SOREANG (GM) - Duel "Maung
Bandung" kontra Persita Tangerang berakhir dengan pesta gol. Persib
memenuhi janjinya menghancurkan skuad "Pendekar Cisadane" dengan angka
telak 5-1 (2-0), pada laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2013 di
Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Senin (15/4).
Dengan hasil ini,
Persib memperbaiki peringkat naik ke posisi empat berkat raihan 27 poin,
menggeser Sriwijaya FC ke urutan lima dengan 26 poin. Sementara itu, Sergio van Dijk memantapkan dirinya sebagai goal getter dengan koleksi 10 gol. Jumlah ini sama dengan Cristian Gonzales, yang juga sama-sama bersaing ketat dengan Boas Solosa (Persipura) 12 gol dan Beto Goncalves (Arema) 11 gol.
Dalam pertandingan yang dipimpin wasit Yandri ini, Persib langsung menggempur pertahanan para Pendekar Cisadane dan memaksa lawan menerapkan strategi bertahan. Persita menempatkan hampir semua pemainnya di lini tengah dan belakang guna membendung serangan Maung Bandung.
Serangan demi serangan tanpa henti dilancarkan tim besutan Djadjang Nurdjaman. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit 10, ketika Sergio van Dijk memberikan umpan terobosan kepada M. Ridwan.
Kiper Mukti Ali Raja yang mencoba keluar dari sarangnya untuk memburu bola, kalah cepat dari M. Ridwan yang dengan cerdik mencongkel si kulit bundar melalui ujung sepatunya. Hasilnya, bola menembus gawang Persita.
Unggul 1-0, Persib semakin menguasai jalannya pertandingan. Serangan yang datang secara bergelombang membuat kewalahan anak-anak Persita. Persib akhirnya menggandakan keunggulan menjadi 2-0 empat menit menjelang turun minum melalui kaki Tony Sucipto.
Pada babak kedua, Persita dengan hati-hati mencoba memberikan perlawanan. Hasilnya mereka sempat mengancam gawang Persib yang dijaga Shahar Ginanjar, namun tidak membuahkan hasil. Gertakan Persita ini direspons Persib dengan mencabik-cabik barisan pertahanan lawan.
Tony Sucipto membuat kejutan dengan mencetak gol keduanya, sekaligus menambah keunggulan Persib menjadi 3-0 di menit 73 setelah sebelumnya mengecoh pemain belakang dan kiper Persita.
Upaya Persita yang memasukkan Cristian Eduardo Carrasco menggantikan Kim Dong Sang tidak sia-sia. Carrasco mampu menghidupkan permainan Persita. Menit ke-85, ia berhasil memperkecil margin menjadi 1-3 lewat tendangan bebas dari jarak jauh, setelah sebelumnya terjadi pelanggaran.
Di sisa babak kedua ini, Djadjang menarik Atep keluar dan digantikan oleh Airlangga. Keberuntungan menghinggapi Ronggo yang mampu membuktikan kepercayaan pelatih dengan mencetak gol di menit ke-86, memanfaatkan umpan silang Sergio van Dijk. Skor berubah menjadi 4-1.
Satu menit menjelang babak kedua berakhir, Sergio van Dijk membuktikan janjinya dengan menambah perbendaharaan gol dan menutup pertandingan dengan kemenangan 5-1.
Main bagus
Usai pertandingan, pelatih Persib Djadjang Nurdjaman menuturkan, kunci kemenangan ini adalah celah kelemahan lawan yang menerapkan strategi bertahan, yang mampu dimanfaatkan para pemainnya.
"Saya pikir semuanya setuju kalau kita main bagus hari ini (kemarin, red). Disiplin dan alur bola yang lancar, mulai meningkat. Coach Elly Idris sebelumnya bilang akan melakukan strategi bertahan. Kita pun harus membongkar pertahanan itu," tuturnya.
Sementara asisten pelatih Persita, Mika Swastika, mengakui timnya kalah segalanya dari Persib.
"Saya pikir pemain Persita kalah semuanya. Kita tidak bisa berbuat apa-apa. Meski kita sudah berupaya maksimal. Baru kali ini kita kalah dengan skor mencolok. Saya pikir kondisi tim kita sama dengan tim lainnya, banyak mengalami persoalan klasik," tutupnya.
Kecolongan
Sementara itu, Panpel Persib merasa kecolongan dengan ulah penonton yang menyalakan mercon saat pertandingan berjalan. Padahal penjagaan dan sweeping dilakukan cukup ketat di pintu masuk stadion.
Pantauan "GM" di lapangan, tidak hanya oknum bobotoh yang menyalakan mercon, tapi juga sebagian oknum pendukung Persita.
"Kita sudah memeriksa setiap penonton di tiap pintu masuk. Ternyata ada saja yang lolos. Tapi tadi kebanyakan mercon dinyalakan pendukung Persita," kata Sekretaris Panpel, Budi Bram.
Begitu pun dengan "karcis keriting". Budi mengaku, kemungkinan masih ada penonton yang masuk tanpa karcis resmi, meski pihaknya belum bisa memastikan jumlahnya.
"Tidak hanya di Siliwangi, di sini (Stadion Si Jalak Harupat, red) pun kebocoran karcis tetap ada. Ini harus dikembalikan pada kesadaran bobotoh untuk membeli karcis resmi jika ingin menyaksikan pertandingan," ujarnya.
Sumber: Galamedia
By: Khansa

0 comments:
Post a Comment