7 September 2011
BLK. FACTORY,(GM)-
Pelatih asal Malaysia, Raja Isa mengaku sangat menghargai keputusan manajemen klub Persib Bandung yang akhirnya lebih memilih mendatangkan Drago Mamic ketimbang dirinya. Menurutnya, tidak terjadinya kesepakatan kerja dengan sebuah tim bagi pelatih profesional merupakan hal yang lumrah.
"Sebagai pelatih profesional, saya menghargai keputusan semua tim jika tidak terjadi kesepakatan kerja, termasuk dengan Persib," kata Raja Isa kepada "GM", Selasa (6/9).
Meskipun demikian, pelatih yang dalam dua musim terakhir menangani klub Divisi Utama, Persiram Raja Ampat itu membantah kalau tidak adanya kesepakatan kerja itu karena ia memasang banderol terlalu tinggi, apalagi hingga mencapai angka Rp 1 miliar. Dikatakannya, ia sama sekali tidak pernah menyodorkan harga Rp 1 miliar kepada Persib ketika dihubungi Manajer Persib, H. Umuh Muchtar, 31 Agustus lalu.
"Masalah harga, Pak H. Umuh telah mengetahuinya. Perlu diketahui, bahwa nilai kontrak saya tidak mencapai Rp 1 miliar. Pada saat menelepon, Pak H. Umuh mengetahuinya," kata mantan pelatih Persipura Jayapura dan PSM Makassar ini.
Belum ada kesepakatan
Raja Isa mengatakan, dirinya merasa perlu mengklarifikasi masalah tersebut karena ia mencium adanya spekulasi yang berkembang di lingkungan Persib yang menyatakan bahwa dirinya memasang harga tinggi ketika ditawari menangani tim kebanggaan bobotoh ini.
"Tidak benar saya pernah bertemu Pak Umuh. Yang benar, Pak Umuh menelepon dan menanyakan kesiapan saya menangani Persib. Saya memang menyatakan siap, tapi belum ada kesepakatan terkait dengan kesiapan saya untuk melatih Persib. Karena tidak ada pertemuan, maka adanya pernyataan kalau saya dan Persib tidak ada titik temu dalam masalah harga adalah salah," papar Raja Isa berpanjang lebar.
Dalam kesempatan itu, Raja Isa juga sempat menyampaikan permohonan maafnya kepada bobotoh apabila dirinya kadung dianggap terlalu memasang harga tinggi buat Persib. (B.82/ B.111)**
Sumber: Galamedia
By: BP
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment