BANDUNG, (PRLM).- Manajemen Persib Bandung diharapkan lebih jeli dalam menentukan pelatih yang akan menahkodai "Maung Bandung" di musim kompetisi mendatang. Insiden digantinya pelatih Persib hingga tiga kali selama musim kompetisi 2010-2011 ini jangan sampai terjadi lagi.
Mantan pemain Persib Lukas Tumbuan mengatakan, kejadian pergantian perlatih tersebut merupakan salah satu faktor yang paling berpengaruh dalam perjalanan Eka Ramdani dkk pada musim kompetisi tahun ini. "Itu kesalahan yang paling mendasar. Seharusnya tidak terjadi kejadian seperti itu," katanya ketika dihubungi "PRLM", Rabu (22/6).
Apalagi, ujar Lukas, pada saat pergantian pelatih itu juga ada kejadian pemain yang menginginkan agar manajemen mengganti pelatih. "Itu yang fatal sekali. Apalagi, setelah itu pemain malah tidak menunjukkan kualitas permainannya," katanya.
Kejadian pergantian pelatih selama musim 2010-2011 ini dimulai dari penunjukan pelatih kepala Daniel Darko Janackovic di awal musim ini. Daniel menangani Persib selama masa seleksi pemain. Tipe Janackovic yang mengusung gaya Eropa dengan kedisiplinan tinggi kurang bisa diterima para pemain Persib saat itu.
Puncaknya terjadi saat tim melakukan pemusatan latihan (training center) di Cirebon. Saat itu pemain mogok latihan setelah terjadi insiden makan siang. Dipicu oleh penjaga gawang Markus Haris Maulana yang terlambat datang makan siang.
Pasca insiden tersebut, Janackovic dilengserkan dari kursi pelatih dan digantikan oleh asistennya Jovo Cuckovic. Namun kiprah Jovo bersama "Maung Bandung juga tidak bertahan lama. Selain gagal membawa Persib untuk memenangkan pertandingan, kendala bahasa juga menjadi faktor utama dilengserkannya pria berusia 60 tahun itu.
Akhirnya, Persib ditangani mantan pelatih Persiba Balikpapan Daniel Roekito. Namun hal tersebut juga tidak mampu membawa Persib ke prestasi yang lebih baik. Daniel hanya mampu menarik "Maung Bandung" yang saat itu tengah berada di jurang degradasi ke papan tengah klasemen LSI.
"Memilih dan mengganti pelatih itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Mudah-mudahan kedepannya, manajemen menentukan pelatih yang benar-benar mengerti atmosfer sepak bola Indonesia dan juga kondisi Persib," ujar Lukas.
Dia berharap, manajemen dan pihak pemegang saham kedepannya bisa sling bahu-membahu dalam menentukan pelatih yang akan menangani Persib nantinya. (A-197/das)***
Sumber: PR
By: BP

0 comments:
Post a Comment