Dada: Sangat Disayangkan Pembekuan Keanggotaan Persib oleh PSSI

5 March 2012

BANDUNG, (PRLM).- Dibekukannya keanggotaan Persib oleh PSSI sangat disayangkan oleh Walikota Bandung Dada Rosada. Mengapa tidak, dengan dibekukannya keanggotaan oleh PSSI tersebut, Persib terancam terkena sanksi skorsing selama satu tahun ke depan, hingga otomatis keanggotaan mereka di PSSI untuk sementara dicabut dan tidak diperkenankan mengikuti seluruh kegiatan yang terkait dalam yuridiksi PSSI.

Dada menilai seharusnya sebelum melakukan pembekuan tersebut, dilakukan dulu upaya pendekatan baik dari PSSI maupun 14 klub yang keanggotaannya saat ini dibekukan, sehingga nantinya tercapai upaya win win solution kepada dua belah pihak.

“Kalau bisa jangan dibekukan, karena itu akan rugi juga baik bagi PSSI maupun klub-klub yang terkena pembekuan. Ini harus ada upaya pendekatan, sehingga nantinya ada jalan keluar yang lebih baik, “ kata Dada seusai mengahadiri acara khitanan massal yang diadakan oleh Viking Distrik Caringin, di Lapangan Pasar Induk Caringin, Minggu (4/3).

Disinggung mengenai posisi Persib yang saat ini masih berada pada papan tengah klasemen sementara Liga Super Indonesia (LSI), Dada menuturkan tentunya keinginan masyarakat semua Persib bisa menjadi juara.

Namun, ternyata apa yang dilakukan tersebut tentunya tidak mudah, karena semua peserta LSI lainnya pun juga ingin melakukan hal yang sama. “Mudah-mudahan pada sisa pertandingan Persib bisa mengejar target untuk posisi lebih baik. Namun, itu tergantung dari upaya pelatih dan pemain semua,” kata Dada.

Menanggapi pembekuan klub-klub yang berkompetisi pada Liga Super Indonesia (LSI) oleh PSSI. Ketua Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) Tonny Aprilani mengatakan, PSSI tidak mempunyai alasan untuk membekukan ke-14 klub termasuk Persib.

Menurut Tonny hal tersebut tentunya mengacu kepada anggota PSSI yang sudah tidak mempercayai lagi kepemimpinan Djohar Arifin Cs. “Persib dengan 13 klub lainnya yang ikut pada kompetisi liga super musim lalu dan ikut kompetisi tentunya mempunyai hak, tidak terdegradasi,” katanya di Pengprov PSSI Jabar.

Tonny menambahkan, mengenai surat pembekuan tersebut memang tidak berdasar, sehingga Persib bisa mengabaikan surat tersebut dan tetap fokus dalam menjalani kompetisi Liga Super Indonesia.

Mengenai kaitannya pembekuan tersebut dengan kongres yang akan dilakukan oleh PSSI dalam waktu dekat ini, Tonny menambahkan bisa saja surat pembekuan terhadap ke-14 klub ini ada upaya dengan hal tersebut, sehingga klub-klub ini tidak bisa memiliki suara pada kongres nanti.
“Padahal seperti usulan pemerintah dan KONI pusat, peserta dalam rangka rekonsiliasi ini adalah peserta dari kongres pada KLB Solo. Dan tentunya ke-14 klub ini juga masih mempunyai suara yang sah,” kata Tonny.

Dengan demikian, adanya pembekuan ini tentunya ke-14 klub LSI dan juga 18 klub Divisi Utama yang berada di bawah naungan PT Liga Indonesia (LI) tidak akan diikutsertakan pada kongres PSSI yang rencananya akan diadakan pada 18 Maret mendatang.

Sebelumnya PSSI mengeluarkan surat pembekuan keanggotaan bagi Persib Bandung beserta 13 klub lainnya peserta Liga Super Indonesia (LSI). Mereka dianggap telah melanggar pasal 15 ayat a serta pasal 85 Statuta PSSI. Sanksi tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Komite Eksekutif (exco) PSSI tertanggal 9 Februari lalu.

Namun, hingga saat ini manajemen Persib belum menerima secara resmi surat pembekuan keaggotaan tersebut dari PSSI. Padahal sebelumnya PSSI telah menyatakan SK-nya sendiri sudah dikirimkan kepada masing-masing klub sejak 9 Februari lalu.

Sumber: PR

BY: BP

0 comments:

Post a Comment

 
 
 
 
Copyright © Persib Online
Powered by Blogger