BANDUNG, (PRLM).- Dengan materi pemain yang ada, idealnya skuad Persib Bandung bisa mengumpulkan 60 gol dalam 34 pertandingan. Atau jika dirata-ratakan Maung Bandung bisa mencetak 2 gol atau 1,7 gol setiap bertanding.
Hanya saja, berdasarkan statistik selama Liga Super Indonesia (LSI) musim 2011-2012 Persib telah membuat gol masuk sebanyak 49 namun mendapat gol kemasukan sejumlah yang sama. Jika dirata-ratakan, Persib hanya mampu mencetak 1,44 gol setiap pertandingan, namun sayangnya juga harus kemasukan 1,44 gol.
Salah seorang pengamat dan praktisi sepak bola, Lukas Tumbuan berpendapat bahwa perolehan tersebut menjelaskan beberapa hal. Dalam pandangannya, dengan produktivitas 1,44 gol setiap pertandingan rasanya cukup disayangkan mengingat materi pemain Persib terbilang yang terbaik untuk kelasnya.
"Beberapa pemainnya kan masuk tim nasional, pasti sudah melewati seleksi dan pengamatan dari seluruh pemain yang ada di Indonesia. Jadi sebenarnya Persib memiliki bekal yang bagus dalam timnya, namun angka tersebut memperlihatkan jika produktivitasnya masih rendah," kata Lukas ketika dihubungi Jumat (13/7/12).
Meski demikian, ia menilai produktivitas tim harus dilihat secara keseluruhan setelah melewati proses observasi masing-masing pertandingan. Akan tetapi, secara umum jumlah gol masuk dan gol kemasukan yang seimbang mengindikasikan jika musim ini Persib unggul dalam penyerangan walaupun masih tercecer di lini pertahanan.
Meski demikian, ia mengungkapkan jika ada banyak faktor yang harus dicermati mengenai evaluasi Persib selama musim ini. Salah satunya, angka perolehan gol dan kegolan antara putaran pertama dan kedua. "Saya yakin hal tersebut berpengaruh besar. Karena di putaran kedua ada perubahan pemain depan (striker) sehingga saya pikir membuat grafik perkembangan Persib masih bisa lurus," katanya.
Karena itu, untuk musim depan Lukas mengatakan lini belakang Persib bisa mengambil pelajaran dari musim ini. Bahwa jika aksi penyerangan sudah bagus, para punggawa di sekitar gawang bisa lebih kuat lagi menahan gempuran lawan.
Sementara itu, Lukas juga mengharapkan di musim depan Persib bisa memiliki sosok pelatih dengan karakter kuat. Menurutnya, proses saat berlatih juga menjadi bagian penentu keberhasilan Persib. "Melihat dari pengalaman sebelumnya, sosok karismatik dengan karakter kuat diperlukan Persib untuk membangun kekuatannya. Pelatih yang tegas dan berdisiplin tinggi juga bisa masuk dalam kategori tersebut," ujarnya.Sumber: PR
By: Fikri

0 comments:
Post a Comment