14 June 2013
SUKAJADI (GM) - Pelatih Persib, Djadjang
Nurdjaman akan fokus membenahi lini pertahanan "Maung Bandung" yang
dinilai masih memiliki celah untuk dimanfaatkan lawan.
Menurut Djadjang, walaupun menang 4-3 saat laga derby melawan Pelita
Bandung Raya (PBR), Selasa (11/6), namun permainan anak asuhnya masih
harus dievaluasi.
Dalam pertandingan melawan PBR, pelatih yang akrab disapa Djanur ini
mengaku, lini belakang Persib tetap menjadi sorotan utama, khususnya
pengamanan serangan balik tim lawan. Sehingga, kelemahan tersebut
diprediksi bisa menjadi celah untuk lawan berikutnya, Sriwijaya FC.
"Serangan balik tetap menjadi perhatian karena kita lemah antisipasi itu
dan sepertinya mereka akan memanfaatkan itu," ujarnya kepada wartawan
saat ditemui di salah satu mal di kawasan Sukajadi, Kamis (13/6).
Usai laga derby lalu Djanur menuturkan, tiga gol PBR yang dicetak Sekou
Camara (30) dan Marwan Sayedeh (81, 83), semuanya berakar dari serangan
balik. Terlebih untuk dua gol Marwan.
Selain itu, Djanur mengatakan, dua gol balasan dari PBR dikarenakan anak
asuhnya kehilangan konsentrasi. Skuad Maung Bandung juga sedang dalam
masa perpindahan strategi dari ofensif ke defensif.
"Tiga gol PBR dari counter attack, mereka melakukan serangan balik saat
kita sedang menyerang. Dua gol dari masa transisi dari menyerang ke
bertahan itu yang menjadi PR kami untuk diperbaiki," tuturnya.
Sebab itu, untuk menghadapi Sriwijaya FC nanti, Djanur telah
mewanti-wanti anak asuhnya agar kembali kehilangan konsentrasi. JIka
tidak akan berakibat fatal dan dimanfaatkan para pemain "Laskar Wong
Kito".
Apalagi saat ini posisi ujung tombak Sriwijaya FC dihuni dua talenta
impor, Herman Dzumafo Epandi asal Kamerun, yang pada putaran pertama
berkostum Persib dan pemain dari Liberia, Erick Weeks Lewis.
"Dua nama, yaitu Dzumafo dan Erick Weeks juga memberikan warna tersendiri karena punya skill individu bagus," pungkasnya.
Sumber: Galamedia
By: Khansa
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment