Tiap 70 Menit, Gawang Markus Kebobolan

14 April 2010 "YANG krisis pemain depan, tapi kenapa gawang Persib tetap kebobolan?" Itulah kritik Wakil Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Muhammad Farhan yang disampaikannya secara langsung kepada pelatih Jaya Hartono, Senin (12/4).

Sebuah kritik yang tentu saja harus dijawab dan dicarikan solusinya oleh tim pelatih Persib. Asisten pelatih Persib, Robby Darwis sebenarnya sudah menemukan jawaban atas kritikan Farhan tersebut. "Memang, masih ada persoalan komunikasi di lini belakang. Seharusnya, para pemain belakang saling mengingatkan satu sama lainnya," kata mantan kapten Persib itu.

Bagaimana dengan performa penjaga gawang anyar Persib, Markus Horison Rihihina. "Secara umum, penampilan Markus masih dalam top performance-nya. Kecuali saat lawan PSPS, Markus agak kurang. Ini mungkin karena faktor konsentrasi," kali ini yang menjawab pelatih penjaga gawang, Anwar Sanusi.

Mungkin, pembelaan Away --sapaan akrab Anwar Sanusi-- terhadap anak asuhnya ada benarnya. Tapi, statistik menunjukkan tingkat kebobolan Markus dibandingkan ketika ia masih berkostum Arema Indonesia melonjak tajam.

Selalu kebobolan

Berdasarkan catatan "GM", dari 8 penampilannya bersama Persib, gawang Markus sudah kebobolan 9 kali. Itu artinya, dalam setiap pertandingan, gawangnya selalu kebobolan. Lebih detail lagi, gawang Markus yang sudah bermain untuk Persib dalam 634 menit, akan bobol setiap 70 menit.

Bandingkan dengan performanya di Arema. Selama 8 kali (810) dimainkan pelatih Robert Rene Albert, Markus hanya kebobolan tiga gol. Kalau dihitung dari durasi bermainnya, selama di Arema, Markus hanya kebobolan setelah bermain 270 menit atau 3 pertandingan.

Soal statistik buruk ini, Away kembali membela anak asuhnya. "Kalau saya, dalam evaluasi kiper tidak melihat gol, tapi prosesnya. Kalau memang persoalannya ada di komunikasi, itu berarti pemain belakang. Tapi, saya tidak mau bicara soal pemain belakang. Tugas saya hanya mengevaluasi kiper," ujar Away menghindari tumpang tindih tugas dengan anggota tim pelatih Persib lainnya.

Bagaimana komentar Markus? "Soal komunikasi, saya kira sudah bagus. Hanya saja, mungkin konsentrasi kita lagi menurun, karena kebanyakan gol terjadi di menit-menit awal dan akhir," ujar Markus.

Dari 9 gol yang bersarang ke gawang Markus selama berada di bawah mistar gawang Persib, 8 gol di antaranya memang terjadi di interval waktu 15 menit pertama, menjelang turun minum, awal babak kedua, serta menjelang pertandingan usai.

Ada penyebab lain? Markus ternyata menunjuk sistem pertahanan Persib yang masih menggunakan tiga pemain --1 libero dan 2 stoper-- tergolong menyulitkannya. "Sebagai pemain profesional, saya harus bisa formasi apa pun. Tapi saya melihat, tiga bek itu agak susah dibandingkan dengan 4 bek sejajar seperti di Arema. Kalau empat bek, biasanya mereka lebih disiplin," tutur Markus.

Sumber: Galamedia
By: BP

0 comments:

Post a Comment

 
 
 
 
Copyright © Persib Online
Powered by Blogger