21 December 2011
INILAH.COM, Bandung - Mantan pemain Persib ere 90-an Yusuf Bachtiar menilai sangat tepat jika Maung Bandungmengandalkan kolektivitas tim di setiap laga yang dilakoninya. Itu lantaran, sampai saat ini belum ada sosok pemain yang bisa dijadikan sebagai amunisi kunci.
”Kalau memang tidak ada yang bisa dijadikan pemain kunci, tak ada pilihan kecuali mengandalkan permainan kolektif. Dan itu harus dilakukan oleh Persib saat ini,” kata Yusuf, Selasa (20/12/2011).
Namun, Yusuf menerangkan permainan kolektivitas yang diusung Persib musim sekarang masih jauh dari yang diharapkan. Bahkan dari empat penampilan permainan Persib di awal musim ISL sekarang, cukup mengkhawatirkan. Secara teknis, pola yang diinginkan tim pelatih masih belum dijalankan dengan baik oleh para pemain.
“Dari pola 4-2-3-1 yang saat ini diterapkan pelatih, sepertinya tidak berjalan dengan baik. Apa yang seharusnya diperbuat dengan pola yang dimaksud, sepertinya tidak begitu berjalan,” terangnya.
Menurut Yusuf, seharusnya Persib bisa lebih memanfaatkan sektor sayap. “Pola 4-2-3-1 harusnya konsep sayap yang dikedepankan. Dan selama ini tidak dilakukan oleh Persib,” sebutnya.
Peran tiga pemain yang berada di belakang striker seperti M Ilham, Atep, dan Miljan Radovic pun, lanjut Yusuf, sampai saat ini belum berhasil menjalankan permainan seperti pola yang diusung pelatih.
Yusuf menegaskan, kolektivitas permainan tim memang harus terus diusung bahkan dipertajam lagi, namun itu harus sejalan dengan pola dan strategi yang diracik tim pelatih. Tentunya agar permainan Persib bisa lebih ciamik dan optimal.[jul]
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment