Rivalitas di lini depan Maung memang cukup menarik. Empat ujung tombak yang dimiliki oleh pelatih Drago Mamic harus memperebutkan satu atau dua slot di formasi 4-5-1 dan 4-4-2 tim.
Kualitas Airlangga dan Aliyudin tentu saja tidak bisa diragukan lagi dan diprediksi akan turun bergantian menyempurnakan lini depan Persib, namun situasi ini tidak membuat Sigit kecil hati.
"Sebagai pemain saya harus memastikan diri dalam kondisi siap tempur hingga tidak akan menyia-nyiakan kesempatan tampil sebaik mungkin ketika kepercayaan dari pelatih itu datang," ungkap Sigit.
Meski dalam suasana persaingan, sebagai pemain junior Sigit mengaku senang karena sering mendapat masukan dari para senior.
"Saya tidak takut bersaing dengan penyerang lain. Tetapi di balik itu, saya bisa belajar banyak bahkan mendapat masukan dari mereka hingga kemampuan yang dimiliki terus berkembang, " lanjut Sigit.
"Bang Ali (Aliyudin) misalnya, dia sering memberi saran, salah satunya soal positioning di tengah lapangan."
Pemain yang musim lalu ditarik pelatih timnas U-23 Rahmad Darmawan memperkuat Persija Jakarta itu menutup perbincangan dengan menyebut keunggulan yang bisa dia tawarkan pada pelatih.
"Kelebihan? Mungkin kecepatan. Karena ini pula sebenarnya saya bisa disimpan di posisi penyerang sayap. Selain memiliki kemampuan sebagai ujung tombak, saya senang menyodorkan umpan-umpan daerah kepada rekan lain di kotak penalti," jelasnya.
Sumber: Goal
By: BP

0 comments:
Post a Comment