Apa yang terjadi pada pertandingan Persib Bandung kontra Sriwijaya FC di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, kemarin malam, terbilang luar biasa. Maung Bandung mampu membatalkan kegembiraan Laskar Wong Kito - julukan Sriwijaya - untuk mempermalukan Persib di kandangnya sendiri.
Kenapa luar biasa? Sebab, Persib sebetulnya bisa menang. Tercatat, beberapa peluang emas Pangeran Biru - julukan lain Persib - sebetulnya bisa menjadi gol jika para algojo di lini depan tidak terburu-buru dan bisa bekerja kolektif untuk mengecoh kiper Fery Rotinsulu. Tapi, skor akhir tetap 1-1 dan kedua tim harus berbagi angka.
Banyak pihak memuji penampilan Maman Abdurahman dkk tersebut. Meski tertinggal 1-0 pada menit ke-70, namun tepat pada menit ke-90, Maung Bandung bisa membuat segala sesuatunya berubah. Bukan hanya dari segi permainan, tapi dari sisi mental, rupanya skuad Persib sudah mulai teruji mentalnya untuk tetap optimistis meski tertinggal.
Makanya, dengan performa cantik plus mental sebagai tim besar, wajar jika apa yang diraih pada laga tandang kemarin, adalah modal besar bagi seluruh skuad Maung Bandung. Modal ini harus dimaksimalkan untuk laga tandang berikutnya melawan sang puncak klasemen sementara LSI 2009/2010 Arema Malang rekan satu daerahnya Persema Malang.
Rotasi dan formasi 3-4-3 yang diterapkan Arsitek Persib Jaya Hartono ternyata cukup ampuh. Tanpa didukung pilar inti di belakang Nova Arianto yang diganti Wildansyah dan tengah yang diisi Aji Nurpijal menggantikan Eka Ramdani, serangan dan pertahanan Persib patut diacungi jempol. Terbukti, tridente striker Hilton Moreira, Christian Gonzales dan Budi Sudarsono kerap merepotkan tim asuhan Rahmad Darmawan tersebut.
Jaya tidak henti-hetinya mengucap syukur atas raihan satu angka perdana pada laga tandangnya, tersebut. Empat laga tandang sebelumnya harus kandas karena kekalahan. Dengan motivasi tinggi, kata Jaya, pasukannya berani dan optimistis menghadapi tim sebesar Sriwijaya FC. "Sejak kita berangkat dari Bandung, kita yakin bisa menang jika mau bermain kolektif. Dan ternyata, apa yang diberikan para pemain sesuai harapan kita, meski baru bisa draw," jelas Jaya.
Pelatih asal Medan ini mengaku salut dengan permainan yang ditampilkan Wildansyah dan Aji Nurpijal. Meski baru dimainkan sebagai penggedor sejak awal laga, keduanya bisa tampil disiplin sesuai arahannya. Makanya, rotasi pemain dinilainya sudah mulai efektif dengan para pemain pelapis.
Melawan Arema Malang nanti, kata Jaya, timnya semakin optimistis. Sebab, ada selang waktu sekitar satu pekan bagi skuadnya untuk beristirahat. Tercatat, gelandang andalan Persib Suchao Nutnum mengalami kelelahan yang luar biasa. Pada laga kemarin, dia terpaksa digantikan Cucu Hidayat di babak kedua setelah terlihat kelelahan dan mengalami sedikit cedera. Pemain asal Thailand ini baru kali ini digantikan. Sebelumnya, Suchao selalu bermain full time.
Kenapa luar biasa? Sebab, Persib sebetulnya bisa menang. Tercatat, beberapa peluang emas Pangeran Biru - julukan lain Persib - sebetulnya bisa menjadi gol jika para algojo di lini depan tidak terburu-buru dan bisa bekerja kolektif untuk mengecoh kiper Fery Rotinsulu. Tapi, skor akhir tetap 1-1 dan kedua tim harus berbagi angka.
Banyak pihak memuji penampilan Maman Abdurahman dkk tersebut. Meski tertinggal 1-0 pada menit ke-70, namun tepat pada menit ke-90, Maung Bandung bisa membuat segala sesuatunya berubah. Bukan hanya dari segi permainan, tapi dari sisi mental, rupanya skuad Persib sudah mulai teruji mentalnya untuk tetap optimistis meski tertinggal.
Makanya, dengan performa cantik plus mental sebagai tim besar, wajar jika apa yang diraih pada laga tandang kemarin, adalah modal besar bagi seluruh skuad Maung Bandung. Modal ini harus dimaksimalkan untuk laga tandang berikutnya melawan sang puncak klasemen sementara LSI 2009/2010 Arema Malang rekan satu daerahnya Persema Malang.
Rotasi dan formasi 3-4-3 yang diterapkan Arsitek Persib Jaya Hartono ternyata cukup ampuh. Tanpa didukung pilar inti di belakang Nova Arianto yang diganti Wildansyah dan tengah yang diisi Aji Nurpijal menggantikan Eka Ramdani, serangan dan pertahanan Persib patut diacungi jempol. Terbukti, tridente striker Hilton Moreira, Christian Gonzales dan Budi Sudarsono kerap merepotkan tim asuhan Rahmad Darmawan tersebut.
Jaya tidak henti-hetinya mengucap syukur atas raihan satu angka perdana pada laga tandangnya, tersebut. Empat laga tandang sebelumnya harus kandas karena kekalahan. Dengan motivasi tinggi, kata Jaya, pasukannya berani dan optimistis menghadapi tim sebesar Sriwijaya FC. "Sejak kita berangkat dari Bandung, kita yakin bisa menang jika mau bermain kolektif. Dan ternyata, apa yang diberikan para pemain sesuai harapan kita, meski baru bisa draw," jelas Jaya.
Pelatih asal Medan ini mengaku salut dengan permainan yang ditampilkan Wildansyah dan Aji Nurpijal. Meski baru dimainkan sebagai penggedor sejak awal laga, keduanya bisa tampil disiplin sesuai arahannya. Makanya, rotasi pemain dinilainya sudah mulai efektif dengan para pemain pelapis.
Melawan Arema Malang nanti, kata Jaya, timnya semakin optimistis. Sebab, ada selang waktu sekitar satu pekan bagi skuadnya untuk beristirahat. Tercatat, gelandang andalan Persib Suchao Nutnum mengalami kelelahan yang luar biasa. Pada laga kemarin, dia terpaksa digantikan Cucu Hidayat di babak kedua setelah terlihat kelelahan dan mengalami sedikit cedera. Pemain asal Thailand ini baru kali ini digantikan. Sebelumnya, Suchao selalu bermain full time.
Sumber: BolaIndo
By: BP

0 comments:
Post a Comment