Di antara kontestan LSI 2010/2011, memang masih ada Bontang FC (20 gol dari 6 laga), Pelita Jaya Karawang (15/7) dan Persiwa Wamena (14/8). Tapi, untuk tim yang lini belakangnya dihuni pemain-pemain (katanya) kelas satu, statistik ini tentu saja tergolong sangat memprihatinkan.
Wajar kalau seorang Yadi Mulyadi, salah seorang tandem Robby Darwis di lini pertahanan Persib pada awal dekade '90-an, merasa perlu mengkritisi koleganya yang kini menjadi asisten pelatih tersebut. "Yang paling harus dibenahi Persib sekarang adalah lini belakang," kata Yadi.
Mantan maestro Persib lainnya, Adjat Sudradjat juga meneriakkan hal yang sama. "Sejak musim lalu, lini pertahanan Persib sudah dikeluhkan. Kalau sampai sekarang tidak ada perbaikan, itu artinya tidak ada hasil pembenahan," katanya.
Adjat boleh jadi benar. Bukannya perbaikan, lini pertahanan Persib terasa semakin keropos. Sebagai gambaran, kebobolan 12 gol dalam 6 laga pembuka merupakan rekor terburuk Persib sejak era Liga Indonesia (LI), termasuk lebih buruk ketimbang LI IX/2003, musim yang diyakini paling suram dalam perjalanan Persib.
Karena itu, dinilai gagal membenahi lini pertahanan Persib, Adjat berpendapat, jika manajemen klub memutuskan untuk mendepak pelatih Jovo Cuckovic, maka hal itu harus dilakukan satu paket dengan dua asistennya, Robby Darwis dan Anwar Sanusi.
Selain itu, hanya meraih 4 poin dari 6 laga merupakan catatan terburuk Persib di awal musim setelah LI IX/2003 yang hanya mengumpulkan 2 poin. (endan suhendra/"GM")**
Sumber: Galamedia
By: BP

0 comments:
Post a Comment