Persib Belum Terkalahkan

10 January 2012


M.FADLILLAH / GM
PEMAIN belakang Persib, Abanda Herman, berduel di udara dengan pemain PSMS Medan, Wawan Widiantoro pada lanjutan Liga Super Indonesia di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kab. Bandung, Senin (9/1).

SOREANG,(GM)-
Persib Bandung berhasil mengandaskan PSMS Medan, 3-1 pada laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2011-2012 di Stadion Si Jalak Harupat Kab. Bandung, Senin (9/1). Dengan hasil ini, Persib menjadi satu-satunya tim yang hingga kini belum terkalahkan.

Laga ini sekaligus menumbuhkan optimisme mulai menajamnya striker Persib. Karena dua dari tiga gol Persib dibukukan dua strikernya, Aliyudin di menit 46 dan Moses Sakyi di menit 89. Sedangkan satu gol lainnya dicetak Abanda Herman di menit 52.

Seperti laga Persib vs PSMS lainnya, laga kali ini juga berjalan cukup keras. Hal itu diakui pelatih Persib Bandung, Drago Mamic. Sayang dalam laga ini Mamic menilai wasit Iwan Sukoco dari Malang tidak bersikap tegas.

"Kita seharusnya memperoleh penalti dan pemain lawan harus memperoleh kartu merah. Tetapi itu tidak dilakukan wasit," tegas Drago usai pertandingan.

Diakui Drago, PSMS merupakan tim yang berbahaya. Mereka mampu menciptakan peluang di babak I. Tetapi Persib juga terpaksa mengambil risiko untuk tetap menyerang. "Karena kita ingin mencetak gol untuk meraih kemenangan. Dan kita berhasil menciptakan gol di babak II. Itu berjalan sesuai rencana yang telah kita susun," katanya.

Kendati demikian, Drago menegaskan, Persib dan bobotoh tidak perlu larut dalam euforia berlebihan. Karena ini hanyalah pertandingan biasa. Masih banyak pertandingan lain yang harus dihadapi Persib. "Ini akan menjadi power bagi Persib di laga-laga selanjutnya," katanya.

Drago mengatakan, striker Persib mulai menunjukkan ketajamannya. Karena dua dari tiga gol yang dibukukan Persib dicetak pemain berposisi striker, yaitu Ailyudin dan Moses Sakyi. Sedangkan Airlangga Sucipto, meski belum mencetak gol, memberikan umpan kepada Aliyudin.

Drago mengatakan, Aliyudin dan Airlangga mampu bermain dengan sangat mengesankan. Meski permainan di babak I tidak berjalan sempurna, keduanya mampu meningkatkan permainan di babak II. Padahal secara tim tidak banyak mengalami perubahan. "Aliyudin telah memperlihatkan kualitas yang Persib butuhkan," puji Drago.

Sedangkan untuk Moses Sakyi, Drago mengakui, striker anyar asal Ghana ini sebenarnya masih belum siap dimainkan sejak babak I. Oleh karenanya ia lebih mempercayakan lini depan kepada Aliyudin dan Airlangga. Tetapi saat dimainkan di menit 80 menggantikan Airlangga, Moses bisa memperlihatkan kualitasnya. "Gol itu bisa menunjukkan kualitasnya sebagai striker pembunuh," katanya.

Kendati demikian, Drago mengakui Moses masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Melalui proses latihan, Moses diperkirakan bisa tampil lebih baik lagi. "Semua yang dimainkan, tentu telah memenuhi standar yang saya tetapkan. Meski diganti atau menjadi pemain pengganti, itu tetap sesuai dengan standar," ujarnya.

Sementara itu, pelatih PSMS Medan, Raja Isa mengaku puas dengan hasil ini. Meski kalah, timnya tetap menunjukkan performa meningkat dibandingkan pertandingan sebelumnya.

"Kita hanya kurang beruntung saja. Karena di babak I, PSMS lebih banyak memiliki peluang mencetak gol. Ini akan menjadi bahan evaluasi. Karena bila kami berhasil memenangkan laga ini, para pemain akan menjadi besar kepala," akunya.

Secara keseluruhan, Isa mengakui laga kali ini sangat layak dinikmati karena sepanjang pertandingan laga berjalan sangat seru.

Jalannya pertandingan

Nyaris sama dengan laga sebelumnya, Persib belum mampu memberikan penampilan terbaiknya. Meski banyak menguasai bola, serangan Persib masih belum terorganisasi dengan baik. Di babak I, PSMS bahkan lebih sering mengancam gawang Persib yang dikawal Jendry Pitoy.

Di menit 12, Ikpefua Saha bahkan nyaris menjebol gawang Jendry melalui tendangannya meneruskan umpan Inkyun Oh. Untung tendangan Saha masih membentur tiang gawang.

Setelah itu, giliran gelandang PSMS, Luis Pena yang mengancam di menit 26. Kali ini Pena meneruskan umpan pemain asal Korea Selatan Choi Dong Soo. Kali ini Jendry masih mampu membloknya.

Tiga menit kemudian, blunder kapten Persib, Maman Abdurahman nyaris membawa petaka. Berniat memberikan bola kepada pemain lain, umpan Maman lebih dekat pada Saha. Tanpa pikir panjang Saha pun menembakkan bola ke arah gawang. Lagi-lagi keberuntungan masih berpihak pada Persib. Tendangan Saha masih melayang di atas mistar gawang Jendry.

Satu-satunya peluang emas Persib saat Miljan melakukan tendangan bebas di menit 33. Tendangan bebas yang mengarah ke sisi kiri gawang itu sempat menyulitkan Markus.

Di pertengahan babak I, Persib sebenarnya memperoleh kesempatan untuk mencetak gol melalui titik penalti, setelah Airlangga dijatuhkan Sasa Zecevic di dalam kotak penalti. Namun wasit memberikan penilaian yang berbeda.

Tetapi situasi berubah di babak II. Dalam hitungan detik, Aliyudin mampu memecah kebuntuan Persib. Lolos dari jebakan offside PSMS, Aliyudin mampu melanjutkan umpan Airlangga menjadi gol.

Persib kembali menggandakan keunggulannya di menit 52 melalui tandukan Abanda. Abanda berhasil mengonversi umpan Miljan dari tendangan bebas di sisi kanan pertahanan PSMS.

Unggul dua gol membuat Persib semakin menekan. Tetapi asyik menyerang, Persib malah kebobolan oleh kerja sama apik Wawan Widiantoro dengan Saha di menit 69. Wawan mengirimkan umpan matang kepada Saha yang berdiri bebas di depan gawang Jendry. Kedudukan pun berubah menjadi 2-1.

Setelah itu, Persib mencoba mengubah formasi. Airlangga ditarik digantikan Moses Sakyi dan Aliyudin digantikan oleh Atep. Hasilnya Moses berhasil menunjukkan kualitasnya. Memperoleh umpan Hariono, ia mampu berkelit dari kawalan pemain PSMS dan melesakkan tendangan tanpa mampu ditahan Markus. Gol tersebut sekaligus menutup kemenangan Persib 3-1 atas PSMS. Bravo Persib!

Sumber: Galamedia
By: BP

0 comments:

Post a Comment

 
 
 
 
Copyright © Persib Online
Powered by Blogger