"Darko menyukai performa Dedi. Karena itu, dia tetap dipertimbangkan dan terus ikut berlatih," kata pelatih kiper Persib, Anwar Sanusi.
Janackovic pantas menyukai performa Dedi. Postur tubuh eks penjaga gawang Persibat Batang Junior ini sangat meyakinkan. Ia juga punya kepercayaan diri yang lumayan bagus. Selama masa seleksi, pemain terbaik Piala Kang Dada 2008 ini pun terlihat bersungguh-sungguh. Kalaupun ada kekurangan, hanyalah soal jam terbang di level senior.
Apa yang dikatakan Away, sapaan kiper Persib era '90-an ini, ternyata benar. Ketika Janackovic mengumumkan daftar skuadnya yang akan diterbangkan ke Turnamen Inter Island Cup (IIC) 2010, nama Dedi termasuk di dalamnya. Ia diplot menjadi kiper pengganti Cecep Supriyatna yang menjadi kiper utama lantaran Markus Horison Rihihina mengikuti pelatnas tim nasional.
Setelah melewati musim pertamanya bersama Persib tanpa sekalipun bermain, Dedi akhirnya mendapat kesempatan tampil di Palembang. Kiper kelahiran Batang, 25 November 1988 ini "terpaksa" dimainkan Janackovic pada laga penentuan melawan Sriwijaya FC, Rabu (1/9), lantaran Cecep mengalami cedera.
Sayang, debut Dedi sangat tidak mengesankan. Bayangkan, gawangnya harus kebobolan setengah lusin gol tanpa balas. Persib pun gagal melangkah ke partai puncak IIC 2010.
Melihat performanya selama 90 menit di bawah mistar Persib, terlihat sangat jelas kalau Dedi masih butuh polesan dan jam terbang. (endan suhendra/"GM")**
Sumber: Galamedia
By: BP

0 comments:
Post a Comment