ATEP pada awal bulan lalu, tepatnya Sabtu (7/8) petang, harus menembus macetnya jalanan dari Stadion Gelora Bung Tomo di Surabaya menuju Bandara Juanda. Dia harus sampai di airport itu untuk langsung menuju ke Jakarta. Padahal saat itu Atep masih lelah karena baru saja bertanding dalam Charity Games 2010, sekaligus pembukaan stadion baru di Kota Pahlawan itu.
Namun, semua rasa itu seolah disingkirkan ayah satu anak ini. Sebab, malam itu juga dia harus sampai di Ibu Kota, lalu dilanjutkan ke Bogor. ’’Lelah sih tentu, habis main di acara Charity Games dan belum sempat istirahat langsung ke bandara. Tapi, saya memang saat itu harus pergi karena ada janji dengan sebuah agensi iklan. Pada Minggu (8/8) saya harus melakukan syuting di Bogor,” kata Atep kepada SINDO di hotel tempat rombongan timnas menginap dua hari lalu.
Lantas, syuting apakah Atep? Ternyata suami Lilis Yumaini itu deal dengan perusahaan automotif asal Jepang yang berkembang di negeri ini, Hino. Dalam prosesi pengambilan gambar ini, Atep tak sendiri. Ada dua atlet lain yang juga menjadi ikon perusahaan itu. Dua atlet itu adalah Risa Suseanty dari cabang balap sepeda dan lifter andalan angkat besi Indonesia, EkoYuli Irawan.
Ayah dari Nakeisha Amira Grabiela ini antusias menceritakan pengalaman pertamanya menjadi bintang iklan itu. Seperti atlet pada umumnya, Atep mengakui kalau canggung saat berakting. Namun, semua dijalankan dengan santai setelah melakukan sejumlah take. ”Biasalah Mas, kalau kita kan bukan artis atau bintang iklan profesional yang biasa akting di depan kamera.
Tapi, rasa canggung itu lama-lama hilang dan syutingnya tak memakan waktu panjang. Kami bertiga hanya sekitar beberapa jam diambil gambar di daerah Bogor,” ungkap pemilik tinggi 168 cm itu. Atep menyatakan, sebagai ikon untuk produk Hino ini, dia mendapatkan tugas berbeda. Artinya, dari tiga ikon iklan itu, masing-masing atlet mewakili image dari produk itu.
Untuk Atep, sebagai gelandang lincah yang piawai menyisir di sisi lapangan sebagai winger, dia mewakili kelincahan produk dari perusahaan itu. ”Hino memiliki moto ’Kuat, Akselerasi, serta Kelincahan’. Saya bagian yang mewakili kelincahan, lalu Eko untuk kuat, dan Risa menggambarkan akselerasi. Semua ini tentu memiliki arti lebih, mampu menambah spirit saat bertugas di lapangan sebagai pemain bagi saya tentunya,”tutur Atep.
Tugas bersama Persib dan timnas membutuhkan kelincahan Atep. Apalagi, dia akan mendukung kinerja lini tengah dan memberikan servis bagi para penyerang. Otomatis Atep mengakui iklan ini memacunya untuk lebih disiplin dalam semua hal. ’’Bersama Persib, saya bersama Airlangga dan Eka (Ramdani) jadi iklan Honda.Tapi kami hanya difoto, bukan iklan televisi.
Tapi bagi saya, ini adalah tanggung jawab lebih dan tentunya penghasilan juga bertambah,” ujarnya, tanpa mau menyebut nominal kontrak iklannya dari Hino. Pendapat Atep pun diamini oleh Eka.Dua sekawan yang selalu bersama ini memang kompak.Bahkan, kala Atep mendapat iklan dari Hino, Eka memberikan support maksimal kepada sahabatnya.
”Iklan itu rezeki tambahan dan Atep pantas kalau mewakili produk itu.Tapi yang terpenting,kami mendapat hal ini tentu harus memiliki tanggung jawab lebih,” tandas Eka, yang kini juga memiliki usaha distro di Bandung dan berkembang cukup pesat. (estu santoso)
Sumber: SINDO
By: BP

0 comments:
Post a Comment