26 November 2011
INILAH.COM, Jakarta – PSSI membagi kompetisi dalam dua kategori, profesional dan amatir. Kasta teratas kompetisi PSSI sekaligus liga profesional adalah Indonesian Premier League (IPL) dengan 17 klub.
Di bawahnya, masih berstatus profesional, adalah Divisi Utama. “Ada tiga grup, masing-masing grup 12 tim. Lewat undian, yang menjadi tuan rumah adalah Grup 2, PSIS Semarang sebagai tuan rumah melawan Persik Kediri. Kickoff digelar 10 Desember,” ujar Saleh dalam jumpa pers di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Jumat (25/11/11).
Untuk Divisi I dengan status amatir, pendaftaran akan ditutup tanggal 30 November dengan kickoff pada 16 Desember. Mengenai tuan rumah, akan diputuskan kemudian.
“Kita juga mengumpulkan Divisi II dan Divisi III di Hotel Batavia saat ini. Divisi II jumlahnya seratus, dan kalau mereka setuju kickoff nya 16 Desember,” Saleh melanjutkan.
“Ada format baru, untuk Divisi I, karena menggunakan uang rakyat akan digelar untuk kelompok Umur U-23, Divisi II U-21 dan Divisi III U-19,” jelas Saleh.
Ia juga menjelaskan bahwa kompetisi berstatus amatir tersebut masih menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“U-18 outputnya ke Piala Soeratin, U-15 ke Piala Danone, SSB di U-10. Kita masih mencari sponsornya. Tidak ada timnas yang bagus tanpa dasar yang kuat. Jika pembinaan di amatir bagus maka sepak bola profesional dan sepak bola industri akan bagus,” lanjutnya
Selain kompetisi usia muda, demi menyehatkan mental pemain di level tersebut PSSI akan menanggung biaya wasit dan aparat pertandingan. Sebelumnya, biaya untuk wasit dan perangkat pertandingan ditanggung tuan rumah sehingga wasit kerap berlaku cenderung menguntungkan tuan rumah.
“Biayanya memang besar, sekitar Rp 11 miliar. Kita tidak ingin pembinaan rusak karena praktek-praktek kotor. Kita ingin kemenangan ditentukan oleh 11 orang di lapangan, bukan hal-hal lain,” tandasnya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment