Ritual Unik Drago Mamic

4 November 2011
Ritual Unik Drago Mamic

Secara teknis pelatih Persib Drago Mamic memang sangat pakar dalam mengotak-atik formasi dan strategi dunia sepak bola.

Namun sebagai manusia biasa, sebelum berangkat menuju pertarungan di atas lapangan hijau, pelatih Persib Bandung mengaku kerap melakukan sesuatu hal yang dianggapnya sebagai ritual khusus.

Padahal, sebagai bangsa Eropa yang sangat mengedepankan rasionalitas, Mamic tak menampik terhadap hal yang tidak bisa diterima oleh akal sehat itu.

"Setiap manusia memiliki keyakinan terhadap hal itu (gaib) ketika akan melakukan sesuatu. Dan saya juga seorang manusia yang percaya terhadap sesuatu yang gaib itu. Dan saya selalu melakukan sesuatu sebelum melakukan pertandingan," ujar Mamic saat ditemui wartawan seusai latihan fitnes di D Groove, Kamis (3/11) pagi.

Hal itu, disebutkan Mamic, supaya tim besutannya memperoleh kemenangan dengan menyajikan permainan yang apik saat di atas lapangan.

Menurut Mamic, ritual yang digunakannya itu terkadang membuahkan harapan dan keberuntungan bagi dirinya dan timnya saat bertanding. Oleh karena itu dia pun tak pernah lepas dari ritualnya itu kala akan menghelat pertandingan. "Apa yang saya lakukan itu (ritual khusus) diharapkan bisa membantu saya dan tim saat bertanding," ujar Mamic.

Sebelum bertanding, Mamic melakukan kegiatan khusus, yakni tak pernah lepas dari sesuatu yang memiliki kesamaan warna dalam hal terkait benda yang dikenakannya.

Namun, Mamic mengatakan, kesamaan warna itu setiap harinya selalu berubah tergantung dari keinginannya. Selain itu, disebutkan pula, dia pun tidak mau menggunakan warna yang sama dengan jersey yang digunakan anak asuhnya kala bertanding.

"Terkadang saya suka menggunakan kaus dengan warna yang sama dengan kaus kaki. Namun, juga tidak melulu pakaian yang sama warnanya, bisa saja benda lain. Dan setiap pertandingan warnanya pasti selalu berbeda," ujar Mamic.

Setelah dua bulan tinggal di Kota Bandung, pelatih yang sudah memiliki lisensi dari UEFA itu mengaku kagum terhadap animo masyarakat sepak bola di Indonesia, terutama antusiasme bobotoh yang selalu memberikan dukungan terhadap tim kesayangannya.

"Saya baru tinggal di Bandung selama dua bulan namun emosi sepak bola di Bandung sangatlah tinggi," ujar pria yang berusia 56 itu.

Mamic mengatakan, melatih salah satu tim di Indonesia memang merupakan pengalaman baru baginya. Menurut Mamic, selama dua bulan terakhir ini tinggal di kota kembang, dia pun mendapatkan suasana yang berbeda dari tempat sebelumnya melatih.

"Persib merupakan tim yang sangat besar. Dan setiap orang di Bandung suka dengan Persib. Itu sangat penting bagi kami. Dan hal itu pengalaman yang positif bagi saya," ujar Mamic.

Namun, Mamic menyayangkan, begitu tingginya animo masyarakat Indonesia terhadap sepak bola, tidaklah didukung penuh oleh federasi sepak bola Indonesia (PSSI).

Sumber: BolaIndo

By: BP

0 comments:

Post a Comment

 
 
 
 
Copyright © Persib Online
Powered by Blogger