Butuh Dua Pekan Perbaiki Stadion Si Jalak Harupat

8 February 2012
SOREANG,(GM)-
Perbaikan Stadion Si Jalak Harupat yang rusak akibat ulah suporter saat laga El Clasico antara Persib kontra Persija beberapa waktu lalu, membutuhkan waktu dua minggu. Kerusakan terjadi pada tiang besi pembatas antara penonton dengan lapangan pertandingan yang jebol, 22 buah ram kawat, besi pintu masuk utama, kaca, dan sebagainya.

"Pengerjaan paling lama untuk pemasangan tiang besi pembatas antara penonton dengan lapangan. Paling tidak perlu dicor supaya tiang besinya tertancap kuat. Untuk pengecoran dibutuhkan waktu sampai dua pekan," terang Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Diskopar) Kab. Bandung, Akhmad Djohara di Soreang, Selasa (7/2).

Beberapa fasilitas Stadion Si Jalak Harupat yang rusak sudah mulai diperbaiki pada Kamis (2/2). Pantauan kemarin, sejumlah pekerja bangunan tengah memasang ram kawat besi dan tiang besi pemisah. Kerusakan stadion kebanggaan masyarakat Kab. Bandung ini paling parah di tribun utara, selatan, dan timur. Sedangkan tribun barat yang merupakan tempat duduk VVIP aman dari perusakan oknum penonton.

"Selama dua minggu ke depan Stadion Si Jalak Harupat tidak dapat digunakan untuk pertandingan besar, seperti Persib lawan Persija. Hanya diizinkan penggunaannya untuk sebuah pertandingan yang tidak terlalu banyak menyedot penonton," ujarnya.

Ulah oknum suporter ternyata tidak hanya merusak Stadion Si Jalak Harupat, tapi juga merembet ke lapangan sofbol. Lapangan sofbol yang berada di samping stadion utama tersebut rusak, serta kaca-kacanya pecah. Kerugian akibat ulah oknum suporter tersebut ditaksir mencapai Rp 62 juta.

"Hitungan kerugian sementara sekitar Rp 62 juta. Angka pastinya masih dihitung tim penaksir. Kerusakan juga terjadi saat Persib lawan Pelita Jaya, namun skalanya kecil," ungkapnya.

Sementara untuk jangka panjangnya, Sarana Olahraga (SOR) Si Jalak Harupat akan dilengkapi dengan kolam renang bertaraf internasional dan lapangan olahraga indoor. Ditargetkan pembangunannya rampung pada tahun 2014.

Akhmad mengungkapkan, berdasarkan hasil detailed engineering design (DED), untuk sarana olahraga kolam renang membutuhkan anggaran tak kurang dari Rp 48 miliar. Pembangunan lapangan indoor yang di dalamnya terdapat arena pertandingan bulu tangkis, basket, tenis lapangan, dan senam diperkirakan menelan anggaran Rp 28 miliar.

"Pembiayaan SOR akan ditanggulangi bantuan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Kita optimis pusat dan provinsi bakal mengucurkan bantuan, mengingat Jawa Barat akan menjadi tuan rumah PON 2016. Pembiayaannya dengan mengunakan sistem multiyears (tahun jamak), sehingga kapan pun bantuan bisa masuk tanpa dibatasi tahun," tutup Akhmad.

Sumber: Galamedia
By: BP

0 comments:

Post a Comment

 
 
 
 
Copyright © Persib Online
Powered by Blogger