan bersama dengan Polres Bandung di Aula Rekonfu Mapolres Bandung, Jln. Bhayangkara Soreang, Kamis (13/10).

Jika mereka melanggar kesepakatan, Polres Bandung tidak akan memberikan izin pertandingan atau pertandingan digelar tanpa penonton. Penandatanganan kesepakatan bersama disaksikan langsung para kapolsek jajaran Polres Bandung, perwakilan TNI, dan perwakilan bobotoh Persib Bandung

Kesepakatan bersama tersebut masing-masing ditandatangani Polres Bandung yang diwakili Wakapolres Kompol Adi Wijaya, perwakilan Viking Arif Yunus, dan perwakilan Bomber Asep S. Abdul.

Kompol Adi Wijaya didampingi Kabag Ops. Polres Bandung, Kompol Hermansyah kepada "GM" menjelaskan, kesepakatan ini semata-mata untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diharapkan serta menjaga kamtibmas.

Isi kesepakatan bersama ini, di antaranya pengurus Persib harus ikut bertanggung jawab terhadap pengendalian bobotoh, baik sepanjang perjalanan sebelum dan sesudah pertandingan atau saat di dalam stadion.

Para ketua Viking dan Bomber bertugas mengendalikan dan mengawasi massanya masing-masing, baik sepanjang perjalanan, di dalam stadion hingga perjalanan usai pertandingan.

Pengurus Persib Bandung serta Ketua Viking dan Bomber bertanggung jawab terhadap pelanggaran hukum yang dilakukan masing-masing massanya. Pengurus Persib Bandung dan pimpinan Viking serta Bomber pun bertanggung jawab atas semua ekses negatif yang dilakukan massa masing-masing, misalnya membawa petasan, kembang api, senjata tajam, dan lainnya.

Izin pertandingan

Sebelumnya, Kapolres Bandung, AKBP Sony Sonjaya kepada "GM" menuturkan, untuk pengamanan pertandingan Persib †dan Semen Padang, pihaknya menurunkan kekuatan penuh dibantu unsur TNI dan Brimob Polda Jabar. Sebab pada pertandingan ini, massa kemungkinan akan banyak karena merupakan pertandingan perdana.

"Kita turunkan kukuatan penuh dengan jumlah personel 1.181 orang, yang terdiri atas unsur Polri dan TNI. Kita juga akan turunkan 2 unit kendaraan taktis," katanya.

Menurut Sony, pengamanan yang dilakukan bukan hanya saat pertandingan dan di dalam stadion. Petugas juga diturunkan di jalur yang dilintasi para bobotoh. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi tindakan yang tidak diinginkan saat bobotoh menuju stadion maupun pulang dari stadion.

Sebelum pertandingan, petugas juga akan melakukan sweeping baik di jalan maupun di pintu masuk stadion. Hal ini untuk mengantisipasi bobotoh yang membawa sajam, tongkat pemukul, batu, dan lainnya. "Kami juga minta bobotoh yang membawa bendera tidak menggunakan tongkat karena akan kami sita. Apalagi kalau membawa senjata tajam, kita akan periksa secara hukum karena melanggar undang-undang darurat," tegasnya.

Menurut Sony, jika bobotoh tetap melakukan tindakan yang mengganggu kamtibmas apalagi melakukan tindakan anarkis, sanksi yang akan dikeluarkan yaitu tidak akan ada izin pertandingan lagi atau pertandingan selanjutnya tanpa penonton. "Makanya kami minta bobotoh tidak melakukan tindakan yang mengganggu kamtibmas karena akan merugikan semua, baik bobotoh maupun Persib sendiri," katanya.

Dengan kesepakatan bersama ini, diharapkan para pimpinan bobotoh baik Viking maupun Bomber menyosialisasikannya kembali pada massanya masing-masing. "Biasanya sosialisasi oleh pimpinan lebih mengena karena mempunyai ikatan emosional tersendiri," tambahnya.

Disambut positif

Ketua Viking Distrik Soreang, Arif Yunus mengatakan, pihaknya sangat mendukung langkah yang diambil Polres Bandung yang telah menggelar rapat koordinasi. "Terima kasih kepada institusi Polres Bandung yang telah mengadakan acara ini. Diharapkan, hasil rakor ini bisa berjalan dengan sukses dan Persib memenangkan pertandingan,"katanya kepada wartawan, usai rakor di Mapolres Bandung kemarin.

Dalam hal ini, Viking telah menginstruksikan kepada semua ketua distrik untuk menertibkan anggotanya saat memberikan dukungan di dalam dan di luar stadion. "Viking sejati tidak pernah melakukan aksi anarkis. Setiap ketua distrik Viking diinstruksikan untuk mengamati dan memantau anggotanya supaya berperilaku santun saat memberikan dukungan kepada Persib," ungkapnya.

Sementara itu Ketua Bomber, Asep S. Abdul mengatakan, pihaknya menyambut positif kesepakatan bersama yang diprakarsai Polres Bandung. Kesepakatan ini diharapkan membuat laga Persib kontra Semen Padang bisa berjalan lancar dan kondusif.

"Kita menyambut baik rakor ini. Dengan demikian, semua elemen baik panpel, bobotoh mupun aparat keamanan bisa bersinergi dalam menjaga kelancaran dan ketertiban baik di lapangan maupun di luar lapangan," katanya.

Untuk menjaga kelancaran pertandingan di stadion, Bomber telah membentuk Bomber Satgas Suporter (BSS) yang beranggotakan 30 orang. BSS ini didirikan untuk memantau para anggota yang datang langsung memberikan dukungan kepada Persib di stadion.

"Bomber sangat cinta Persib. Tapi kita juga cinta damai. Untuk menjaga suasana kondusif pertandingan, kita telah membentuk BSS untuk menjaga dan memantau sikap dan perilaku setiap anggota Bomber," terangnya.

Sumber: Galamedia
By: BP

0 comments:

Post a Comment

 
 
 
 
Copyright © Persib Online
Powered by Blogger