20 September 2011
STATUS sebagai kiper utama selalu disandang Dadang Sudrajat setiap kali bermain untuk klub-klub di luar Persib Bandung. Dari mulai PSKS Krakatau Steel (PSKS) Cilegon (2001), Mitra Kukar Tenggarong (2006), Persitara Jakarta Utara (2007), Arema Malang (2008/ 2009) hingga Persikab Kab. Bandung (2009/2010). Tapi ketika berkostum Persib, pemain kelahiran 22 Maret 1979 ini selalu menjadi kiper pelapis.
Ketika pertama kali berkostum Persib pada Liga Indonesia (LI) IX/2003, kiper yang akrab disapa Bucek ini menjadi pelapis penjaga gawang asal Polandia, Marius Mucharski. Saat Mucharski terdepak menjelang putaran kedua, Bucek memang naik pangkat jadi kiper pertama. Tapi, tetap saja ia masih harus berbagi kesempatan dengan dua kiper lainnya, Udin Rafiudin dan Agus Setiawan.
Sejak memulai debutnya bersama Persib, ketika bermain imbang 1-1 dengan PSS Sleman di Stadion Siliwangi, 2 Juli 2003, sepanjang musim itu, Bucek hanya tampil dalam 12 dari total 41 pertandingan Maung Bandung hingga babak play-off degradasi.
Musim berikutnya, LI X/2004, nasib kiper yang pernah dibina klub Nusa Raya (NR) ini lebih parah lagi. Kembalinya Cecep Supriyatna dari Persijatim Solo FC menenggelamkan nama Bucek di bangku cadangan. Bahkan, dengan catatan hanya sekali tampil ketika Persib dikalahkan PSPS Pekanbaru 0-2 di Stadion Rumbai Pekanbaru, 15 Agustus 2004, Bucek malah kalah bersaing dengan kiper veteran Gatot Prasetyo yang sempat empat kali diturunkan pelatih Juan Antonio Paez.
Ketika tongkat kepelatihan berganti ke tangan Indra M. Tohir pada LI XI/ 2005, Bucek lagi-lagi harus duduk manis di bangku cadangan. Pada musim itu, Cecep tak tergantikan dalam 25 laga yang dimainkan Persib. Bucek hanya menapatkan kesempatan tampil di ajang Copa Indonesia ketika langkah Persib terhenti di putaran kedua.
Berkelana
Tak mau terus menerus berada di bawah bayang-bayang Cecep, Bucek hengkang Mitra Kukar Tenggarong p0ada LI XII/2006. Meski bertarung di Divisi I, Bucek mulai bisa mengibarkan namanya. Buktinya, ia bisa kembali menembus persaingan kiper papan atas saat bergabung dengan klub peserta kompetisi level tertinggi seperti Persitara Jakarta Utara (2007) dan Arema Malang di edisi perdana Liga Super Indonesia (LSI).
Setelah berkelana selama tiga musim, Bucek memutuskan pulang kampung pada tahun 2009. Klub tujuannya adalah Persikab Kab. Bandung yang tengah berjuang promosi ke LSI. Kendati Persikab menawarkan perpanjangan kontrak sebagai kiper utama, pada musim berikutnya Bucek menerima tawaran untuk kembali bergabung dengan Persib di era kepelatihan Darko-Daniel Janackovic.
Sumber: Galamedia
By: BP
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment