Menghadapi pertandingan tandang melawan Persidafon Dafonsoro di Stadion Mandala Jayapura, Sabtu (17/12) ini, Persib Bandung bertekad mengakhiri rekor buruknya berlaga di tanah Papua. "Maung Bandung" bertekad memberikan poin tambahan sebelum kembali ke kandangnya. "Saya harap di pertandingan ini kami bisa mematahkannya. Bagaimanapun kami ingin bisa mendapat poin maksimal seperti target-target yang kami pasang di setiap pertandingan," tegas pelatih Persib Drago Memic ketika ditemui "PR", usai uji coba lapangan di Stadion Mandala Jayapura, Jumat (16/12) pagi. Sejak berlaga di kompetisi tertinggi Indonesia, Persib belum pernah bertemu dengan Persidafon. Namun sepanjang digelarnya Liga Super Indonesia (LSI), Persib memang belum pernah meraih poin melawan tim-tim Papua. Bertandang melawan Persiwa Wamena atau Persipura Jayapura, Persib selalu pulang dengan tangan hampa. Di LSI 2010/2012 lalu, Persib bahkan sempat menjadi bulan-bulanan Persipura dengan menelan kekalahan 1-5. Sedangkan melawan Persiwa, gawang Persib harus kebobolan 3 gol tanpa mampu membalasnya. Sejak bergulirnya LSI, kecuali tim Papua (Persipura dan Persiwa), hanya Arema Indonesia yang berhasil mencuri poin saat bermain di Papua. Tepatnya musim 2009/2010 saat Arema mengalahkan tuan rumah Persiwa, 2-0. Namun musim 2011/2012 ini, Pelita Jaya sudah mengawalinya dengan berhasil meraih poin di Papua. Pelita Jaya mampu menahan imbang Persidafon 1-1 beberapa waktu lalu. Drago Mamic sepertinya tidak terlalu senang dengan anggapan ini. Baginya, tradisi kalah di tanah Papua merupakan hal negatif yang harus segera dihapus Persib. Namun ia mengakui, hal tersebut bukan sesuatu yang mudah. Untuk itu, pertandingan yang akan berlansung sore hari tersebut akan menjadi laga yang sulit. Tim tangguh Persidafon yang diperkuat pemain-pemain kuat, menurutnya menjadi salah satu tantangan yang harus bisa dihadapi Airlangga Sucipto dkk. Dari hasil rekaman pertandingan yang dilihatnya, menurut Drago, Persidafon tim tangguh yang dimiliki masyarakat Papua. Hal ini terlihat dari tiga hasil pertandingan yang dilakoni tim "Gabus Sentani" itu. Dari tiga kali bermain, Persidafon mencatatkan satu kali kalah dan dua hasil seri. Persidafon kalah pada laga perdana mereka di kandang PSPS Pekan Baru (1-4). Hasil seri mereka dapatkan saat tandang melawan Persija Jakarta (0-0) dan menjamu Pelita Jaya Karawang (1-1). Menurut Drago, hasil tersebut merupakan hasil yang cukup luar biasa untuk sebuah tim yang baru saja promosi ke liga teratas. "Banyak contoh klub-klub baru atau pendatang yang justru mencetak hasil luar biasa. Kami tidak bisa begitu saja berkata bahwa kami lebih baik dari tim ini, tidak. Justru kami menghargai dan mewaspadai mereka," kata Drago. Namun, menurut Drago, hal tersebut tidak memengaruhi optimisme tim untuk memenangkan pertandingan. "Semua tergantung persiapan kami. Siapa yang lebih siap, tentu tim itu yang akan bisa mendulang hasil maksimal dan itulah target kami," ucapnya. Pada pertandingan melawan Persidafon nanti, para pemain Persib tengah dalam kondisi on fire. Drago menuturkan, tidak ada lagi pemainnya yang berjibaku dengan masalah cedera. Hariono dan Miljan Radovic yang performanya sempat terkendala pada pertandingan melawan Deltras Sidoarjo lalu, kini sudah dalam keadaan pulih total. Sementara itu, untuk pemain belakang Muhammad Nasuha, Drago menjelaskan, dia pasti akan bermain pada pertandingan di Stadion Mandala tersebut. "Meskipun memang hanya dia yang belum siap bermain full 90 menit tapi dia akan saya turunkan, mungkin di pertengahan pertandingan," katanya. Masa transisi Di kubu lawan, tim tuan rumah tidak akan diperkuat satu pemain pilarnya, yaitu Sugiantoro. Bejo, sapaan akrab Sugiantoro tidak dapat memperkuat tim karena mengalami cedera hamstring. Asisten pelatih Persidafon Isman Jasulmei mengatakan, Bejo mengalami cedera tersebut saat tengah memperkuat tim menghadapi Pelita Jaya, Senin (12/12) lalu. "Bejo tidak bisa kami turunkan karena kondisinya masih belum memungkinkan," ujarnya saat ditemui "PR" usai uji coba lapangan di Stadion Mandala Jayapura, Jumat (16/12) pagi. Bejo merupakan pemain utama yang cukup berpengaruh pada lini pertahanan Persidafon. Meskipun begitu, menurut Isman, absennya bejo tidak akan memengaruhi permainan tim. "Kita sudah siapkan pemain lain yang siap untuk diturunkan menghadapi Persib menggantikan dia (Bejo, red)," ujarnya. Dia menuturkan, laga menghadapi Persib merupakan laga yang cukup sulit bagi timnya. Menurutnya, selain karena Persib merupakan tim kuat dengan materi pemain yang bagus, kondisi Persidafon sendiri masih dalam masa transisi. "Kami sebagai tim yang baru di LSI ini. Yang kami fokuskan adalah benar-benar bekerja keras, menjaga disiplin, dan menjaga tim ini tetap kondusif," ucapnya. Manajer Persidafon Iwan Nazarudin menuturkan, timnya optimistis bisa menahan Persib dalam laga kandang kedua Persidafon itu. Dia menuturkan, timnya tidak kalah secara grafik permainan dengan Maung Bandung. Ia menuturkan, meskipun Persidafon merupakan tim yang baru promosi ke LSI, namun anak asuhnya tidak kalah bersaing. "Siapa yang tidak kenal Persib? Mereka dihuni pemain-pemain bagus. Persidafon? Siapa yang kenal kami. Meskipun secara nama kami belum dikenal, tapi kami tidak pesimistis," ujarnya. Dikatakab, 70 persen pemainnya merupakan pemain-pemain lama yang memperkuat Persidafon di Divisi utama. Namun, tambahan pemain-pemain yang cukup berpengalaman seperti Eduard Ivak Dalam dan Pattrick Wanggai dikatakan Iwan sebagai tambahan motivasi. "Kondisi kami memang serbaminus terutama masalah dana. Tapi kami berupaya keras. Di dua pertandingan awal anak-anak memang meraih hasil imbang, padahal seharusnya mereka bisa menang. Ini jadi motivasi bahwa kami juga bisa mengimbangi Persib," ucapnya. |
Sumber: Galamedia
By: BP


0 comments:
Post a Comment