22 June 2011
BLK. FACTORY,(GM)-
Pelatih Daniel Roekito tidak sepenuhnya bisa dibilang gagal dalam mengangkat prestasi Persib Bandung pada musim ini. Persoalan yang mencuat di balik keterpurukan Persib adalah materi pemain yang bertabur bintang, tapi perannya tak bisa dimaksimalkan.
Pandangan tersebut disampaikan mantan pemain Persib, Yadi Mulyadi ketika dimintai tanggapannya tentang pernyataan Daniel yang merasa dirinya sudah gagal mengangkat prestasi tim.
"Kalau Daniel, saya kira tidak bisa dibilang gagal. Karena beliau baru bergabung di pertengahan musim. Persoalan dari pertama di Persib adalah pelatih tidak mampu memaksimalkan peran pemain bintangnya," kata Yadi ketika dihubungi "GM", Selasa (21/6).
Persoalan pemain bintang ini memang sempat dikeluhkan Daniel ketika pertama kali memimpin Persib memasuki pertandingan keenam. Ketika itu, mantan pelatih Persiba Balikpapan ini mensinyalir, para pemain bintang Persib kurang memiliki spirit bertanding dan minimnya rasa tanggung jawab mereka terhadap tim.
"Saya tidak tahu, apakah mental pemain bintang yang buruk atau memang para pengurusnya yang takut pada pemain bintang," ujar Yadi.
Condong ke RD
Ketika ditanyakan apakah dirinya punya kandidat pelatih yang dianggap mampu mengangkat prestasi Persib, mantan stoper Persib ketika menjuarai Liga Indonesia (LI) I/1994-1995 ini menunjuk pelatih Persija Jakarta, Rahmad Darmawan.
Menurutnya, pelatih yang akrab disapa RD ini punya kapasitas untuk menangani tim sekelas Persib, asalkan ia diberi kewenangan penuh dalam membangun timnya.
"Hanya saja, tetap ada persoalan yang mengganjal di hati saya. Kira-kira, bisa tidak pengurus tidak ikut campur dalam persoalan pemain. Ini persoalannya. Karena hampir di seluruh klub di Indonesia, bukan hanya Persib, campur tangan pengurus, masih banyak terjadi," kata Yadi.
Sebelumnya, mantan pemain dan pelatih Persib, Risnandar Soendoro, mengatakan, salah satu kegagalan Persib Bandung meraih target juara Liga Super Indonesia (LSI) 2010-2011 diyakini karena tidak adanya kebersamaan antarpemain Persib. Akibatnya, pola kerja sama antar pemain di lapangan pun tidak berjalan.
"Kebersamaan pemain di luar lapangan sepertinya tidak ada. Akibatnya di lapangan pun terjadi seperti itu. Kerjasama antar pemain sangat minim," kata Risnandar.
Selain itu, Risnandar mengungkapkan, para pemain Persib selama ini terlalu dimanja oleh Manajer Tim, H. Umuh Muhtar. Para pemain selalu diiming-imingi bonus besar, khususnya di laga-laga krusial. Hal ini membuat para pemain menjadi terlena oleh materi. Sedangkan kewajibannya di lapangan tidak dilaksanakan dengan baik. (B.82)**
Sumber: Galamedia
By: BP
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment