11 April 2013
Persita Tangerang memang berada di papan bawah klasemen sementara
Indonesia Super League (ISL) musim ini. Namun, skuad berjuluk Pendekar
Cisadane itu diyakini tidak akan menjadi lawan mudah bagi Persib
Bandung.
Beberapa pilar skuad Pendekar Cisadane berpotensi menjadi mimpi buruk
bagi lini pertahanan Maung Bandung. Apalagi, sisa-sisa kelelahan usai
melakoni tiga laga berat, ditambah faktor cedera masih mendera Atep dkk.
Faktor kelelahan itu pula yang diwaspadai pelatih Djadjang ”Djanur”
Nurdjaman. Bahkan, dia meminta anak asuhnya tidak menganggap remeh
Persita di pertandingan nanti. Laga antar dua klub sarat sejarah ini
rencananya digeral di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten
Bandung, Senin (15/4).
Sepanjang empat belas laga di putaran pertama ISL musim ini, Pendekar
Cisadane memang hanya mampu memenangkan tiga pertandingan. Sisanya,
lima berakhir imbang dan enam kali berujung kekalahan. Hasil itu membuat
Persita tertahan di peringkat empat belas dengan raihan empat belas
poin.
Namun, kekalahan yang diperoleh Mukti Ali Raja dkk pun bukan berarti
mereka lemah. Beberapa tim elit dipaksa berjuang terlebih dahulu untuk
bisa meraih kemenangan. Hingga pertengahan musim ini, hanya Persidafon
Dafonsoro yang mampu mengalahkan Persita dengan skor telak 4-0 saat
berlaga di tanah Papua. Selebihnya, Pendekar Cisadane hanya kalah tipis,
bahkan mampu menahan imbang penghuni papan atas sekaligus tuan rumah
Mitra Kutai Kartanegara 1-1.
”Persita sendiri tim bagus menurut saya, mereka tidak bisa kami
anggap enteng. Arema saja hanya mampu mengalahkan mereka dengan skor
tipis 0-1. Itu berarti, meskipun sering kalah, Persita memiliki kekuatan
di dalam skuad mereka, yang bisa saja membahayakan kami,” kata Djanur
di Mess Pemain Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Kamis (11/4).
Selama putaran pertama, kekuatan menonjol pada Persita ada pada
sektor gelandang bertahan dan striker mereka. Meski memiliki tidak
memiliki postur tubuh ideal, Maman yang selalu dipercaya menjadi jangkar
selalu mampu membendung serangan lawan, bahkan sebelum menyentuh lini
pertahanan.
Sosok Maman pula yang membuat serangan Eka Ramdani dkk, saat Persita
melawan Pelita Bandung Raya, hampir selalu gagal. Sedangkan di lini
depan, pengalaman striker asal Chile, Cristian Carasco juga kerap
membuat barisan pertahanan lawan kelimpungan. Di musim ini, pemain
berusia 33 tahun itu sudah mengoleksi tiga gol untuk Persita.
”Maman, Rishadi Fauzi, dan Cristian Carrasco merupakan inti dari
permainan Persita. Pemain-pemain itu cukup berbahaya, dan akan menjadi
hal yang kurang baik bagi kami jika mereka tidak diwaspadai,” kata
Djanur.
Untuk meredam permainan taktis tim kebanggaan Benteng Viola ini,
Djanur mengaku sudah memiliki strategi berbeda. Taktik itu pun mulai
disimulasikan Atep dkk pada sesi latihan beberapa hari terakhir. Selain
pematangan strategi, Djanur juga fokus pada soliditas tim inti yang akan
diturunkan pada laga nanti. Mengingat beberapa posisi dalam formasi
Persib akan dihuni pemain yang selama ini setia di bangku cadangan.
”Sesi latihan saat ini sudah masuk pada pematangan taktik, baik
pergerakan individu maupun stategi tim secara keseluruhan. Saya juga
coba memantapkan komposisi, karena memang akan ada orang baru dalam
formasi kami, seperti Aang yang kemungkinan dipasang sebagai pengganti
Maman (Abdurahman) dan Abanda Herman yang dipastikan absen,” pungkas
Djanur.
Sumber: BolaIndo
By: Fikri
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment