20 December 2011
WASTUKANCANA,(GM)-
Prihatin dengan masalah yang membelit Persib Bandung yang dikenai sanksi degradasi dan denda sebesar Rp 1 miliar oleh PSSI, Forum Silaturahmi Lurah Kota Bandung melakukan aksi peduli dengan mengumpulkan donasi dari para pegawai negeri sipil (PNS). Aksi tersebut dilakukan di Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana, Senin (19/12) pagi.
Namun, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Edi Siswadi meminta agar koin peduli Persib yang digagas Forum Silaturahmi Lurah tersebut dihentikan dulu sampai ada kejelasan aturan.
Tidak hanya di balai kota, aksi peduli juga rencananya akan dilakukan di 151 kantor kelurahan yang ada di Kota Bandung. Nantinya, uang yang terkumpul dari aksi itu akan diberikan kepada PT PBB sebagai pengelola Persib Bandung.
Dari pantauan "GM", perwakilan lurah mendatangi balai kota untuk meminta donasi dari para PNS. Dengan berbekal kotak kardus bertuliskan "Forum Silaturahmi Lurah Kota Bandung Peduli Persib", mereka mendatangi satu per satu instansi yang ada di dalamnya seperti ke kantor Dispenda dan BKD. Mereka meminta kepedulian PNS untuk menyisihkan sedikit uangnya demi Persib Bandung.
Ketua Forum Silaturahmi Lurah Kota Bandung, Saeful Ahmad mengatakan kegiatan yang dilakukan itu semata-mata merupakan bentuk kepedulian untuk mendukung Persib yang saat ini terkena sanksi dari PSSI. "Apa yang kami lakukan ini spontan, muncul atas dasar kepedulian terhadap Persib yang terkena sanksi," kata Saeful kepada wartawan di sela kegiatan.
Ia menambahkan, aksi yang dilakukan itu diharapkan bisa memperingan beban Persib.
"Kami yang menggemari dan menikmati setiap pertandingan Persib, merasa sangat terpanggil ketika Persib ditimpa masalah ini. Mudah-mudahan saja dengan donasi ini bisa memperingan beban," paparnya seraya menambahkan, sanksi yang diberikan kepada Persib sangat tidak adil.
Dijelaskan Saeful, selain di balai kota, kencleng juga akan disimpan dan diedarkan di 151 kelurahan di Kota Bandung. Diharapkan masyarakat yang sangat mencintai Persib bisa terketuk hatinya dan memberikan bantuan sukarelanya.
"Mudah-mudahan masyarakat terketuk hatinya. Dan ini sebenarnya bukan semata mengumpulkan uang untuk Persib saja, tapi pesan pentingnya agar PSSI mendengar dan melihat," terang Saeful.
Uang yang terkumpul, katanya, akan diberikan kepada PT PBB sebagai pengelola Persib. "Setelah terkumpul, akan kita serahkan langsung," imbuhnya.
Wali Kota Bandung Dada Rosada ketika dimintai tanggapannya atas aksi para Lurah meminta agar aksi itu tidak bertentangan dengan aturan.
"Semuanya harus sesuai prosedur yang berlaku. Jangan sampai donasi ini dipersepsikan salah oleh warga dan segala sesuatunya harus transparan," pesan Dada.
Hentikan dulu
Senada dengan wali kota, Sekda Edi Siswadi pun meminta kepedulian itu dihentikan dulu. Sebab, setiap pungutan yang dilakukan aparat atau institusi yang melibatkan beban masyarakat harus ada rekomendasi dan peraturan wali kota.
"Sebaiknya dihentikan dulu sampai ada kejelasan aturan. Yang dihentikan itu yang dilakukan aparat, apalagi pasang kencleng di kantor. Kalau yang dilakukan masyarakat silakan," ujar Edi.
Kalaupun ada pungutan harus ada peraturan yang jelas, misalnya untuk pungutan pendapatan asli daerah aturannya melalui perda (peraturan daerah) dan sifatnya sosial melalui perwal (peraturan wali kota).
"Seperti halnya bantuan kemanusiaan PMI (Palang Merah Indonesia, red) ada perwal dan pembentukan panitia," ungkap Edo.
Aparat, kata Edi, dalam hal ini lurah harus bisa memilah urusan wajib dan bukan. Lebih baik pungutan ini diserahkan pada masyarakat dan aparat tak terlibat di dalamnnya.
Sementara Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda menilaiaksi yang dilakukan para lurah ini merupakan bentuk solidaritas dan sindiran atas nasib Persib yang diperlakukan tidak adil oleh PSSI.
"Sikap otoriter dan tidak profesional tersebut hanya akan menambah semrawutnya dunia sepak bola Indonesia. Saya mendukung sepenuhnya sikap bobotoh," ujar Ayi.
Sumber: Galamedia
By: BP
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment