"Untuk perekrutan pemain memang telah melebihi bujet yang dianggarkan. Ada selisih sekitar 15 persen dari anggaran yang direncanakan sebelumnya," ujar Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Risha Adi Widjaya di Graha Persib, Jln. Sulanjana, Senin (10/9).
Untuk itu, lanjutnya, memang perlu ada beberapa langkah yang harus ditempuh PT PBB untuk menyiasati hal ini. Salah satunya dengan melakukan efisiensi penggunaan anggaran. Hal ini juga tengah dibicarakan dengan direksi, komisaris, dan manajemen tim. Efisiensi yang akan dilakukan di antaranya untuk anggaran transportasi dan akomodasi saat Persib melakukan laga tandang. "Karena akomodasi dan transportasi memang menjadi salah satu hal yang memakan anggaran yang cukup besar," katanya.
Risha mengakui, meningkatnya anggaran belanja Persib merupakan hal yang wajar. Terlebih, PT PBB sebenarnya memang telah membuat bujet di saat kompetisi lalu masih berjalan. Selain itu, lanjutnya, PT PBB memang memberikan keleluasaan kepada manajemen tim untuk merekrut pemain.
"Untuk merekrut pemain, kita memang memberikan sepenuhnya kepada manajemen tim. Karena mereka yang lebih paham untuk urusan itu," ujar Risha.
Disinggung tentang adanya kemungkinan pemain yang dibatalkan, Risha menegaskan, PT PBB akan berusaha mencari win-win solution sehingga hal itu tidak terjadi.
"Kita akan menyiasatinya agar hal itu tidak terjadi. Harus ada win-win solution," ujarnya.
Dengan sejumlah pemain bintang yang direkrut Persib musim ini, memang hampir dipastikan menguras anggaran. Pemain seperti Firman Utina, M. Ridwan, dan Supardi yang sukses membawa Sriwijaya FC, nilai kontraknya dipastikan naik dibandingkan musim sebelumnya. Selain itu, pemain asing seperti Kenji Adachihara, Herman Dzumafo, dan Mbida Messi, juga diperkirakan bernilai lebih tinggi dibandingkan pemain lokal lainnya.
Sumber: Galamedia
By: Khansa

0 comments:
Post a Comment