23 November 2011
INILAH.COM, Bandung – Nama Emen Suwarman sudah tak asing di telinga pencinta sepak bola Bandung dan Jawa Barat. Ya, dia salah satu saksi hidup perkembangan sepak bola Persib sekaligus Tanah Air.
Pria yang lahir di Majalengka, 72 silam ini, terkenal sebagai pesepak bola andal. Banyak menelan asam garam sepak bola. Segudang prestasi dan pengalaman telah diraupnya.
Mulai bergabung bersama Maung Bandung sejak 1960, dia ikut mengharumkan nama klub kesayangan warga Jawa Barat itu. Termasuk melambungkan nama Timnas Indonesia di kancah internasional sejak 1961.
Berbagai penghargaan pun sudah dia kantongi. Namun, apa yang telah didapat ayah 9 anak itu tak lantas jumawa. Malah prestasi karier tersebut menjadikannya rendah hati. Sikap sombong sebagai penggawa tangguh di lapangan hijau sangat jauh darinya. Malah, kakek dari 12 cucu ini dikenal sebagai sosok yang ramah.
Buktinya, sampai sekarang dia tetap digandrungi para pencinta sepak bola, terutama warga Jawa Barat. Terlebih sejak gantung sepatu, Emen tetap berada bersama Persib meski tak langsung turun di lapangan.
Dia pernah menjadi asisten pelatih kawakan Indra Tohir kala Persib menjadi kampiun di Perserikatan pada 1993-1994. Kemudian berlangsung menuai karier manis masih bersama Indra Tohir menjuarai Liga Indonesia pertama 1994-1995.
“Meski menjadi asisten pelatih, tapi saya sangat bangga karena Persib waktu itu menjadi juara Perserikatan dan Liga Indonesia pertama,” ujar pria yang masyhur dengan sebutan Macan Asia ini ketika ditemui INILAH.COM beberapa waktu lalu.[ito]

0 comments:
Post a Comment