Persib Bakal Lakukan Tes Medis Tiap Bulan

15 September 2012 BANDUNG – Tes medis yang dilaksanakan Persib Bandung pekan lalu bukan sebagai pepesan kosong semata. Pasalnya, hasil dari tes medis ini akan menjadi data medis bagi dokter tim untuk mengatur asupan makanan dan gizi yang dibutuhkan oleh pemainnya itu sendiri.
Menurut dokter tim Persib Rafi Ghani, tes kesehatan tersebut berkaitan dengan keselamatan para pemain sendiri, ketika menjalani sebuah kompetisi. Dikatakannya, tes medis dilakukan sebelum para pemain ini secara resmi melakukan penandatanganan kontrak.

“Kalau ada yang bermasalah ya mungkin tidak menandatangani kontrak. Tapi, sejauh ini tidak ada masalah seperti riwayat cidera dalam tiga tahun terakhir atau sakit yang dialami pemain yang sudah bergabung dengan kita,” ungkap Rafi kepada wartawan di mes Persib.

Hanya saja, dari tes medis yang dilakukan terhadap semua pemain, hanya Tony Sucipto dan Herman Dzumafo Epandi yang mengalami kendala. “Tony harus ulang foto rontgen karena hasil gambarnya kurang bagus. Tapi kondisinya sebenarnya bagus. Sedangkan Dzumafo hari ini dia kecapekan dan besok baru foto rontgen,” terang Rafi.

Dalam mengatur asupan makanan, Rafi memaparkan, tes medis diawali dengan tes darah dan kadar lemak. Setelah itu, dokter tim Persib Rafi Ghani membawa para pemain ke laboratorium untuk melakukan foto rontgen.

Praktis, para pemain yang sudah menjalani tes medis tersebut sudah diikuti sebanyak 15 pemain. Sedangkan skuad Persib yang menyatakan akan bergabugn yakni 22. James Coyne, Abanda Herman dan Mbida Messi baru akan bergabung akhir pecan ini. Sedangkan empat pemain lainnya yakni I Made Wirawan, Firman Utina, M Ridwan dan Supardi Nasir sedang mengikuti pemusatan latihan timnas Indonesia di Malang, Jawa Timur.

Rafi memaparkan, alasan pihaknya melakukan tes medis itu bertujuan untuk menjalani prosedur standar terhadap para pemainnya sebelum menjalani kompetisi. “Kami memang harus menjalankan prosedur dengan baik. Hasil tes medis sebetulnya sudah ada dan tinggal diberikan kepada pemain Senin (17/9/2012). Setiap bulan kami periksa kadar lemak dan kadar otot. Jadi, pemeriksaan kesehatan ini berhubungan dengan latihan fisik yang akan mereka jalani,” paparnya.

Setelah memiliki data kesehatan pemain, lanjut Rafi, dirinya bisa menyampaikan kepada pemain soal apa yang harus dimakan. “Misalnya saat latihan VO2 max. Saat ada pemain yang ukuran body fat tinggi ternyata VO2 max-nya tidak bagus. Karena itu, pemain tersebut harus menurunkan body fat. Caranya bisa dengan asupan makanan atau dengan meningkatkan latihan fisik. Termasuk status gizi pemain bagaimana kita harus tahu,” jelasnya.

Rafi menambahkan, dengan adanya pegangan riwayat kesehatan mereka, ke depan diharapkan pemain dapat menjaga kondisi saat kompetisi dimulai. “Adanya program latihan fisik snagat bermanfaat untuk pemain agar menurunkan body fat. Nanti, mereka sendiri harus memerhatikan makanan serta suplemen yang tepat saat kompetisi sudah bergulir,” tandasnya.

Sumber: Okezone
By: Fikri

0 comments:

Post a Comment

 
 
 
 
Copyright © Persib Online
Powered by Blogger