21 September 2011
TIDAK sedikit orang bilang, sebagai seorang penjaga gawang, posturnya kurang begitu ideal. Tinggi Rizky Subagja cuma 169 cm. Tapi, kekurangan itu ditutupi Bagja --sapaan akrabnya-- dengan kemampuan teknis yang lumayan komplet. Dan, yang paling mengagumkan dari Bagja adalah kepercayaan dirinya yang sangat tinggi.
Karena itu, ketika banyak orang meyakini Bagja akan menghadapi kendala besar menyangkut tinggi badannya, kiper lulusan UNI kelahiran Bandung, 24 Mei 1991 itu terus berjuang meretas mimpi menjadi penjaga gawang andal.
Setelah sempat berkostum Carsurin --klub anggota Divisi III PSSI-- Bagja mendapat kesempatan memperkuat Persib U-21 pada Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010. Sebagai pemain debutan, Bagja harus bersaing dengan Cecep Sukandar, penjaga gawang yang sudah bercokol di tim ini sejak musim sebelumnya.
Berkat kerja kerasnya, Bagja berhasil merebut posisi inti di dalam skuad asuhan Mustika Hadi ini. Setelah sempat diparkir dalam dua laga tandang akibat debut kurang meyakinkan saat gawangnya dibobol dengan mudah oleh dua pemain Pelita Jaya Karawang, Bagja tak tergantikan hingga Persib U-21 juara LSI 2009/2010.
Jalan terjal
Sukses bersama Persib U-21 pada tahun pertamanya tidak membuat jalan Bagja menuju tim senior mulus. Bagja harus menghadapi kenyataan pahit yang membuatnya sempat frustrasi karena tidak masuk dalam daftar pemain Persib U-21 yang diberi kesempatan mengikuti seleksi pembentukan tim Persib LSI 2010/ 2011. Yang membuat Bagja kecewa berat, tim pelatih Persib justru memanggil penjaga gawang ketiga Persib U-21 .
Meski sempat mencak-mencak, termasuk di media massa, Bagja tidak patah arang. Bersama Persib U-21, ia terus mengasah kemampuannya. Meski berbau keberuntungan, impian Bagja mengenakan kostum tim Persib senior akhirnya kesampaian. Sekembalinya dari tur Papua, Persib yang sudah ditangani pelatih Daniel Roekito mengalami krisis penjaga gawang menyusul cederanya Markus Horison Rihihina dan Cecep Supriyatna dalam waktu bersamaan. Karena hanya memiliki Dadang Sudrajat, Daniel pun memutuskan meminjam Bagja sebagai penjaga gawang pengganti pada laga melawan Pelita Jaya Karawang di Stadion Siliwangi, 6 Februari 2011.
Menghadapi musim 2011/2012, Bagja kembali luput dari perhatian manajemen Persib. Namanya tidak termasuk dalam daftar pemain Persib U-21 yang dipromosikan ke tim senior. Tapi, bukan Bagja namanya kalau kemudian mengakhiri mimpinya menjadi pemain Persib. Pada malam setelah acara perkenalan pemain, tim empat yang dipimpin H. Zainuri Hasyim menambahkan nama Bagja dalam skuad Persib 2011/2012. (endan suhendra/"GM")**
Sumber: Galamedia
By: BP
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment