![]() |
| m. fadlillah/gm |
| PEMAIN belakang Persib Bandung, Abanda Herman (6) melakukan sundulan ke arah gawang melewati penjaga gawang Persibangga Purbalingga yang kemudian diteruskan Maman Abdurrahman hingga berbuah gol pada laga uji coba di Stadion Galuh Ciamis, Kabupaten Ciamis, Sabtu (20/10). Persib menang 1-0 atas Persibangga Purbalingga. |
CIAMIS (GM) - Persib Bandung
nyaris kembali dipermalukan oleh Persibangga Purbalingga pada laga uji
coba di Stadion Galuh Ciamis, Sabtu (20/10). Beruntung muka Persib
diselamatkan gol Maman Abdurahman di menit ke-89. Hingga akhirnya Persib
bisa membalas kekalahan saat bermain di Purbalingga juga dengan skor
1-0.
Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman mengaku bersyukur
atas hasil tersebut. Setidaknya Persib bisa menang meski hanya 1-0.
"Ya, setidaknya kami bisa menang," kata Djadjang seusai pertandingan.Menurut Djadjang, penyelesaian akhir Persib masih mandul. Sejumlah peluang belum bisa diselesaikan dengan baik oleh para pemain.
Selain itu, permainan Persib belum bertenaga. "Kinerja pemain depan masih kesulitan. Dzumafo dan Messi juga seperti kecapekan akibat proses latihan selama di Ciamis," katanya.
Djadjang mengatakan, Persib masih butuh waktu untuk bisa lebih baik. Apalagi materi yang ada saat ini masih minus 5 pemain yang tengah berada di timnas Indonesia.
"Kita bermain juga menyesuaikan materi yang ada. Sayangnya di laga tadi, kita sebenarnya kurang teruji. Karena Persibangga memainkan negative football dengan semua pemain bertahan. Khususnya di babak kedua," kata Djadjang.
Sementara itu, Manajer Pelatih Persibangga Purbalingga, Rohman Supriyadi mengakui permainan Persib telah mengalami peningkatan dibandingkan laga di Purbalingga.
"Harus diakui Persib lebih baik. Dalam waktu 7 hari Djadjang (pelatih, red) mampu melakukannya. Itu bagus," kata Rohman.
Disinggung tentang permainan bertahan yang diperagakan timnya, Rohman mengakui hal tersebut. Khususnya di babak II, timnya memang sengaja bertahan. Hal itu karena timnya tidak ingin terlalu ngotot meraih kemenangan.
"Kami sadar sulit untuk memperoleh kemenangan. Setidaknya kami tidak kebobolan. Tetapi ternyata kami kebobolan juga," ujarnya.
Rohman berharap akan ada Persib kontra Persibangga jilid III di lain waktu. "Kami tim kecil dari daerah, tetapi nama kami bisa terdongkrak karena bermain melawan Persib. Kami sangat berterima kasih dengan hal itu," tutur Rohman.
Pemain terbaik
Dalam pertandingan kemarin di babak I, Persib menurunkan pemain terbaiknya. Shahar Ginanjar, Aang Suparman, Maman Abdurahman, Abanda Herman, Tony Sucipto, Hariono, Asri Akbar, Atep, Mbida Messi, Airlangga, dan Herman Dzumafo.
Persib sempat mengejutkan Persibangga di saat laga baru berjalan semenit ketika Mbida Messi lolos dari kawalan pemain belakang "Laskar Sudirman". Messi tinggal berhadapan dengan penjaga gawang Persibangga, Sucahaimin. Sayangnya sepakan Messi masih melayang.
Setelah itu, Persib beberapa kali memperoleh peluang melalui Airlangga Sucipto dan Herman Dzumafo. Tetapi karena penyelesaian akhir yang buruk, Persib tetap gagal mencetak gol di babak I.
Sebaliknya, meski tanpa peluang berarti, Persibangga mampu memperlihatkan permainan apiknya. Kerja sama satu dua beberapa kali dipertontonkan para pemain Persibangga dan cukup membuat para pemain Persib bekerja keras.
Di babak II, permainan Persib tidak banyak mengalami perubahan. Persib masih belum menunjukkan kelasnya. Permainan Persib masih mudah dibaca Persibangga.
Di menit ke-59, M. Agung Pribadi dimasukkan menggantikan Hariono. Selain itu, Airlangga ditarik untuk digantikan Sigit Hermawan. Masuknya dua pemain tersebut sedikit mengubah permainan Persib menjadi lebih hidup. Tapi lagi-lagi penyelesaian akhir yang buruk membuat Persib sulit mencetak gol.
Hingga akhirnya Persib baru mampu mencetak gol di menit ke-89. Berawal dari umpan tendangan bebas Tony Sucipto dilanjutkan sundulan Abanda Herman, bola liar disambar Maman yang telah berdiri di depan mulut gawang Persibangga. Gol tersebut pun menjadi penutup laga tersebut.
Sumber: Galamedia
By: Khansa


0 comments:
Post a Comment