15 December 2012
YANI (GM) - Pelatih Persib Bandung, Djadjang
Nurdjaman menyatakan siap bertanding dengan kondisi lapangan apa pun,
dalam menghadapi Persisam Putera Samarinda di babak semifinal turnamen
pramusim Inter Island Cup (IIC) 2012, Minggu (16/12). Sebab itu, dia
meminta anak asuhnya siap bertanding dengan kondisi arena seadanya.
Pelatih yang akrab disapa Djanur ini mengatakan, kondisi lapangan di
Stadion Manahan saat ini sedikit berair dan kurang bagus. "Kondisi
lapangan di sana sedikit berair. Memang kurang bagus," katanya kepada
wartawan saat ditemui di Mes Persib Bandung, Jumat (14/12).
Meskipun kurang bagus, namun menurut Djanur, Stadion Manahan masih lebih
baik dibandingkan dengan kondisi Stadion Siliwangi saat ini.
Bermain dengan diguyur hujan dan lapangan yang basah, menurutnya, memang
akan menjadi kendala semua tim. Namun skuadnya akan selalu siap
bertanding dan optimistis memenangkan pertandingan melawan Persisam.
"Kalau tidak hujan, kondisi lapangan pasti bagus. Tapi apa pun
kondisinya, kita harus selalu siap," ujar mantan Asisten Pelatih Pelita
Jaya ini.
Persib Bandung akhirnya mendapat kepastian terkait jadwal pertandingan
semifinal turnamen IICmelawan Persisam Samarinda usai memperoleh surat
keputusan dari PT Liga Indonesia.
Bersyukur lolos sanksi
Sementara itu, Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar mengaku sangat
bersyukur karena Indonesia lolos dari hukuman FIFA. Meski demikian, Umuh
berharap masalah dualisme ini bisa kembali menjadi satu demi sepak bola
Indonesia.
Menurut Umuh, sepak bola Indonesia paling ramai dibandingkan dengan
negara lain yang ada di Asia. "Alhamdulillah Indonesia tidak kena
hukuman dari FIFA. Karena FIFA akan merasa kehilangan persatuan sepak
bola terbesar di Asia," katanya.
Dikatakan Umuh, walaupun sepak bola Indonesia tidak berada di urutan
papan atas Asia, namun paling ramai di Asia. Sebab itu, kemungkinan,
sangat disayangkan apabila Indonesia tak diperbolehkan untuk mengikuti
sepak bola internasional.
Setelah lolos dari hukuman FIFA, Umuh berharap, sepak bola Indonesia
bisa lebih maju dan mengharumkan nama negara di mata dunia, serta tidak
menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh FIFA.
Sebelumnya, Umuh sempat mempertanyakan siapa yang akan bertanggung jawab
apabila Indonesia terkena hukuman dari FIFA. "Kalau sampai nanti kita
dihukum siapa yang akan bertanggung jawab. Garis bawahi, siapa yang akan
bertanggung jawab kalau sampai di-banned?" tegasnya.
Selain itu, Umuh juga berharap kepada dua pihak yang belum bisa bersatu
(PSSI-KPSI, red), bisa sadar akan keputusan FIFA tersebut.
"Mudah-mudahan mereka bisa sadar. Seharusnya mereka bisa mencari jalan
yang terbaik. Saya berharap persatuan sepak bola Indonesia bisa menjadi
satu lagi," ujarnya.
Penyebab Indonesia akan dikenakan hukuman oleh FIFA akibat dualisme
kepengurusan sepak bola, yaitu PSSI dan KPSI. Dampaknya kompetisi pun
saat ini telah terpecah menjadi Indonesia Super League (ISL) dan
Indonesia Premier League (IPL).
Sumber: Galamedia
By: Khansa
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment