"Kita akan menyiapkan pelatih untuk musim depan. Kita ingin pelatih dikontrak selama 3 tahun. Kita sadar bahwa prestasi tidak bisa diraih dengan instan," ujar Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), Glenn Sugita di Graha Persib, akhir pekan lalu.
Glenn mengakui, selama 3 musim Persib telah memiliki 6 pelatih. Hal ini sebenarnya tidak bagus untuk sebuah tim. Karena akan cukup membingungkan bagi pemain yang harus selalu berganti pola.
"Saya ini mantan atlet. Kalau selalu berganti pelatih, saya sendiri yang bingung. Oleh karenanya kami menginginkan agar pelatih musim depan bisa menangani lebih dari 1 tahun," ujarnya.
Selain pelatih, Glenn juga mengakui Persib harus memiliki direktur teknik yang bisa mengawasi dan memantau perkembangan tim. Namun untuk jabatan ini masih dipertimbangkan waktunya yang tepat.
Sementara itu, mantan Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar memastikan pelatih musim depan bisa dipegang oleh Robert Rene Albert. Keyakinan Umuh tersebut dikarenakan ia sebelumnya telah berkomunikasi dengan Rene.
"Saya sebenarnya telah diminta untuk berkomunikasi dengan Rene. Dan dia sudah membuka pelaung untuk menyanggupinya. Jika Rene bisa, saya yakin Persib bisa lebih baik lagi musim depan," katanya.
Diakui Umuh, meski telah mengndurkan diri sebagai manajer, ia masih sempat berkomunikasi dengan Rene. Ia pun akan tetap membantu agar Rene bisa berlabuh di Persib musim depan.
Seperti diketahui, Rene sebenarnya bukan kali ini saja masuk daftar pelatih incaran Persib. Pelatih yang sempat membawa Arema Indonesia juara LSI 2009-2010 ini sudah sejak musim lalu diincar Persib.
Seperti dikutip Wikipedia, Rene merupakan pelatih asal Belanda.
Pelatih kelahiran Amsterdam, 14 November 1954 ini adalah mantan pelatih klub Sarawak FA Malaysia. Pada 2007, ia juga melatih tim nasional Malaysia U-19 pada Champions Youth Cup yang juga disertai klub-klub Eropa U-19 seperti Chelsea dan Barcelona. Saat ini ia tidak melatih dan tim terakhir yang dilatihnya yaitu PSM Makassar sebelum akhirnya mundur. Rene merupakan mantan pemain sepak bola dan alumnus akademi sepak bola Ajax Amsterdam, Selain itu, ia juga sempat merumput di klub Prancis, Amerika Serikat, dan Swedia.
Karier kepelatihan Rene juga cukup panjang. Pada 2002, ia menjadi direktur kepelatihan di Korea Selatan dan pelatih kepala timnas U-17 Korsel hingga 2004. Pada 2005-2008, Rene menjadi Direktur Teknik FAM (PSSI-nya Malaysia). Selama memegang klub di Malaysia dan Singapura, ia membuat timnya tak terkalahkan. Di Liga Malaysia selama 4 tahun dan di Liga Singapura 6 tahun, Rene memenangi semua titel kompetisi.
Pertama melatih di kompetisi Indonesia ia sukses membawa Arema Indonesia juara Liga Super Indonesia 2009/2010 dan runner-up Piala Indonesia 2010. Ia juga menguasai bahasa Belanda, Swedia, Inggris, Jerman, Prancis, dan bahasa Indonesia.
Sumber: Galamedia
By: BP

0 comments:
Post a Comment