SOREANG, TRIBUN - Meski sudah termakan usia aksi gelandang serang Persib Bandung, Miljan Radovic (36) tetap yahud ketika di atas lapangan. Pemain asal Montenegro itu masih mampu menunjukkan kelasnya sebagai jenderal lapangan tengah. Bahkan tak jarang Radovic ikut merepotkan lini pertahan lawan.
Aksi-aksi individunya membuat decak kagum bobotoh yang menyaksikannya.
Terhitung, sepanjang pertandingan sebanyak lima kali peluang Radovic mencoba membobol gawang Persiram.
Radovic yang bersama Atep, Airlangga Sucipto, dan Muhammad Ilham mulai
menebarkan teror bagi Persiram sejak menit awal. Melalui permainan kolektif yang diinstruksikan Drago Mamic, di menit ke-6 Radovic hampir membuat angka pertama bagi Persib. Namun usahanya sia-sia karena mampu diantisipasi kiper lawan.
Kesempatan kedua pun diperoleh kembali rekan senegara Zdravko Dragicevic itu. Memanfaatkan tendangan bebas atas pelanggaran Hariono di menit 18, kiper Persiram harus melompat tinggi untuk menghadang datangnya bola. Alhasil Radovic kembali gagal menyobek gawang karena hanya menghasilkan tendangan gawang.
Di menit 30, Radovic hampir mencetak gol untuk Persib Bandung. Memanfaatkan bola muntahan dari kiper Persiram, Radovic langsung menyontek bola liar yang berada di depan gawang. Namun, Radovic harus memegang kepalanya menandakan tak puas kepada keputusan wasit yang memvonisnya offside.
Berselang sepuluh menit kemudian, Miljan tak menyerah untuk kembali mencetak gol. Melalui umpan silang Zulkifly Syukur, Radovic mencoba memanfaatkan umpan itu dengan aksi tendangan guntingnya. Namun, Radovic kembali kecewa karena tipis melewati mistar gawang Persiram dan kembali menghasilkan tendangan gawang. Radovic pun menepuk kedua tangannya dengan keras karena usahnya gagal untuk keempat kalinya.
Delapan menit seusai turun minum, Radovic akhirnya bisa bernafas lega. Kekesalannya akhirnya terbayar sudah. Berawal dari pelanggaran yang dilakukan pemain bertahan Persiram di kotak pinalti. Sang pemimpin pertandingan, Iwan Sukoco menunjuk titik putih. Radovic menjadi eksekotor penalti itu. Radovic pun mencetak gol semata wayangnya.
"Di pertandingan ini saya sangat puas sekali mencetak gol, sejak dimulanya pertandingan saya hanya berpikir untuk menang," kata Miljan saat ditemui Tribun usai pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Sabtu (3/12) malam.
Pertandingan yang dipenuhi sekitar 40 ribu penonton itu mulai bergemuruh di menit ke-10. Ronggo, sapaan Airlangga berhasil mencetak gol pertamanya di kompetisi Indonesia Super League Musim (ISL) 2011/2012. Atep sebagai pemain sayap kiri itu berhasil memberikan umpan cantik kepada Ronggo. Alhasil gawang Persiram terkoyang untuk pertama kalinya. Skor pun menjadi 1-0 untuk Persib.
Baru berjalan tiga menit, Abanda Herman melakukan kesalahan di kotak penalti. Tangannya tersentuh bola akibat menahan tendangan Benson. Wasit pun menunjuk titik putih sebagai hadiah. Oktovianus Maniani selaku algojo berhasil menyamakan kedudukan. Hingga babak pertama usai skor tetap bertahan 1-1.
Pada babak kedua, pertandingan yang baru berjalan tiga menit itu tim Pangeran Biru menambah keunggulan melalui gol bunuh diri yang dilakukan pemain bertahan Persiram, Kubai Qudian. Skor pun menjadi 2-1 untuk keunggulan tim Pangeran Biru.
Persiram yang tak mau kalah, Okto dan kawan-kawan mulai bermain terbuka di babak kedua itu. Akibatnya, taktik itu justru berubah menjadi petaka. Alhasil Persib menambah gol ketiganya melalui kotak penalti. Radovic menyelesaikan dengan baik peluang emas itu di menit ke-53.
Namun, semangat juang Persiram tak pupus. Pemain Persiram bernomor punggung lima, Boumsong memperkecil ketertinggalannya. Di menit 88, Persiram merubah skor menjadi 3-2, meskipun golnya itu sepat menuai protes dari kapten Persib, Maman Abdurahman. Hingga pertandingan usai skor tidak berubah dan kemengangan pertama untuk skuad Maung Bandung di ISL.
Sumber: Tribun
By: BP

0 comments:
Post a Comment