Hari ini, kapten tim Persib Bandung Maman Abdurahman genap berusia 30 tahun. Maman berharap pada laga melawan Pelita Jaya Karawang, besok, di Stadion Siliwangi, dia mendapat hadiah kemenangan.
“Pengen menang. Insyaallah besok dikasih kemenangan,” ucap Maman mengawali wawancara dengan wartawang di Stadion Siliwangi, pagi tadi.
Sudah menjadi tradisi di tim Persib, siapa yang berulang tahun akan mendapat hadiah timpukan telur dan tepung terigu dari pemain lainnya. Pun yang terjadi dengan Maman. Begitu latihan berakhir, telur mentah pecah di kepala Maman.
Menghadapi pasukan Rachmad Darmawan dalam pertnadingan Minggu besok, Persib sudah melakukan persiapan maksimal. Dua penyerang Pelita Jaya yang diyakini memiliki ketajaman di daerah rawan tim lawan, merupakan sebuah ujian bagi para pemain belakang Persib. Namun Maman yakin dengan latihan dan persiapan yang dilakukan pelatih Robby Darwis, Persib bisa mengatasi pemain depan Pelita Jaya, Greg Nwokolo dan Safee Sali.
“Ya itu termasuk ujian untuk pemain bertahan Persib karena Pelita punya pemain depan yang bagus. Dan saya pikir Pelita ini termasuk salah satu tim yang bagus, organisasi permainan secara timnya bagus. Insyaallah kita bisa mengatasinya karena tadi juga sudah dipersiapkan sama Pak Robby,” aku Maman.
Semenjak ditangani pelatih Rachmad Darmawan, prestasi Pelita Jaya semakin meningkat. Saat ini pelita menghuni peringkat 7 klasemen sementara dengan poin 34. Sedangkan Persib berada di posisi 9 dengan 31 poin. Di mata Maman, kualitas Rachmad Darmawan sudah tidak diragukan lagi.
“Sebenarnya kita udah ga bisa meragukan dia (Rachmad Darmawan) lagi karena tim yang dia pegang berhasil juara dan dia pegang timnas juga bagus. Yang saya tau sih RD, dia seperti memberi kebebasan kepada pemain. Dan pemain itu sendiri tetap segan sama dia meski diberi kebebasan. Ya mungkin dia punya kharisma,” ungkap Maman.
Bukan hanya persoalan kharisma seorang pelatih, Maman pun mengakui kualitas RD dalam meramu strategi dan taktik permainan timnya di lapangan. Perubahan pola permainan dapat dengan cepat terjadi dalam satu pertandingan. “Biasanya sih sama, pake 4-4-2. Tapi kaya dia pake satu striker tapi di sayap-sayapnya seperti pola 4-3-3, tapi pada saat bertahan jadi 4-5-1. Transisinya dari bertahan ke menyerang dan menyerang ke bertahan itu cepet sekali dan pemain-pemainnya juga bisa mengikuti,” papar Maman.
Sumber: Simamaung
By: BP

0 comments:
Post a Comment