VIVAbola – Pelatih Persela Lamongan, Miroslav Janu ‘menyindir’ performa Persib Bandung seusai kedua tim bermain imbang 1-1 di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu malam 11 Maret 2012.
Pelatih asal Republik Ceska itu, mengungkapkan timnya sebenarnya bisa mengalahkan Maung Bandung andai Gustavo Fabian Lopez hadir di lapangan dan seluruh pemainnya dalam kondisi bugar. Menurut Janu, hilangnya Gustavo sedikit banyak mempengaruhi skema permainan yang dikembangkannya.
“Pemain kami sering terjatuh dan mendapatkan perawatan karena memang di antara mereka ada yang kondisinya kurang fit. Seperti Zaenal Arifin yang tidak bisa bermain 90 menit atau sejak awal karena tidak cukup bugar,” kata Janu.
Dengan tegas Janu mengungkapkan kunci keberhasilan tim asuhannya adalah kolektivitas dalam bermain. “Kita tidak memiliki pemain bintang hanya sebuah tim yang bekerja dengan kolektivitas dan andai Gustavo main, mungkin kita bisa menang,” ujar Janu.
Terlepas dari itu, Janu sedikit menyayangkan banyaknya pemain Persela yang diganjar kartu kuning sehingga harus absen pada laga berikutnya melawan Pelita Jaya Karawang di Stadion Singaperbangsa, Karawang.
“Saya tidak mau berkomentar soal wasit, termasuk keputusan penalti untuk Persib. Yang jelas saya sangat menyesal karena di pertandingan berikutnya kita kehilangan beberapa pemain akibat akumulasi kartu kuning, termasuk Mario Costas,” ujar Janu.
Perasaan Mario Costas Campur Aduk
Sementara itu, perasaan striker Persela Lamongan, Mario Alejandro Costas bercampur menjadi satu seusai menahan Persib.
Ia puas karena golnya berkontribusi membawa Persela meraih satu poin di kandang Persib. Namun, ia juga sedih karena harus absen di laga selanjutnya melawan Pelita akibat akumulasi kartu kuning.
“Ya saya cukup senang dengan hasil ini. Gol tadi juga cukup membuat saya senang. Ketika mendapatkan bola dan ada sedikit peluang, saya langsung shooting dan berbuah gol,” kata Costas.
Penyerang asal Argentina ini, cukup bahagia sebab hasil imbang di kandang Maung Bandung mampu memperpanjang status Persela yang tidak terkalahkan dalam lima laga terakhir sejak mengandaskan Persisam Samarinda, awal Februari lalu.
Costas menilai, Persela sebenarnya pantas meraih angka penuh. Meski lebih sering dipaksa bertahan, namun menurut Costas timnya mampu membuat Maung Bandung bekerja keras untuk mengejar ketinggalan.
“Tadi ketika dalam posisi unggul, saya sebenarnya berpikir dan berharap kita bisa memenangkan pertandingan. Tapi hasil akhirnya kita hanya bisa meraih satu poin. Tapi itu tetap membuat saya cukup puas,” ucap Costas.

0 comments:
Post a Comment