STD. SILIWANGI,(GM)-
Isu tentang keretakan antara pelatih kepala, Drago Mamic dengan pelatih fisik, Dino Safrianto merebak menjelang Persib menjalani tur Papua. Bakan, Dino pun tidak diikutsertakan dalam tim yang berangkat ke Papua, Senin (20/2).
Munculnya desas-desus mengenai keretakan tersebut berawal ketika Drago Mamic menilai Dino telah mangkir dalam tugasnya. Pasalnya, sejak Rabu-Sabtu (15-18/2), Dino tidak hadir di lapangan.
"Dia meminta izin untuk 1-2 hari, tetapi dia tidak hadir selama 6 hari. Lalu dia datang tadi pagi. Ini seperti tidak profesional," kata Drago.
Karena itu, lanjut Drago, ia lebih memilih menyelesaikan latihan tadi pagi (kemarin, red) tanpa kehadiran Dino.
"Dia tidak serius dan tidak profesional. Dia menganggapnya (Persib, red) sebagai klub rekreasi, bukan klub profesional. Saya harus membicarakan masa depannya nanti. Kita akan menyelesaikan masalah ini setelah kembali (tur Papua, red)," kata Drago.
Drago mengakui, sebenarnya tidak ada masalah dengan ketidakhadiran Dino. Latihan tetap berjalan sesuai rencana. Fisik para pemain pun tidak ada masalah, dan siap untuk menjalani laga berikutnya.
Sementara itu, Dino Sefrianto menegaskan, dirinya telah meminta izin untuk tidak melatih. Dino mengaku terpaksa harus meninggalkan tugasnya karena ada anggota keluarganya yang sakit di Lampung.
"Adik saya sakit lever di Lampung. Saya sudah meminta izin. Saya baru bisa kembali melatih, Senin (20/2), karena menggunakan perjalanan darat yang membutuhkan waktu cukup lama," kata Dino.
Namun ternyata, lanjut Dino, ketika dirinya hadir di Stadion Siliwangi, Senin (20/2), Drago langsung memintanya untuk tidak lagi melatih Persib.
"Oleh Drago, saya diminta untuk tidak lagi hadir di lapangan," ujar Dino.
Manajer Persib Bandung, H. Umuh Muhtar menegaskan, kondisi timnya dalam situasi yang sangat kondusif dan tidak ada masalah. Sampai saat ini belum menerima laporan dari pelatih.
Munculnya desas-desus mengenai keretakan tersebut berawal ketika Drago Mamic menilai Dino telah mangkir dalam tugasnya. Pasalnya, sejak Rabu-Sabtu (15-18/2), Dino tidak hadir di lapangan.
"Dia meminta izin untuk 1-2 hari, tetapi dia tidak hadir selama 6 hari. Lalu dia datang tadi pagi. Ini seperti tidak profesional," kata Drago.
Karena itu, lanjut Drago, ia lebih memilih menyelesaikan latihan tadi pagi (kemarin, red) tanpa kehadiran Dino.
"Dia tidak serius dan tidak profesional. Dia menganggapnya (Persib, red) sebagai klub rekreasi, bukan klub profesional. Saya harus membicarakan masa depannya nanti. Kita akan menyelesaikan masalah ini setelah kembali (tur Papua, red)," kata Drago.
Drago mengakui, sebenarnya tidak ada masalah dengan ketidakhadiran Dino. Latihan tetap berjalan sesuai rencana. Fisik para pemain pun tidak ada masalah, dan siap untuk menjalani laga berikutnya.
Sementara itu, Dino Sefrianto menegaskan, dirinya telah meminta izin untuk tidak melatih. Dino mengaku terpaksa harus meninggalkan tugasnya karena ada anggota keluarganya yang sakit di Lampung.
"Adik saya sakit lever di Lampung. Saya sudah meminta izin. Saya baru bisa kembali melatih, Senin (20/2), karena menggunakan perjalanan darat yang membutuhkan waktu cukup lama," kata Dino.
Namun ternyata, lanjut Dino, ketika dirinya hadir di Stadion Siliwangi, Senin (20/2), Drago langsung memintanya untuk tidak lagi melatih Persib.
"Oleh Drago, saya diminta untuk tidak lagi hadir di lapangan," ujar Dino.
Manajer Persib Bandung, H. Umuh Muhtar menegaskan, kondisi timnya dalam situasi yang sangat kondusif dan tidak ada masalah. Sampai saat ini belum menerima laporan dari pelatih.
Sumber: Galamedia
By: BP

0 comments:
Post a Comment