SERANGAN PERSIB BERVARIASI

8 December 2009

LEBIH PERCAYA DIRI MENGHADAPI PERSIJAP, RABU BESOK

SEBAGIAN pemain inti beristirahat dan melakukan peregangan saat mengikuti latihan sore di Stadion Persib Jln. A. Yani Bandung, Senin (7/12). Persib akan menjamu Persijap Jepara dalam lanjutan Liga Super Indonesia, Rabu (9/12).* ANDRI GURNITA/"PR"

BANDUNG, (PR).-
Variasi permainan Persib Bandung dari pola 3-4-3 menjadi 3-5-2 mulai memperlihatkan kemajuan berarti. Seperti yang tampak saat Persib menjamu Persela Lamongan, Minggu (6/12). Dengan mengandalkan lima gelandang di lini tengah, pola serangan "Pangeran Biru" lebih hidup sehingga tak hanya bertumpu pada keagresivitasan striker di dalam kotak penalti.

"Saya akui, perubahan pola itu membuat permainan tim lebih hidup. Keuntungan lainnya, pola permainan yang diperagakan tim juga lebih bervariasi sehingga sulit dipahami lawan. Mereka butuh waktu terlebih dulu untuk membaca keadaan dan beradaptasi sebelum menerapkan perlawanan seperti apa yang akan mereka berikan," tutur Pelatih Persib Jaya Hartono seusai memimpin sesi latihan Senin (7/12) sore di Stadion Persib Jalan Ahmad Yani Bandung.

Kondisi itu membuat Persib lebih percaya diri dalam upaya mendulang poin berikutnya melawan Persijap Jepara, di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Rabu (9/12) pukul 15.30 WIB.

Hidupnya permainan Persib saat menggunakan pola 3-5-2 juga tidak terlepas dari peran maksimal dua pemain sayapnya, Atep di sektor kiri dan Gilang Angga atau Cucu Hidayat di kanan. Khusus untuk Atep, Jaya bahkan mengacunginya dua jempol. Pemain bernomor punggung 7 tersebut dinilai telah menampilkan kemampuan terbaiknya saat mengemban tugas sebagai gelandang sayap kiri yang belum lama ini dipercayakan kepadanya.

"Semua pemain memang harus seperti dia, siap diinstruksikan mengisi pos mana pun. Atep sudah membuktikannya, dia sudah terlihat enjoy di posisinya ini dan sudah berkali-kali memberikan kontribusi berarti bagi tim lewat umpan-umpan silang yang dikirimkannya. Tendangan kaki kirinya memang masih agak kagok, tetapi lama-lama juga akan terbiasa," tutur Jaya tampak puas.

Untuk melengkapi peran maksimal yang telah diperagakan gelandang serang maupun sayap, kata Jaya, striker yang menjadi ujung tombak serangan pun harus mampu bermain agresif dan kreatif. Seorang striker jangan lagi hanya menunggu bola di depan gawang sampai mendapat matang umpan dari pemain lain, tetapi bergerak aktif mencari bola.

Teliti

Panitia pelaksana pertandingan Persib terus melakukan serangkaian pembenahan demi penyelenggaraan yang lebih baik. Panpel akan menutup pintu stadion 15 menit setelah kick off. Hal itu dimaksudkan untuk mencegah peredaran tiket keriting atau palsu. Selain itu, pengamanan yang cukup ketat ketika melawan Persela, bisa meminimalisasi tingkat kebocoran penonton tak bertiket masuk ke stadion. Sayangnya, masih ada oknum penonton yang tidak terpuji. Kecewa tidak bisa masuk ke stadion, mereka melakukan aksi pelemparan ke petugas. Namun, petugas tidak gentar dan oknum penonton tetap tidak bisa masuk ke stadion.

"Oleh karena itu, kami mengimbau penonton untuk datang ke stadion lebih awal sebab semua penjaga pintu tidak akan memberikan toleransi setelah pintu ditutup walaupun ada tiket resmi," ucap Sekretaris Panpel Budhi Bram Rachman.

Budhi juga mengimbau penonton untuk lebih teliti saat membeli tiket. Jangan sampai tertipu harga murah yang ditawarkan calo. Ada baiknya bila calon penonton meneliti tiket yang dibelinya, mulai dari jenis dan warna kertas, sampai kelengkapan kode perforasi. "Pemilik tiket palsu tentunya tidak bisa masuk ke stadion dan tidak berhak mengikuti door prize berhadiah menarik yang akan digelar saat jeda babak pertama," kata Budhi. Panpel telah membuka pesanan tiket pertandingan melawan Persijap, di Stadion Siliwangi Bandung, Selasa (8/12). (A-184)***


Sumber: PR

By: BP

0 comments:

Post a Comment

 
 
 
 
Copyright © Persib Online
Powered by Blogger