Demikian diungkapkan Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Risha Adi Wijaya di Graha Persib, beberapa waktu lalu. "Persib memang berencana go public, tetapi ternyata ada perusahaan Singapura yang sudah mendengarnya dan mau menjadi pelaksana penjualan saham Persib," kata Risha.
Menurutnya, saat ini penjualan saham Persib ke masyarakat memang masih dalam tahap pembahasan. Hingga saat ini PT PBB Persib belum menentukan nilai Persib sesungguhnya. Sehingga belum bisa diketahui nilai saham yang bakal dilepas ke publik. "Sampai sekarang memang dalam tahap pembahasan," katanya.
Risha mengatakan, sebagai sebuah perusahaan yang mengelola sepakbola, PT PBB memang berusaha menjadi trendsetter. Bersama Persib, PT PBB ingin menjadi yang terdepan dalam industri sepak bola Indonesia.
"Kita selalu berusaha berinovasi. Jika Persib menjadi trandsetter maka ada keuntungan tersendiri jika memiliki pengikut. Persib harus terus bergerak maju," tuturnya.
Disinggung masih adanya perdebatan tentang saham di tubuh Persib, Risha mengatakan, PT PBB selalu berusaha berkomunikasi dengan seluruh stakeholder Persib. Mulai dari mantan pemain, klub-klub mantan anggota Persib hingga bobotoh. Dengan demikian, masalah tersebut bisa diselesaikan dengan baik.
"Komunikasi dengan stakeholder selalu kita lakukan," akunya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah klub mantan anggota Persib sempat mempertanyakan kepemilikannya atas Persib. Mereka merasa sebagai pemilik sejati Prsib sebelum berakhir ke tangan PT PBB.
Meski sudah beberapa kali dipermasalahkan pihak klub, hingga kini masalah tersebut belum dapat diselesaikan.
Sumber: Galamedia
By: Khansa

0 comments:
Post a Comment