Jaya mencontohkan, Persib yang baru saja tiba dari tur Indonesia timur harus langsung menggelar laga kandang dalam selang waktu tiga hari saja. Setelah menggelar dua laga kandang, selang dua hari kemudian, Persib harus melawat ke Palembang guna menantang tuan rumah Sriwijaya FC.
“Jadwal seperti ini benar-benar bisa merugikan tim, tak hanya Persib, tapi juga semua peserta LSI. Dulu kan perjanjiannya PSSI dan PT Liga Indonesia akan menggelar pertandingan sekali saja dalam seminggu. Tapi sekarang nyatanya dalam seminggu bisa ada dua sampai tiga pertandingan, benar-benar seperti kejar tayang saja,” tutur Jaya.
Pelatih kelahiran Medan itu cemas, ketatnya jadwal akan berdampak negatif terhadap tim. Menurut Jaya, pemain yang tengah kelelahan karena tidak memiliki waktu pemulihan yang cukup, cenderung terdorong bermain emosional saat di lapangan. Kalau sudah demikian, selanjutnya akan terpancing untuk bermain kasar hingga berakibat pada hal-hal yang akan merugikan tim. Performa tim pun akan menurun otomatis, karena kelelahan yang dirasakan masing-masing individu akan berakibat pula pada kerja sama antarpemain. (A-184/A-147)***
Sumber: PR
By: BP

0 comments:
Post a Comment