BANDUNG, (PR).-
Kekhawatiran Pelatih Jovo Cuckovic bahwa Persib bakal mengalami kesulitan saat melawan PSM terbukti. "Maung Bandung" tidak berdaya ditekuk "Juku Eja" 1-2 pada Kompetisi Liga Super Indonesia 2010-2011, di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, Sabtu (23/10).
PSM unggul terlebih dahulu pada menit ke-43 melalui sundulan Andi Oddang yang menerima umpan jauh dari Diva Tarkas. Persib menyamakan kedudukan melalui penalti Atep pada menit ke-53. Pada menit ke-84, Wildansyah melakukan gol bunuh diri.
Setelah menang besar dari Persiba 5-1, sedikitnya ada empat pemain absen karena berbagai kepentingan. Kondisi itu, membuat Jovo tidak bisa bekerja maksimal dalam membentuk tim agar lebih kompak. Di lain pihak, Jovo kurang berani melakukan rotasi dengan mengistirahatkan pemain yang absen latihan.
Kekalahan ini cukup tragis karena di hadapan sekitar 18.000 bobotoh yang memadati stadion. Para pemain Persib hanya bisa tertunduk lesu meninggalkan lapangan saat wasit Olehadi meniup peluit tanda pertandingan berakhir. Begitu juga dengan bobotoh.
Jovo Cuckovic mengatakan, kekalahan timnya bukan karena kesalahan Wildansyah yang melakukan gol bunuh diri. Jovo mengakui, pertandingan kali ini akan menjadi laga yang sulit. "Saya akui taktik yang digunakan tim PSM sangat bagus, dan mereka juga sangat padu dalam melakukan penyerangan. Kami kurang kompak saat melakukan pertahanan," ucapnya.
Selain itu, dia menuturkan, kapten tim Eka Ramdani yang terpaksa harus diganti pada menit ke-70 juga cukup memengaruhi mental para pemain pada sisa waktu pertandingan. "Namun, di luar kekalahan yang dihadapi tim saat ini, permainan anak-anak (Persib) tidaklah buruk. Saya puas dengan apa yang sudah mereka lakukan," ujarnya.
Hal senada diutarakan Manajer Persib, Umuh Muchtar. Ia mengatakan, tim "Maung Bandung" sudah bermain dengan sangat luar biasa. "Ya, kita mungkin sudah lihat jelas kalau keberuntungan sedang berada di pihak PSM," ujarnya.
Di ruang ganti, mata Wildansyah memerah. Ia menitikkan air mata, menyesali gol bunuh diri itu. Menurut dia, permintaan maaf saja tidak cukup untuk melupakan gol ke gawang Persib. "Itu murni kecolongan. Kalau saya punya kesempatan di laga berikutnya akan saya bayar," ujarnya.
Sementara itu, Pelatih PSM Robert Rene Alberts mengungkapkan, dirinya sangat bersyukur. "Pertandingan tidaklah mudah. Kami menghadapi tim yang semua pemainnya berkualitas, dengan suporter yang fantastis, ditambah juga lapangan yang cukup sulit," ujarnya.
Menang strategi
Kekalahan Persib ini bisa dikatakan karena kecerdikan Pelatih PSM Robert Rene Alberts dalam menerapkan strategi. Persib mengawali permainan dengan menekan dan bermain cepat. Namun, pemain PSM bermain tenang dan penuh percaya diri. Mereka menempatkan banyak pemain di lini bertahan. Hal itu membuat empat pemain tengah Persib, Eka Ramdani, Atep, Hariono, dan Shahril Ishak sulit menembusnya. Peran pemain sayap Atep dan Shahril pada babak pertama kurang optimal mengirim umpan silang karena selalu berhasil ditutup bek sayap PSM. Hal itu membuat duet striker Cristian Gonzales dan Pablo Frances kurang menerima suplai bola.
Situasi ini membuat serangan Persib terburu-buru. Apalagi kondisi lapangan yang licin akibat sebelumnya diguyur hujan, membuat pemain sulit bermain satu-dua sentuhan. Pemain Persib terpancing menyerang terus sehingga lupa pada pertahanan. Pada suatu serangan balik cepat, Diva Tarkas dari area kiri pertahanan Persib memberikan umpan jauh. Andi dengan cerdik bergerak melepaskan diri dari perhatian Nova Arianto dan Maman Abdurahman. Sementara Obiora bergerak memancing Baihakki Khaizan untuk mengikutinya. Andi tanpa pengawalan langsung menyundul bola dan mengarah ke kiri tiang.
Pada awal babak kedua, Persib seharusnya mendapat penalti setelah Shahril diganjal Goran Subara, tetapi wasit membiarkannya. Namun, pada menit ke-53, wasit membayar "kesalahannya" dengan memberikan penalti setelah Shahril kembali diganjal. Sebenarnya, pemain belakang PSM melakukan secara bersih ketika merebut bola dari kaki Shahril. Pemain PSM sempat melakukan protes, tetapi wasit bergeming dan tetap pada keputusannya.
Setelah gol penyeimbang, Persib mulai menekan. Di lain pihak, PSM juga berani bermain terbuka. Pada menit ke-64 Gonzales nyaris menambah angka melalui tendangan keras ke mulut gawang, tetapi berhasil ditangkap kiper Denny Marcel.
Pada menit ke-68 PSM nyaris unggul dengan tendangan Richard Obiora. Beruntung tendangannya mengenai mistar gawang. Pada menit ke-84 menjadi saat yang paling menyakitkan bagi Persib. Tendangan Obiora ke arah gawang tidak berhasil dihadang Markus. Bermaksud menyelamatkan gawang, Wildansyah justru melakukan gol bunuh diri. PSM unggul 2-1. (A-176/A-197) ***
Sumber: PR
By: BP

0 comments:
Post a Comment