JAYA, "PEMAIN AREMA MEMILIKI DAYA JUANG TINGGI"

TIGA pemain Persib, Eka Ramdani (kanan), Atep (tengah), dan Airlangga melakukan sundulan bola sambil duduk saat sesi latihan di Stadion Persib Jln. A. Yani, Bandung, Selasa (15/12). M. GELORA SAPTA/"PR"
BANDUNG, (PR).-
Menjelang laga tandang Persib menghadapi Arema Malang akhir pekan ini, skuad "Pangeran Biru" dipastikan dalam kondisi terbaik. Jeda pertandingan yang cukup lama, membuat mereka memiliki waktu untuk memulihkan kondisi dan mempersiapkan strategi. Beban latihan yang diberikan pun bervariasi. Hal itu untuk kembali menyegarkan performa mereka.
Pelatih Kepala Jaya Hartono mengungkapkan, sebelum bertolak ke Malang, Jawa Timur, Kamis (17/12), anak-anak latihnya diberi program latihan yang cukup padat. Seperti yang terjadi Selasa (15/12), pada sesi latihan pagi, tim "Maung Bandung" menjalani latihan sirkuit yang cukup berat. Mereka dituntut untuk mematangkan kekuatan fisik.
Sementara pada sesi latihan sore, para pemain hanya melakukan pemanasan sebelum melakukan game internal. Beberapa pemain yang dipasang sebagai starter, yakni Nova Ariyanto, Eka Ramdani, Cristian Gonzales, Wildansyah, Cristian Rene, Suchao Nutnum, dan Atep.
Jaya mengungkapkan, sesi latihan sore sengaja dibuat agak ringan karena mereka telah menjalani latihan sirkuit pada pagi hari. "Pada sesi latihan sore, mereka terlihat agak berat karena telah digenjot pada pagi hari. Namun, secara keseluruhan, kondisi tim baik fisik maupun mental sudah siap untuk menghadapi Arema," ucap Jaya seusai memimpin latihan sore di Stadion Persib, Jln. A. Yani Kota Bandung, kemarin.
Sebagai salah satu persiapan untuk menghadapi Arema, Jaya akan lebih mendisiplinkan lini tengah dan belakang. Jaya menilai, saat ini kolektivitas para pemain Arema cukup bagus. Mereka memiliki daya juang yang tinggi dan tidak mudah putus asa. Para pemain muda yang dimiliki "Singo Edan" berada dalam performa baik.
Selain itu, tim asuhan Robert Rene Alberts tersebut juga tidak bertumpu pada seorang striker. Mereka kerap mengutak-atik posisi para pemain di setiap laganya. Hal ini yang akan diwaspadai "Pangeran Biru".
"Semua pemain Arema harus diwaspadai, terutama dari posisi gelandang sampai depan. Persib harus mewaspadai munculnya pemain-pemain dari sayap yang datangnya sulit diduga. Untuk mengantisipasi ini, Wildan yang akan diberi tugas. Saya yakin dia mampu," kata mantan Pelatih Deltras Sidoarjo ini.
Menurut Jaya, pola permainan Arema adalah selalu melakukan perpindahan arah bola yang cepat. Para pemain Persib membutuhkan kejelian dan disiplin tinggi untuk mengatasi hal tersebut.
Sementara itu, untuk menghadapi Persema, Rabu (23/12) nanti, Persib akan mewaspadai gerakan para pemain Persema yang sulit ditebak. Untungnya, menurut Jaya, skuad "Pangeran Biru" tidak perlu berpindah kota untuk menjalani lagi. Jadi, mereka bisa cepat memulihkan kondisi fisik.
Jadwal latihan Rabu (16/12) akan diisi dengan mengembangkan taktik pertahanan dan mempelajari pola permainan Arema. Para pemain akan menjalani sesi latihan pagi dan sore sebagai salah satu persiapan terakhir sebelum bertolak ke Malang. Jaya memastikan, Eka Ramdani yang sempat mengalami luka di kaki kirinya pada laga melawan Persijap, bisa diturunkan saat menghadapi Arema nanti.
Belum pasti
Ditemui terpisah, Direktur Kompetisi Badan Liga Sepak Bola Indonesia Joko Driyono mengungkapkan, laga antara Arema dan Persib belum pasti tanpa dukungan penonton. Saat ini, Arema masih mengajukan banding atas sanksi yang diberikan Komisi Disiplin PSSI tersebut.
Menurut Joko, sanksi tanpa penonton akan tetap berlaku, tetapi bisa jadi belum diberlakukan saat Arema menjamu Persib. "Sanksi tanpa penonton tidak akan berubah. Akan tetapi, belum diputuskan kapan sanksi tersebut harus dijalankan, bisa saat melawan Persib atau lawan berikutnya," kata Joko.
Keputusan sanksi untuk Arema akan diberitahukan Rabu (16/12) ini. Joko memastikan tidak akan ada perubahan jadwal pertandingan terkait dengan sanksi ini. Arema terkena sanksi sebagai imbas dari oknum suporter yang melakukan lemparan ke lapangan dan ada nyanyian rasis terhadap kubu Persipura saat Arema menjamu Persipura, Rabu (9/12), di Stadion Kanjuruhan.
Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi kepada panpel dengan denda Rp 50 juta. Selain itu, "Singo Edan" juga harus memainkan satu laga tanpa penonton. (A-187)***
Sumber: PR
By: BP

0 comments:
Post a Comment