AHMAD YANI (GM) - Meskipun banyak pihak yang menilai dirinya memiliki kemajuan semenjak menjadi pelatih kepala klub berjuluk "Maung Bandung", Djadjang Nurdjaman enggan sesumbar dengan menyebut dirinya hebat. Dia mengaku masih banyak yang harus dipelajari untuk menjadi pelatih hebat.
Ayah dari tiga orang putri tersebut juga menjawab pertanyaan wartawan dengan santai. "Ah masa sih? Saya sendiri masih banyak belajar," kata pelatih yang akrab disapa Djanur ini saat ditemui di Mes Persib, Selasa (20/11).Djanur yang beberapa kali menduduki posisi sebagai asisten pelatih menuturkan, dirinya hanya berusaha lebih baik dengan tidak melihat kepada siapa dia belajar selama ini. "Bagi saya, belajar dengan siapa pun sama saja," ujarnya.
Ia mengaku banyak mengambil pelajaran saat masih menjadi asisten pelatih di beberapa tim. Selama itu pula ia tak pernah ingin membuat masalah. "Saya tak pernah ingin membuat masalah, ya harus profesional siapa pun pelatihnya," ungkap Djanur.
Selama kariernya, Djanur pernah menjadi asisten pelatih yang mempunyai prestasi baik di Liga Indonesia, sebut saja mantan pelatih timnas Rahmad Dharmawan.
Selama menjadi asisten Rahmad Dharmawan di klub Pelita Jaya Karawang musim lalu, Djanur banyak memetik pelajaran dari pelatih yang pernah membawa Sriwijaya FC Palembang juara di Liga Super Indonesia selama dua kali berturut-turut tersebut.
"Saya harus mulungan ilmu dari mereka. Untuk menjadi pelatih memang harus seperti itu," tuturnya.
Selain menjadi asisten Rahmad Dharmawan, pelatih yang juga mantan pemain Persib di era tahun '80-an tersebut pernah juga mendampingi pelatih Archan Lurie selama dua musim di Persib, Jaya Hartono di klub yang sama pada musim 2008, dan Misha Radovic saat melatih di Pelita Jaya Karawang.
Sumber: Galamedia
By: Khansa

0 comments:
Post a Comment